Beranda > artikel, indonesia, showbiz > Getting people back to work

Getting people back to work



Ada yang ingat dengan mendiang Aaron Swartz? Dia adalah anak muda brilian pendiri beberapa startup sukses yg kemudian terbelit kasus hak cipta hingga akhirnya bunuh diri. Bukan tentang orangnya atau startupnya, tapi dia pernah menulis sesuatu yang menurut saya menarik di blognya. Sayangnya saya baru membaca blognya setelah dia bunuh diri.

Pada satu artikel dia bercerita tentang Batman Begins. Satu ironi yang terjadi adalah ketika Thomas dan Martha Wayne yang hampir bangkrut karena membangun jaringan kereta murah dalam kota untuk penduduk Gotham, kemudian malah dibunuh oleh (salah satu) penduduk Gotham sendiri. Mereka dibunuh oleh orang yang sedang habis-habisan mereka bantu.

Apa sebenarnya yang sedang dilakukan Thomas dan Martha? Swartz bercerita, mereka sebetulnya sedang berusaha mendorong orang untuk bekerja, getting people back to work. Agar mereka mau bergerak ke ujung lain kota untuk bekerja, sehingga tingkat kriminalitas menurun dan masyarakat menjadi sejahtera. Gotham bukanlah kota kecil. Dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa, kita bisa membayangkan ukuran kotanya. Maka kendala transportasi menjadi kendala yang sangat berarti, yang dapat membuat orang enggan bekerja. Entah karena penghasilannya tidak memadai untuk menutup sekaligus biaya hidup + transportasi, atau memang karena tidak ada moda transportasi murah-cepat.

Amerika bukanlah Indonesia. Di negara kita, serbuan pemasaran kendaraan roda dua dari luar negeri sudah luar biasa. Meskipun tidak ada moda transportasi massal yang murah, namun orang bisa beli (well, nyicil maksudnya) motor dengan harga yang sangat murah, dengan cicilan yang juga sangat murah. Dikombinasikan dengan harga BBM yang disubsidi, menjadikan motor sebagai moda transportasi termurah dan paling fleksibel yang ada di negeri ini.

Oke, sebagian kawan berpendapat bahwa KRL atau commuterline lebih murah. Saya tidak membantah. Masalahnya tidak di semua kota ada jaringan commuterline. Di Bandung saja jaringan kereta hanya menghubungkan wilayah paling barat dan paling timur dengan satu line saja. Orang yang tinggal di wilayah lain praktis tidak terlayani. Angkot? Hasil perhitungan saya, angkot (yang menggunakan BBM bersubsidi) lebih mahal setidaknya dua kali lipat dari motor (yang juga menggunakan BBM bersubsidi) untuk kebutuhan komuter harian. Itu belum ditambah dengan ongkos antar-jemput anak ke sekolah, belanja ke pasar, berkunjung ke saudara, dan transportasi lainnya di luar komuter.

Jangan salahkan masyarakat ketika mereka menggunakan motor untuk kebutuhan transportasi hariannya. Ini hanya sekedar bentuk optimasi dalam menyiasati anggaran rumah tangga mereka. Dalam perspektif ini, saya pribadi cukup yakin bahwa kenaikan harga BBM malam tadi tidak memberi pengaruh signifikan untuk pos pengeluaran transportasi harian. Paling hanya bertambah Rp 5.000 per dua atau tiga hari.

Tetapi urusan harga BBM ini sebenarnya bukan di harga BBM-nya sendiri. Melainkan di harga segala macam barang yang dijual di pasar (pasar apa pun ya, mau tradisional, modern, online, apa pun), karena semua barang itu mengandung unsur BBM di dalamnya, minimal untuk distribusinya. Kenaikan 30% harga premium dan 35% solar dalam prediksi saya dapat memicu kenaikan setidaknya 10% biaya produksi.

Kembali ke soal subsidi dan Batman Begins tadi, dalam perspektif saya subsidi BBM bukanlah tentang memurahkan harga BBM yang akan dibakar di jalan-jalan raya. Tapi tentang memurahkan harga segala macam bagi rakyat Indonesia. Subsidi BBM adalah upaya negara menggerakkan rakyatnya untuk bekerja. Subsidi BBM adalah upaya negara dalam memurahkan makanannya, memurahkan transportasinya, memurahkan pendidikannya.

Subsidi BBM adalah upaya negara memacu rakyatnya untuk berkarya.

*gambar di-link dari wikipedia

  1. Belum ada komentar.
  1. November 19, 2014 pukul 12:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: