Beranda > studi, tips > Kuliah di Malaysia

Kuliah di Malaysia


Menurut data yang disiarkan di media massa, saat ini ada lebih dari 10 ribu warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan tingkat tinggi di Malaysia. Jenjang yang diambil mulai dari diploma (University College), degree (kira-kira setara sarjana), dan post graduate (master dan doktoral). Universitas yang diikuti tidak hanya yang berstatus negeri, tetapi juga swasta. Saat ini Malaysia memang memiliki ekosistem yang cukup memadai untuk berkembangnya industri pendidikan. Atmosfer internasional yang mereka miliki membuat mereka mampu menembus berbagai barrier bangsa dalam menawarkan program pendidikan.

Secara umum memang susah untuk membandingkan universitas di Malaysia dengan universitas di Indonesia. Problem pendidikan di Indonesia saat ini adalah kemerataannya. Di pulau Jawa banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang kualitasnya mumpuni. Tetapi berbicara secara kolektif, maka kita punya banyak PR di daerah-daerah. Malaysia diuntungkan dengan wilayah yang relatif kecil dan penduduk yang relatif sedikit. Mobilisasi sumber daya menjadi amat mudah dilakukan.

Jika kita ingin membandingkan antara universitas di Malaysia dan Indonesia, maka yang perlu kita lakukan adalah menentukan subyek perbandingannya. Kita tidak bisa membandingkan antara UI yang sangat besar dengan ITB yang sangat spesifik, bukan? Sama halnya dengan perbandingan universitas antar negara. Yang paling mudah adalah dengan melihat parameter standar, misalnya bagaimana keberterimaan alumninya di dunia kerja, bagaimana proses belajar dan mengajar dilakukan, apakah ada pelatihan industri atau tidak, apakah mata kuliahnya mencukupi atau tidak. Kemudian fasilitas kampusnya selengkap apa? Apakah sudah sesuai dengan visi dan misi universitas tersebut. Bagaimana koleksi buku di perpustakaannya? Apakah terupdate dengan jurnal-jurnal ilmiah terbaru? Yang paling tinggi biasanya adalah seberapa jauh keberhasilan risetnya, yang ditandai dengan paper yang diproduksi, sitasi dari paper yang dihasilkan, dan berapa impact factor jurnal yang berhasil ditembus.

Atmosfir Internasional

Selain dari itu, mungkin yang bisa kita bandingkan secara fair adalah atmosfir kampus serta biaya hidupnya. Secara umum Malaysia memang memiliki kelebihan dari sisi atmosfer internasional. Mungkin karena secara internal dia memiliki tiga ras besar yang komposisinya cukup signifikan (Melayu 60%, China 25%, India 10%, lain-lain 5%) sehingga penggunaan 4 bahasa besar dalam kehidupan sehari-hari adalah lumrah (Bahasa Melayu, Inggris, China, India). Kondisi ini menyebabkan kita lebih mampu untuk membuka diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa lain (Inggris misalnya) ketimbang di Indonesia.

Atmosfir ini juga dilahirkan dari banyaknya orang asing yang lalu-lalang di mana-mana. Kita biasa berjumpa dengan warga negara asing ketika di kantin, kelas, masjid, supermarket, bis, dan segala tempat lainnya. Suatu hal yang nyaris tidak bisa ditemui di kota-kota pelajar di Indonesia. Kondisi seperti inilah yang membuat mahasiswa Indonesia merasa mendapatkan situasi yang berbeda. Sebab jika mereka kembali kepada komunitas lokal melayu, maka nyaris tidak akan terasa sedang berada di luar negeri untuk menuntut ilmu. Semuanya nyaris sama, mulai dari pakaiannya, kebiasaannya, wajahnya, dan terutama bahasanya.

Sudah cukup lama Malaysia membuka program undergraduatenya bagi mahasiswa asal Indonesia. Yang paling merasakan manfaatnya adalah saudara-saudara kita asal Sumatra. Bayangkan saja, hanya dengan biaya sekitar RM 1000 per semesternya (kurang dari Rp 3 juta), mereka bisa mendapatkan kuliah dengan fasilitas yang lebih baik dibanding harus hijrah ke Jawa. Saudara kita yang di Sumatra ini untung karena secara geografis tidak sejauh ke jawa, tetapi mendapatkan pengalaman “kuliah di luar negeri” plus fasilitas yang lebih baik dibanding kuliah di daerahnya di Sumatra sana. Meskipun sebenarnya kurang lebih saja jika kita membandingkannya dengan universitas di pulau Jawa.

Tetapi sejak tahun 2009 nampaknya masa-masa indah itu mulai surut. Sekarang biaya studi sudah semakin mahal seiring dengan terjadinya krisis global yang membuat pemerintah Malaysia mengalami penurunan anggaran cukup besar di bidang pendidikan. Bahkan dari rumor yang ada, rencananya subsidi bagi mahasiswa Internasional akan dicabut sepenuhnya. Kalau sekarang biaya studi berkisar di sekitar RM 2000, maka setelah dicabut akan meningkat drastis menjadi sekitar RM 14.000. Dan jika itu terjadi, mungkin hanya universitas-universitas swasta saja yang akan terus diisi dengan mahasiswa asal Indonesia.

Dukungan Pada Riset

Malaysia memang memiliki dana luar biasa untuk riset. Banyak grant bernilai ratusan ribu ringgit yang ditawarkan. Lebih banyak lagi untuk grant yang nilainya hanya berada dalam orde puluhan ribu ringgit. (note: RM 100.000 adalah sekitar Rp 280 juta dan RM 10.000 adalah sekitar Rp 28 juta) Dana riset inilah yang banyak digunakan untuk membiayai riset sekaligus studi mahasiswa tingkat master dan doktor. Dari dana ini biasanya seorang mahasiswa mendapatkan allowance per bulan dengan variasi mulai dari RM 600 hingga RM 1800. Suatu jumlah yang sebetulnya lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari.

Meskipun terkena krisis global, dana riset ini tetap tersedia cukup banyak. Karena itu jika anda berminat studi di Malaysia dengan memanfaatkan fasilitas dana riset ini, maka anda hanya perlu menentukan universitas, mencari calon supervisor yang potensial, dan mulailah korespondensi dengannya. Tanyakan, apakah ada kesempatan untuk anda menjadi studentnya. Kalau ada, mulailah proses administrasi pendaftaran sebagai student di universitas tersebut.

Selamat mencoba.

Kategori:studi, tips Tag:
  1. binayu
    September 16, 2010 pukul 2:15 pm

    Saya murid kelas 11 di SMAN 71 Jakarta. Biasanya universitas mana saja yang umumnya dipilih para pelajar indonesia untuk menuntut ilmu?

    • michael
      Oktober 2, 2010 pukul 8:15 pm

      sunway dan monas, kalo swasta , kalo negri ukm, saya kelas 12 sma riau

  2. masnun
    Oktober 5, 2010 pukul 1:48 am

    mas tolong informasikan, ada gak komunitas mahasiswa indonesia disana yang kuliyah sambil kerja

  3. yuli satika
    November 17, 2015 pukul 9:30 pm

    kalau di sunway tanpa ielts apakah bisa masuk? dan berapa biaya masuk serta persemester dari sunway?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: