Beranda > lama > Ahlan Wa Sahlan

Ahlan Wa Sahlan


Saya ucapkan ahlan wa sahlan, selamat datang kepada pengunjung blog saya. Dua hari terakhir ini, sejak saya mengupload wawancara Ust Hilmi yang dirilis oleh PKS di harian umum Republika selama dua hari berturut-turut (21-22 Juni 2010), trafik blog ini meningkat cukup tajam. Silakan didownload dan dibaca wawancara tersebut serta dipahami isinya dengan hati terbuka tanpa perlu disertai prasangka.

PKS merilis wawancara ini sebagai penjelasan atas berbagai isu yang berkembang serta menjadi keputusan pada Munas kedua yang lalu. Isu yang paling hangat dan paling banyak disalahartikan orang adalah tentang konsep partai terbuka. Dari apa yang dibahas secara resmi, kita perlu memahami bahwa konsep terbuka PKS bukan sekedar konsep pragmatisme demi meraih suara yang banyak. Tetapi ini adalah cerminan dari ajaran Islam yang secara integral diaplikasikan dalam aktivitas kepartaian. Jadi bukan sekedar langkah populis, tapi memang terencana sejak awal.

Jika memperhatikan pemahaman Islam yang menjadi bahan untuk pembinaan kader-kader PKS, sepatutnya kita tahu bahwa partai ini memang tidak didirikan hanya demi kepentingan masyarakat muslim Indonesia saja. Tapi jauh lebih besar dari itu, yaitu untuk seluruh ummat manusia. Dan untuk skala nasional, artinya tidak dibatasi hanya bagi muslim saja, tetapi juga untuk kemaslahatan bersama. Mengapa prinsip keterbukaan ini tidak diimplementasikan sejak awal? Seperti yang sudah dijelaskan oleh Ust Hilmi Aminuddin, ini hanya masalah strategi internal. Kalau integritas dakwah di internal belum mapan, maka akan berat jika keterbukaan ini sudah dideklarasikan. Lain halnya dengan masa sekarang ketika piramida keanggotaan semakin besar dan jumlah kader semakin banyak. Pondasi yang ada sudah memungkinkan untuk membua orang-orang dengan spektrum yang lebih luas untuk bekerja sama dalam memperbaiki negara ini.

Seorang adik mengatakan dalam postingnya di surat pembaca detik.com bahwa era partai dakwah bagi PKS sudah berakhir. Ketahuilah, bahwa PKS tidak mengakhiri visinya sebagai partai dakwah. Bahkan dalam Munas kedua kemarin PKS semakin menegaskan identitasnya sebagai partai dakwah yang dituangkan dalam Visi PKS 2010-2015: MENJADI PARTAI DAKWAH YANG KOKOH DAN TRANSFORMATIF UNTUK MELAYANI BANGSA. Sedangkan ide keterbukaan tidak mengeliminasi dakwah sebagai orientasi partai ini.

Kategori:lama
  1. Juni 24, 2010 pukul 9:33 am

    sudah sejatinya da’wah pks menjadi semakin terbuka untuk seluruh ummat manusia. salut deh

  2. Juli 1, 2010 pukul 3:59 pm

    Good Post

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: