Arsip

Archive for the ‘lama’ Category

Kembali ke WordPress.com


Lebih dari setahun yang lalu, saya pernah memindahkan blog ke hosting sendiri. Waktu itu berniat untuk lebih sering menulis dan kebetulan ingin mencoba hosting di idhostinger. Rupanya selama setahun lebih ini kesibukan datang bertubi-tubi sehingga melupakan niat untuk menulis.

Begitu lamanya tidak menulis, bahkan hosting di idhostinger pun tidak terrawat, dan saat ini sudah expired. Nampaknya memang tidak butuh-butuh amat untuk memiliki sendiri hostingan kalau hanya untuk blog pribadi. WordPress.com sudah lebih dari cukup.

Beberapa tulisan yang sempat diupload di fathinashrullah.com mungkin akan direpost di sini, kalau saya berhasil mendapatkan recovery-nya. Tapi seingat saya hanya satu tulisan saja. Jadi tidak terlalu banyak memori yang hilang.

Iklan
Kategori:lama

Perbandingan spesifikasi antara F-15, F-16, dan F/A-18

November 9, 2011 1 komentar

Orang awam mungkin akan berpikir bahwa perbedaan dari ketiga jenis pesawat ini (F-15, F-16, dan F/A-18) adalah dalam kehebatannya. Tidak sepenuhnya salah, tetapi “kehebatan” sebuah pesawat perlu didefinisikan terlebih dahulu. Jika “hebat” berarti banyaknya kru, maka hanya versi D dari F/A-18 saja yang menang. Atau jika “hebat” berarti lebih besar, maka pemenangnya adalah F-15.

Untuk perbandingan role insya Allah akan dibahas dalam tulisan yang lain. Tulisan ini hanya akan menampilkan kompilasi spesifikasi ketiga jenis pesawat yang dipublikasikan di dokumen USAF dan US Navy.

F-15C/D Eagle

F-16C Block 30

F/A-18C

Crew

1

1

1/2

Length

 19.43 m

 15.06 m

 17.1 m

Wingspan

 13.05 m

 9.96 m

 12.3 m

Height

 5.63 m

 4.88 m

 4.7 m

Wing area

 56.5 m²

 27.87 m²

 38 m²

Empty weight

 12,700 kg

 8,570 kg

 10,400 kg

Loaded weight

 20,200 kg

 12,000 kg

 16,770 kg

Max takeoff weight

 30,845 kg

 19,200 kg

 23,500 kg

Powerplant

 2 × Pratt & Whitney F100-100 or -220

 1 × F110-GE-100 afterburning turbofan

 2 × General Electric F404-GE-402

Dry thrust

 77.62 kN each

 76.3 kN

 48.9 kN each

Thrust with afterburner

 111.2 kN

 127 kN

 79.2 kN each

Maximum speed

1,450 km/h (LO) – 2,660 km/h (HI)

 1,470 km/h (LO) –  2,410 km/h (HI)

 1,915 km/h

Combat radius

 1,967 km

 550 km

 740 km

Ferry range

 5,550 km

 4,220 km

 3,330 km

Service ceiling

 20,000 m)

 18,000 m

 15,240 m

Rate of climb

254 m/s

 254 m/s

 254 m/s

Wing loading

 358 kg/m²

 431 kg/m²

 454 kg/m²

Thrust/weight

 1.12 (-220)

1.095

0.96

Kategori:lama

ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT (via blog Pak T. Djamaluddin)


Berikut ini share ilmu yang sangat bagus dari Pak T. Djamaluddin beserta LAPAN. Mudah-mudahan bermanfaat.

-Fathi

ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT Prof. Dr. Thomas Djamaluddin Profesor Riset Astronomi Astrofisika Deputi Sains, Pengkajian,dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN (Booklet ini diterbitkan LAPAN — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional — sebagai kontribusi untuk menyelesaikan perbedaan hari raya dan menjadikan kalender Hijriyah sebagai kalender yang mapan dalam kehidupan masyarakat. Isi buku sama dengan link di bawah ini, dengan sedikit pengeditan format) Kata Pengantar         … Read More

via ******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

2010 in review


The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 9,600 times in 2010. That’s about 23 full 747s.

In 2010, there were 25 new posts, growing the total archive of this blog to 141 posts. There were 50 pictures uploaded, taking up a total of 7mb. That’s about 4 pictures per month.

The busiest day of the year was June 24th with 541 views. The most popular post that day was Wawancara Ust Hilmi Aminuddin pasca Munas II PKS.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were munaspks.info, mail.yahoo.com, facebook.com, search.conduit.com, and blog-indonesia.com.

Some visitors came searching, mostly for sejarah palestina dan israel, jet tempur iran, doa untuk pemimpin, sejarah israel dan palestina, and abdul malik bin marwan.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Wawancara Ust Hilmi Aminuddin pasca Munas II PKS June 2010
12 comments

2

Palestina dan Israel: Fragmen Sejarah Yang Tak Berujung July 2006
24 comments

3

Shafaq – Jet Tempur Generasi Ketiga Iran August 2008
1 comment

4

Ibnu Zubayr, Abdul Malik bin Marwan, dan Hajjaj bin Yusuf‏ April 2010

5

Lapan Siap Kembangkan Rudal January 2007
3 comments

Kategori:lama

Test sahaja

Agustus 5, 2010 1 komentar
Kategori:lama

Ahlan Wa Sahlan


Saya ucapkan ahlan wa sahlan, selamat datang kepada pengunjung blog saya. Dua hari terakhir ini, sejak saya mengupload wawancara Ust Hilmi yang dirilis oleh PKS di harian umum Republika selama dua hari berturut-turut (21-22 Juni 2010), trafik blog ini meningkat cukup tajam. Silakan didownload dan dibaca wawancara tersebut serta dipahami isinya dengan hati terbuka tanpa perlu disertai prasangka.

PKS merilis wawancara ini sebagai penjelasan atas berbagai isu yang berkembang serta menjadi keputusan pada Munas kedua yang lalu. Isu yang paling hangat dan paling banyak disalahartikan orang adalah tentang konsep partai terbuka. Dari apa yang dibahas secara resmi, kita perlu memahami bahwa konsep terbuka PKS bukan sekedar konsep pragmatisme demi meraih suara yang banyak. Tetapi ini adalah cerminan dari ajaran Islam yang secara integral diaplikasikan dalam aktivitas kepartaian. Jadi bukan sekedar langkah populis, tapi memang terencana sejak awal.

Jika memperhatikan pemahaman Islam yang menjadi bahan untuk pembinaan kader-kader PKS, sepatutnya kita tahu bahwa partai ini memang tidak didirikan hanya demi kepentingan masyarakat muslim Indonesia saja. Tapi jauh lebih besar dari itu, yaitu untuk seluruh ummat manusia. Dan untuk skala nasional, artinya tidak dibatasi hanya bagi muslim saja, tetapi juga untuk kemaslahatan bersama. Mengapa prinsip keterbukaan ini tidak diimplementasikan sejak awal? Seperti yang sudah dijelaskan oleh Ust Hilmi Aminuddin, ini hanya masalah strategi internal. Kalau integritas dakwah di internal belum mapan, maka akan berat jika keterbukaan ini sudah dideklarasikan. Lain halnya dengan masa sekarang ketika piramida keanggotaan semakin besar dan jumlah kader semakin banyak. Pondasi yang ada sudah memungkinkan untuk membua orang-orang dengan spektrum yang lebih luas untuk bekerja sama dalam memperbaiki negara ini.

Seorang adik mengatakan dalam postingnya di surat pembaca detik.com bahwa era partai dakwah bagi PKS sudah berakhir. Ketahuilah, bahwa PKS tidak mengakhiri visinya sebagai partai dakwah. Bahkan dalam Munas kedua kemarin PKS semakin menegaskan identitasnya sebagai partai dakwah yang dituangkan dalam Visi PKS 2010-2015: MENJADI PARTAI DAKWAH YANG KOKOH DAN TRANSFORMATIF UNTUK MELAYANI BANGSA. Sedangkan ide keterbukaan tidak mengeliminasi dakwah sebagai orientasi partai ini.

Kategori:lama

“KONTEKS” dalam ijtihad demokrasi

Desember 24, 2009 3 komentar

Ketika kita mengikuti suatu ijtihad sebuah jamaah yang menyatakan bahwa dibolehkan memasuki sistem demokrasi, maka kita harus perhatikan konteks ijtihad tersebut. Ya benar, konteks akan sangat terkait dengan ijtihad yang diambil. Konteks Indonesia pasti akan sangat berbeda dengan konteks Inggris atau Palestina.

Katakanlah, parlemennya berada di sebuah negara yang menyatakan bahwa sekularitas adalah prinsip utama yang harus dipegang, atau menempatkan nilai-nilai kristen sebagai dasar negara. Maka Ulama tidak akan berpikir bahwa berdakwah lewat parlemen adalah sesuatu yang halal.

Tapi coba perhatikan konteks negara kita. Negara kita menggunakan demokrasi sebagai sekedar cara dalam memilih pemimpin dan membuat aturan-aturan teknis pemerintahan (pemilu, dewan perwakilan), menempatkan Tauhid sebagai dasar negara (pancasila), konstitusinya memberi kebebasan seluas-luasnya dalam mengimplementasikan syariat Islam (Dekrit 1959 yang menyatakan UUD 45 satu paket dengan piagam jakarta). Dalam konteks seperti ini saya tidak habis pikir masih ada yang memberikan fatwa haram bagi demokrasi.

Mungkin kalau yang mereka maksud dengan demokrasi adalah yang seperti didefinisikan oleh Aristoteles (yang ngga dipake di Indonesia), kemudian masih mengakui "vox populi vox dei", dan konteksnya adalah negara seperti Amerika, maka tidak aneh kalau demokrasi difatwakan haram. Tapi demokrasi konteks Indonesia? Please deh…

wallahu a’lam

Kategori:lama
%d blogger menyukai ini: