Archive

Archive for the ‘tips’ Category

SAMSAT Jabar Mantap!

November 26, 2014 1 komentar

Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Pengurusan perpanjangan STNK 5 tahunan sekarang ini simple banget ya.. Praktis 1 jam (lebih sedikit) selesai. Itu sudah sekalian dengan cetak pelat nomer baru.

Untuk perpanjangan 5 tahunan memang harus di kantor SAMSAT (Dispenda Jabar), saya mengurusnya di SAMSAT Cibabat (Dispenda Jabar). Datang sekitar jam setengah delapan pagi, rupanya setiap hari Rabu ada pengajian di sana. Pendengarnya adalah karyawan Dispenda Jabar (Kantor Cibabat) dan pengunjung yang hendak mengurus pembayaran pajak kendaraan. Jam 8 tepat pengajian selesai, pelayanan pajak kendaraan langsung dibuka.

Suasana SAMSAT Cibabat

Suasana SAMSAT Cibabat

Saya betul-betul sudah tidak melihat SAMSAT yang dulu. Terakhir saya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan adalah sekitar 5 tahun yang lalu untuk motor yang lain. Hampir setiap step kita harus mengeluarkan uang. Untuk gesek nomor rangka dan mesin harus bayar. Legalisasi hasil gesekan nomor tadi harus bayar lagi. Sekadar mendapatkan formulir pendaftaran saja harus bayar. Kayaknya di semua loket kita harus mengeluarkan uang. Ini masih belum ditambah banyaknya calo yang berkeliaran, dari yang orang biasa sampai pak polisi berseragam lengkap.

Tadi yang saya lihat adalah SAMSAT yang baru. Saya hanya mengeluarkan uang sebesar apa yang diminta di kasir (kasirnya adalah Bank BJB) dan dilengkapi dengan tanda terima standar Bank. Tidak ada pungutan lain di luar itu. Ya, saya memang mengeluarkan cost untuk fotokopi dan map biru (Rp 3.600), cost bensin untuk perjalanan ke kantor SAMSAT (hanya sekitar 2 km dari rumah), dan biaya Rp 10.000 untuk pemasangat pelat baru (well, kalau ke bengkel juga harus bayar segitu kan?). Tapi itu sangat masuk akal, bukan?

Hingga pelat nomor baru sampai di tangan, total waktu pelayanan hanya satu jam dua puluh menit. Tadinya ekspektasi saya adalah selesai menjelang dzuhur, dan kemudian harus datang satu minggu lagi untuk mengambil pelat nomor yang baru… Betapa kudetnya saya ya… hahaha…

Sambil menunggu dipanggil oleh petugas kasir, saya berkeliling melihat banner-banner, poster-poster, dan papan-papan informasi yang disediakan. Mas-mas di pintu depan yang menyambut pengunjung sangat ramah dan informatif terhadap pertanyaan-pertanyaan saya. Rupanya SAMSAT Cibabat ini tidak sekedar buka di hari Sabtu (yang memang sudah lama), tapi juga buka di malam hari hingga pukul tujuh!! Katanya malah pelayanan malam hari relatif lebih cepat, karena pada waktu tersebut SAMSAT tidak banyak pengunjungnya. Untuk malam hari ini pelayananannya adalah hari Senin hingga Rabu di minggu pertama hingga ketiga setiap bulannya.

Informasi Pajak Kendaraan On Line

Informasi Pajak Kendaraan Online

Selain itu Dispenda Jabar sudah menyediakan fasilitas online untuk pengecekan nominal pajak kendaraan kita. Jadi kita bisa menyiapkan budget yang tepat sebelum datang ke kantor SAMSAT. Caranya adalah dengan dua alternatif di atas: melalui SMS (pulsa normal) atau melalui internet.

Oh iya, satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa ini layanan dari Dispenda Jabar yang bekerja sama dengan Polda Jabar. Artinya semua SAMSAT yang berada di bawah Dispenda Jabar dan Polda Jabar terkoneksi satu dan lain. Mungkin jam kerja bisa berbeda, tetapi standar pelayanan tidak. Jika kendaraan anda berpelat Bogor atau Sukabumi misalnya, perpanjangan STNK tahunan bisa dilakukan di SAMSAT Cibabat. Begitu juga untuk kendaraan yang dibeli di Bekasi (Wow, Jabar besar sekali ya 😀 ). Tapi saya tidak tahu seperti apa standar layanan di luar Jawa Barat. Beda gubernur dan provinsi, biasanya beda juga kebijakannya. Untuk Jawa Barat bahkan pelayanannya sudah diperluas dengan memanfaatkan jaringan Bank BJB. Kita bisa bayar pajak kendaraan via atm, bahkan internet banking sambil tidur-tiduran di rumah. hehe…

Pada dasarnya SAMSAT itu adalah pintu uang bagi provinsi. Dengan semakin mudah melakukan pembayaran di SAMSAT, maka semakin cepat juga uang mengalir dari pintu ini. Sangat tidak logis kalau orang yang datang, bawa uang, siap dibayarkan, tapi pelayanan amburadul seolah tidak butuh duit. Maka tidak aneh kalau Kang Aher berhasil menaikkan pendapatan daerah secara signifikan dari sektor ini.

Begitulah provinsiku. Bagaimana provinsimu?

Chrome OS Experience


Terobosan menarik Google adalah Chrome OS. Ini adalah operating system ringan yang diinstal pada hardware client. Dia nyaris tidak memiliki fitur apapun yang diinstal di hardware, tetapi semuanya diemulasikan langsung dari server.

Chrome OS dapat menjadi revolusi dalam pemakaian komputer. Kita sebagai pengguna hanya perlu membeli sebuah hardware dengan spesifikasi sederhana. Semua proses akan dijalankan di server sebagai pusat komputasi. Sistem seperti ini sekarang sedang trend dengan nama cloud computing atau komputasi awan.

Kelemahan OS ini adalah satu: menggantungkan kinerja pada koneksi jaringan. Jika kita tidak memiliki koneksi yang baik, maka hardware kita tidak berfungsi apa-apa. Tetapi jika kita memiliki infrastruktur internet yang sangat baik, maka cloud computing ini dapat menjadi sarana untuk efisiensi dalam berbagai hal. Kita tidak perlu lagi dibebani dengan biaya mahal hanya untuk membeli software, dan kita juga tidak lagi membutuhkan hardware dengan spesifikasi tinggi hanya untuk menjalankan komputasi rumit yang tidak selalu digunakan.

Jika anda ingin mencoba pengalaman menggunakan Chrome OS, anda dapat memulainya dengan menggunakan browser Chrome dari google dan mengganti semua aplikasi standar komputer dengan yang tersedia di internet. Ganti word processor anda dengan Google Docs atau Office Live, aplikasi yahoo messenger dengan messenger pada yahoo.com, putar video dan musik anda dengan youtube atau itunes, dsb.

Selamat mencoba.

Kuliah di Malaysia


Menurut data yang disiarkan di media massa, saat ini ada lebih dari 10 ribu warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan tingkat tinggi di Malaysia. Jenjang yang diambil mulai dari diploma (University College), degree (kira-kira setara sarjana), dan post graduate (master dan doktoral). Universitas yang diikuti tidak hanya yang berstatus negeri, tetapi juga swasta. Saat ini Malaysia memang memiliki ekosistem yang cukup memadai untuk berkembangnya industri pendidikan. Atmosfer internasional yang mereka miliki membuat mereka mampu menembus berbagai barrier bangsa dalam menawarkan program pendidikan.

Secara umum memang susah untuk membandingkan universitas di Malaysia dengan universitas di Indonesia. Problem pendidikan di Indonesia saat ini adalah kemerataannya. Di pulau Jawa banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang kualitasnya mumpuni. Tetapi berbicara secara kolektif, maka kita punya banyak PR di daerah-daerah. Malaysia diuntungkan dengan wilayah yang relatif kecil dan penduduk yang relatif sedikit. Mobilisasi sumber daya menjadi amat mudah dilakukan.

Jika kita ingin membandingkan antara universitas di Malaysia dan Indonesia, maka yang perlu kita lakukan adalah menentukan subyek perbandingannya. Kita tidak bisa membandingkan antara UI yang sangat besar dengan ITB yang sangat spesifik, bukan? Sama halnya dengan perbandingan universitas antar negara. Yang paling mudah adalah dengan melihat parameter standar, misalnya bagaimana keberterimaan alumninya di dunia kerja, bagaimana proses belajar dan mengajar dilakukan, apakah ada pelatihan industri atau tidak, apakah mata kuliahnya mencukupi atau tidak. Kemudian fasilitas kampusnya selengkap apa? Apakah sudah sesuai dengan visi dan misi universitas tersebut. Bagaimana koleksi buku di perpustakaannya? Apakah terupdate dengan jurnal-jurnal ilmiah terbaru? Yang paling tinggi biasanya adalah seberapa jauh keberhasilan risetnya, yang ditandai dengan paper yang diproduksi, sitasi dari paper yang dihasilkan, dan berapa impact factor jurnal yang berhasil ditembus.

Atmosfir Internasional

Selain dari itu, mungkin yang bisa kita bandingkan secara fair adalah atmosfir kampus serta biaya hidupnya. Secara umum Malaysia memang memiliki kelebihan dari sisi atmosfer internasional. Mungkin karena secara internal dia memiliki tiga ras besar yang komposisinya cukup signifikan (Melayu 60%, China 25%, India 10%, lain-lain 5%) sehingga penggunaan 4 bahasa besar dalam kehidupan sehari-hari adalah lumrah (Bahasa Melayu, Inggris, China, India). Kondisi ini menyebabkan kita lebih mampu untuk membuka diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa lain (Inggris misalnya) ketimbang di Indonesia.

Atmosfir ini juga dilahirkan dari banyaknya orang asing yang lalu-lalang di mana-mana. Kita biasa berjumpa dengan warga negara asing ketika di kantin, kelas, masjid, supermarket, bis, dan segala tempat lainnya. Suatu hal yang nyaris tidak bisa ditemui di kota-kota pelajar di Indonesia. Kondisi seperti inilah yang membuat mahasiswa Indonesia merasa mendapatkan situasi yang berbeda. Sebab jika mereka kembali kepada komunitas lokal melayu, maka nyaris tidak akan terasa sedang berada di luar negeri untuk menuntut ilmu. Semuanya nyaris sama, mulai dari pakaiannya, kebiasaannya, wajahnya, dan terutama bahasanya.

Sudah cukup lama Malaysia membuka program undergraduatenya bagi mahasiswa asal Indonesia. Yang paling merasakan manfaatnya adalah saudara-saudara kita asal Sumatra. Bayangkan saja, hanya dengan biaya sekitar RM 1000 per semesternya (kurang dari Rp 3 juta), mereka bisa mendapatkan kuliah dengan fasilitas yang lebih baik dibanding harus hijrah ke Jawa. Saudara kita yang di Sumatra ini untung karena secara geografis tidak sejauh ke jawa, tetapi mendapatkan pengalaman “kuliah di luar negeri” plus fasilitas yang lebih baik dibanding kuliah di daerahnya di Sumatra sana. Meskipun sebenarnya kurang lebih saja jika kita membandingkannya dengan universitas di pulau Jawa.

Tetapi sejak tahun 2009 nampaknya masa-masa indah itu mulai surut. Sekarang biaya studi sudah semakin mahal seiring dengan terjadinya krisis global yang membuat pemerintah Malaysia mengalami penurunan anggaran cukup besar di bidang pendidikan. Bahkan dari rumor yang ada, rencananya subsidi bagi mahasiswa Internasional akan dicabut sepenuhnya. Kalau sekarang biaya studi berkisar di sekitar RM 2000, maka setelah dicabut akan meningkat drastis menjadi sekitar RM 14.000. Dan jika itu terjadi, mungkin hanya universitas-universitas swasta saja yang akan terus diisi dengan mahasiswa asal Indonesia.

Dukungan Pada Riset

Malaysia memang memiliki dana luar biasa untuk riset. Banyak grant bernilai ratusan ribu ringgit yang ditawarkan. Lebih banyak lagi untuk grant yang nilainya hanya berada dalam orde puluhan ribu ringgit. (note: RM 100.000 adalah sekitar Rp 280 juta dan RM 10.000 adalah sekitar Rp 28 juta) Dana riset inilah yang banyak digunakan untuk membiayai riset sekaligus studi mahasiswa tingkat master dan doktor. Dari dana ini biasanya seorang mahasiswa mendapatkan allowance per bulan dengan variasi mulai dari RM 600 hingga RM 1800. Suatu jumlah yang sebetulnya lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari.

Meskipun terkena krisis global, dana riset ini tetap tersedia cukup banyak. Karena itu jika anda berminat studi di Malaysia dengan memanfaatkan fasilitas dana riset ini, maka anda hanya perlu menentukan universitas, mencari calon supervisor yang potensial, dan mulailah korespondensi dengannya. Tanyakan, apakah ada kesempatan untuk anda menjadi studentnya. Kalau ada, mulailah proses administrasi pendaftaran sebagai student di universitas tersebut.

Selamat mencoba.

Kategori:studi, tips Tag:

Dakwah Adalah Kemampuan Yang Harus Diasah

Februari 21, 2009 1 komentar

Sering kita menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dia baik, tapi tidak bisa menebar kebaikan pada lingkungannya. Dia shaleh, tapi dia tidak bisa menshalehkan orang-orang di sekitarnya.

Kita sering menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi perilaku buruk kawannya. Bukan karena dia tidak tahu itu buruk, bukan pula karena dia takut memberi peringatan. Tetapi sering kali alasannya simpel, dia tidak tahu bagaimana melakukannya.

Mungkin di antara kejadian berikut sering terjadi di antara kita.

  1. Di waktu shubuh, kita terbangun dan berangkat menuju Masjid untuk shalat berjamaah. Namun kita tidak membangunkan orang yang kamarnya berada di samping kita. Pun kita juga tidak membangunkan bapak kos kita, misalnya, untuk mengajak bersama-sama ke Masjid.
  2. Di waktu ujian, ada teman kita menyontek. Kita tahu mereka menyontek, bahkan kita tahu sejak sebelum mereka menyontek, karena dia sudah menyatakannya demikian. Kita tidak menegurnya.
  3. Di kelas, ada kawan wanita kita yang mengenakan pakaian tidak wajar karena terlalu banyak membuka auratnya. Kita hanya bisa membuang pandangan, dan tak melakukan apa-apa lagi. Baca selanjutnya…

Prosedur Pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)

Desember 30, 2008 5 komentar

Sudah tiga buah passport yang saya urusi pembuatannya. Dua yang pertama adalah milik saya sendiri dan istri saya, yang diapprove bulan Maret tahun ini. Dan yang ketiga baru selesai  beberapa minggu yang lalu milik Farouq, putraku yang lucu yang baru berumur 3 bulan ketika itu.

Pada dasarnya, pembuatan SPLP atau passport sangat mudah. Anda hanya perlu datang ke kantor imigrasi, minta formulir (gratis, tapi biasanya dikutip 15000 untuk map dan sampul passport). Kemudian lengkapi persyaratannya dan serahkan kembali ke kantor imigrasi. Anda akan diberikan tanda terima berkas dan diminta datang kembali dua hari berikutnya untuk pembayaran (270.000 untuk SPLP 48 halaman), dan sehari setelahnya untuk foto, wawancara singkat, dan aplikasi biometrik (finger print).

Kurang dari seminggu setelah foto dan wawancara anda diminta kembali lagi untuk mengambil Passport yang sudah selesai disahkan. Kemudian anda diminta untuk memfotokopinya dan menyerahkan kopiannya ke loket tempat anda mengambil passport tadi. Anda hanya membutuhkan uang sebesar 15.000 (untuk map) + 270.000 (SPLP 48 hlm dan aplikasi biometrik) + 6000 (materai) + 2000 (foto kopi macam-macam). Total hanya sekitar Rp 293.000 saja. Jika anda menggunakan jasa calo, mungkin bisa mencapai 1 jutaan, tergantung negonya (dan saya tidak menyarankan opsi ini).

Prosedur yang mudah ini menjadi seolah tidak mudah karena masih banyak calo yang berkeliaran. Tetapi dari pengamatan saya, wilayah gerak mereka sudah sangat dibatasi oleh pihak keimigrasian, sehingga kita bisa sama leluasanya dengan para calo tersebut dalam mengurus passport (tentunya dengan prosedur standar. kalau mau kilat, ceritanya lain lagi).

Selain itu, seperti halnya kantor pemerintah yang lain, kemudahan pelayanan masih menjadi prioritas kesekian dalam pelayanan mereka. Jika kita sering keluar masuk bank, kantor-kantor customer support swasta seperti GraPARI atau galeri Indosat, maka kita akan terhambat jika kita menyangka peralatan-peralatan yang sama akan digunakan sebagaimana mestinya di kantor-kantor pemerintahan tersebut.

Sistem antrian elektronik yang terpadu nyaris dibiarkan teronggok tak termanfaatkan, kalaupun digunakan, terkesan hanya sekedarnya saja. Jadi untuk antrian, proaktiflah. Jangan menunggu nomor kita dipanggil, karena biasanya petugas di loket yang bersangkutan tidak menekan counter antrian.

Tapi anda jangan membayangkan proses pembuatan passport ini seperti membuat KTP atau Kartu Keluarga yang prosedur dari RT sampai Keluarahan masih manual (baca: tulis tangan). Data yang dimasukkan di loket A akan otomatis bisa diakses dari loket lainnya. Karenanya anda tidak akan dipusingkan seperti ketika membuat KTP, KK, atau bahkan N-A (entah singkatan dari apa. tak ada seorang petugas pun yang tahu) ketika mengurus administrasi pernikahan anda.

Mudah-mudahan tips ini bermanfaat bagi yang akan mengurus passportnya.

Have a nice trip 😉

Kategori:pemerintah, tips
%d blogger menyukai ini: