Archive

Archive for the ‘komputing’ Category

Hosting Murah dan Hosting Gratis

Desember 2, 2014 3 komentar

Bagi kita yang baru belajar hosting website, menggunakan server hosting berbayar mungkin akan terasa sebuah pemborosan. Sebab kita belum tahu bagaimana cara menggunakan serta mengoptimasikan fitur di server hosting. Banyak perusahaan yang menyediakan server hosting murah di Indonesia. Pertama kali belajar hosting, saya menggunakan servernya Qwords, perusahaan yang didirikan oleh Rendy Maulana, alumni SBM ITB angkatan pertama (2004). Qwords melayani pelanggannya dengan sangat baik. Support ticket mereka selalu cepat direspon dan cepat pula mendapatkan solusi.

Tetapi karena saya masih pemula dalam urusan hosting, saya belum bisa spend cukup banyak untuk paket hosting yang mumpuni. Sejauh ini service yang pernah saya gunakan di Qwords hanyalah paket hosting termurah, Rp 60.000 saja per tahun, tentunya selain pembelian beberapa domain ya. Tetapi hosting murah ini rupanya memiliki beberapa keterbatasan terkait fitur servernya. Waktu saya hendak mencoba sebuah plugin wordpress (sudah lupa plugin apa) ternyata butuh fasilitas tambahan yang tidak disediakan di paket termurah. Solusinya adalah harus upgrade ke paket yang lebih tinggi.

Tarif Personal Hosting - Qwords

Tarif Personal Hosting – Qwords

Suatu saat saya mendapatkan email iklan dari IDHostinger. IDHostinger ini sependek pantauan saya adalah anak perusahaan Hostinger Group yang berbasis di Cyprus. Mereka develop software hostingnya sendiri, sehingga tidak ada biaya tambahan untuk lisensi software seperti cpanel. Mungkin itu sebabnya mereka bisa memberi harga yang cukup signifikan murahnya.

Oh saya keliru, mereka bukan saja memberi fasilitas hosting murah, tapi bahkan hosting gratis dengan fitur lumayan mumpuni. Coba lihat fitur yang mereka tawarkan untuk hosting gratis berikut:

Paket Gratis IDHostinger

Paket Gratis IDHostinger

Itu belum termasuk (sub) domain gratis yang bisa kita dapatkan cuma-cuma lho. Tapi namanya juga (sub) domain, apa sih yang bisa dibanggakan.. hahaha… Lumayan lah, untuk menjajal ilmu server hosting yang baru kita pelajari. Saya pribadi menggunakan IDHostinger sebagai sandsack. Maksudnya memang memposisikannya sebagai tempat belajar. Hingga saat ini saya belum berencana ambil service yang berbayar dari sana. Ketimbang di IDHostinger (yang berpusat di Cyprus, Eropa), bukankah lebih baik pakai server lokal punya perusahaan lokal (yang sudah mendunia) saja? Qwords contohnya.

Disclaimer: Postingan ini berisi link afiliasi saya di IDHostinger dan Qwords. Kalau mau daftar ke sana, pakai link afiliasi saya ya 😉

Intel Bay Trail

April 13, 2014 1 komentar

atom_logo

Arsitektur Bay Trail adalah jawaban Intel atas persaingan ketat yang ditunjukkan oleh produsen-produsen prosesor/SoC berbasis ARM. Intel dengan platform x86-nya terkenal dengan prosesor kuat sekaligus boros energi. Untuk penggunaan PC maupun server, Intel tidak punya halangan mengingat kedua jenis mesin komputasi tersebut selalu terhubung ke power supply.

Ketika dunia komputasi bergerak ke arah mobile, maka Intel kelabakan karena prosesor-prosesornya boros energi. Padahal untuk komunikasi mobile tidak mungkin sering-sering mampir ke wall plug untuk sekedar mengisi baterai. Bertolak belakang dengan Intel, ARM sejak awal memang didesain untuk penggunaan minim daya. Begitu komputasi mobile berkembang, semua perusahaan manufaktur elektronik kompak beralih platform ini. Mulai dari Texas Instrument, Qualcomm, Nvidia, Ericsson, Samsung, hingga Apple mengambil lisensi ARM untuk membangun platform komputasinya masing-masing. Intel praktis tidak bisa berbuat apa-apa di pasar yang berkembang pesat ini.

Sebetulnya Intel bukan tidak memiliki sama sekali jenis prosesor hemat daya. Intel Atom yang sejak awal didesain untuk netbook sebetulnya sudah termasuk low power, namun masih terlalu overkill (sekaligus relatif lebih boros) untuk penggunaan di smartphone. Barangkali itu sebabnya Intel memutuskan untuk membuat line baru prosesor untuk perangkat mobile generasi berikutnya.

Intel Atom Bay Trail

Ketimbang mendesain dari awal, rupanya Intel memutuskan lebih efisien jika menggunakan Atom sebagai basisnya. Sejauh ini Intel telah merilis beberapa Atom SoC yang digunakan oleh beberapa manufaktur elektronik. Sebut saja misalnya Lenovo dengan K800 dan Motorola RAZR i. Kedua produk tersebut termasuk sukses dan menempatkan kembali Intel di persaingan prosesor dunia, khususnya ceruk prosesor mobile yang selama ini dikuasai oleh platform ARM.

Intel_bay_Trail

Baytrail atau Bay Trail adalah kode yang digunakan oleh Intel untuk pengembangan Intel Atom generasi terkini. Clover Trail sebagai platform generasi sebelumnya, sebetulnya sudah sangat canggih. Namun rupanya Intel tidak mau bersantai-santai dalam mengejar ketertinggalannya. Hanya sekitar setahun setelah peluncuran Clover Trail, platform Bay Trail diluncurkan. Berikut ini perbandingan Bay Trail dan Clover Trail yang dirangkum oleh Mobile Geeks.

Intel-Prepares-Mighty-Bay-Trail-T-Atom-for-2014-22nm-CPU-4

Teknologi manufaktur yang digunakan untuk memproduksi Bay Trail sudah mencapai 22nm, terkecil yang ada saat ini, 30% lebih kecil dari Clover Trail. Ketahanan baterai untuk pemutaran video meningkat sekitar 20% hingga mampu bertahan lebih dari 11 jam. Berikut ini spesifikasi lengkap dari Intel Z3740 yang digunakan di ASUS Transformer Book T100.

atom z3740

Prosesor ini sudah memiliki 4 buah core dengan kemampuan menjalankan sistem operasi 64 bit. Clock speed diset pada 1,33 GHz sementara maksimalnya dapat mencapai 1,86 GHz. Tidak terlalu impresif jika dibandingkan dengan prosesor keluarga Core. Namun sejauh ini tidak memiliki tandingan sama sekali untuk menjalankan sistem operasi full seperti Windows, Linux/GNU, atau Mac OS X. Apalagi jika hendak diimplementasikan pada perlengkapan low-end yang dahulu pernah ditempati netbook.

Prosesor ini membuat kita tidak perlu lagi menahan diri terhadap kekhawatiran keterbatasan prosesor dalam memilih perangkat serbaguna gabungan antara tablet dan laptop. Kita tidak berhadapan pada prosesor ARM yang hanya dapat ditemui di dunia komputing terbatas seperti Android dan iOS. Kini full computing dapat dilakukan penuh secara mobile.

Cross posting dari asust100.

Disclaimer: Ini review, bukan advertorial. Penulis tidak mendapatkan apapun dari ASUS, Microsoft, Intel, maupun pihak-pihak lainnya.

Spesifikasi ASUS Transformer Book T100

April 11, 2014 2 komentar

ASUS Transformer Pad Infinity TF700T

ASUS memiliki beberapa line untuk produk convertible mereka. Pertama adalah Transformer Pad yang menggunakan Android, kemudian Transformer Book yang merupakan pure Windows 8.x convertible. Ada juga yang menggunakan Android sekaligus Windows 8.x yaitu Transformer Book Trio. Gambar di atas adalah ASUS Transformer Pad Infinity TF700T ber-OS Android yang tidak dijual di Indonesia. Selain itu ada lagi VivoTab, convertible yang termasuk ke dalam jajaran tablet premium.

Untuk Transformer Book T100, terdapat beberapa versi tergantung di negara mana dijualnya. Untuk versi US, yang dijual adalah versi dengan storage SSD 32GB dan 64GB saja. Harganya berkisar mulai dari $349 atau sekitar Rp 4 juta. Namun versi yang dijual di Indonesia adalah versi T100 dengan storage SSD 32GB plus SATA HDD 500GB dan SSD 64GB plus HDD 500GB. Itu sebabnya harganya di Indonesia rata-rata lebih mahal sekitar satu juta rupiah dibandingkan harga di US.

Untuk urusan otak, berikut ini adalah spesifikasi dari ASUS T100:

Prosesor Intel® Bay Trail-T Quad Core Z3740 Processor
Sistem Operasi Windows 8.1
Memori 2 GB
Display 10.1" 16:9 IPS HD (1366×768)
with Multi-Touch Screen
Grafis Integrated Intel® HD Graphics
Storage – 32GB eMMC With 500 GB HDD
– 64GB eMMC With 500 GB HDD

Sedangkan untuk koneksi dan fitur lainnya, ASUS T100 ini sudah cukup mumpuni sebagai tablet. Di antaranya adalah:

Card Reader 1 slot card reader (Micro SD )
Kamera 1.2 Mega Pixel web camera
Networking Terintegrasi 802.11 a/b/g/n
Built-in Bluetooth™ V4.0
Interface 1 x Microphone-in/Headphone-out jack
1 x USB 3.0 port(s)
1 x Micro USB
1 x micro HDMI

Microphone/headphone jack, micro USB, serta micro HDMI terletak di bagian utama tablet. Sedangkan USB 3.0 terletak di keyboard dock. USB 3.0 adalah generasi baru dari USB standar yang mendukung kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pendahulunya. Jika membutuhkan berbagai hardware tambahan, kita dapat mengekstend port USB 3.0 ini dengan USB extender. Kelemahannya, ini tidak dapat dilakukan jika tablet tidak dipasang di dock-nya.

ASUS Transformer Book T100 telah dilengkapi dengan built-in speaker di bagian belakang tablet. Microphone terletak di bagian atas dekat dengan kamera.

Audio Built-in 2 Speakers And Array Microphone
Baterai 2Cells 31 Whrs Polymer Battery
Adaptor Daya Output :
5 V DC, 2 A, 10 W
5 V DC, 3 A, 15 W
Dimensi Tablet:
263 x 171 x 10.5 mm (WxDxH)
Dock:
263 x 171 x 13.1 mm (WxDxH)
Dock: (HDD Dock)
263 x 171 x 13.95 mm (WxDxH)
Berat Tablet:
0.55 kg
Dock:
0.52 kg
Dock: (HDD Dock)
0.60 kg

Menurut keterangan di situs asus.com, baterai yang ada di dalam unit yang dijual di Indonesia adalah sama persis dengan baterai yang dijual di US. Kemungkinan besar ketahanan baterai ini sedikit di bawah ASUS T100 yang beredar di US karena versi Indonesia sudah dilengkapi dengan HDD tambahan. Tentunya penambahan HDD akan memakan daya yang lebih banyak ketimbang unit yang tidak memilikinya. Apalagi HDD yang digunakan adalah jenis harddisk konvensional dengan unit berputar (motor) di dalamnya, yang berarti membutuhkan daya relatif besar.

Certificates UL, MIC, CE Marking Compliance, FCC Compliance, BSMI, Australia C-TICK / NZ A-Tick Compliance, CCC, GOST-R, CB, Energy star, IDA, Erp 2013, RoHS, JATE

Untuk keamanan pengguna, produk ini sudah compliant dan certified dengan berbagai standar industri dan produk konsumer yang ada di dunia. Selain sertifikasi internasional, tentu saja produk ini sudah lolos sertifikasi di Kementerian Kominfo.

sertifikasi

Cross posting dari asust100.

Disclaimer: Ini review, bukan advertorial. Penulis tidak mendapatkan apapun dari ASUS, Microsoft, Intel, maupun pihak-pihak lainnya.

ASUS T100, Tawaran Menarik


Cross posting dari asust100.

Disclaimer: Ini review, bukan advertorial. Penulis tidak mendapatkan apapun dari ASUS, Microsoft, Intel, maupun pihak-pihak lainnya.

Untuk anda yang hendak memulai perkenalan dengan Windows 8.x, ASUS Transformer Book T100 merupakan titik awal yang baik. Untuk ukuran laptop bertenaga Windows 8.x, memang ASUS T100 ini bukanlah yang termurah. Tetapi ada beberapa kelebihan yang menjadikannya laptop ini stands out dari laptop lainnya.

Pertama, ini bukan sekadar laptop, tetapi convertible laptop. Layar dapat di-detach dari keyboard sehingga berubah seketika menjadi tablet. Artinya, semua processing unit dan computing terletak di bagian layar. Ini signifikan sekali perbedaannya dibandingkan dengan berbagai laptop yang ada di pasaran. Pada umumnya laptop meletakkan bagian processing dan computing di bawah keyboard. Di pasaran komputer, ASUS T100 ini rupanya lebih terkenal sebagai tablet ketimbang laptop.

Kedua, meskipun masih menggunakan keluarga Intel Atom, generasi yang digunakan sudah berkembang sangat signifikan. Sejauh ini tidak ditemukan lag yang cukup berarti untuk aktivitas kerja normal. Intel Atom dengan arsitektur Bay Trail ini adalah jawaban dari Intel untuk perang prosesor yang beberapa tahun terakhir ini diambil alih oleh platform ARM karena hemat daya. Dengan Bay Trail, bukan hanya powerful, tapi prosesor ini sangat hemat daya sehingga untuk pemakaian normal, baterai internal mampu bertahan hingga 11 jam.

Ketiga, yang paling menarik dari laptop ini disamping bentuknya yang convertible adalah harganya yang hanya di kisaran Rp 5 juta rupiah saja. Harga ini sudah mencakup SSD sebesar 32GB, harddisk SATA 500GB, tablet beserta full keyboard dock, Microsoft Windows 8.1 Pro, dan Microsoft Office 2013 Home and Student Edition. Luar biasa bukan? Sebagai bandingan, pada masa 2 tahunan yang lalu, sebuah laptop Lenovo yang ekivalen (pada masanya) diberi label Rp 3 juta dan masih belum diinstal operating system apapun. Laptop ini out of the box dari Windows dan Officenya sendiri sudah berharga lebih dari Rp 2 juta. Sebuah penawaran yang membuat pencari budget laptop baru susah untuk menolaknya.

Ikuti artikel-artikel kami berikutnya dalam membedah ASUS T100 ini. Berbagai tips dan trik serta ulasan mengenai hardware terbaru yang terkait dengan ASUS T100 juga akan disajikan. Selamat menikmati.

%d blogger menyukai ini: