Beranda > dunia islam, pks, politik > Perdebatan Seputar Pemilu

Perdebatan Seputar Pemilu


Akhir-akhir ini saya mengamati ada sedikit kenaikan ekskalasi kampanye golput dan anti demokrasi. Tapi sejujurnya saya sudah bosan dengan wacana-wacana seperti ini, perdebatan demokrasi, khilafah, pemilu, dsb. Bagi saya semua sudah jelas, tak perlu diperdebatkan lagi. Hanya buang-buang tenaga dan waktu. Seharusnya sekarang sudah semakin intensif kampanye, bukan duduk berdebat tentang hal-hal yang tidak perlu.

Tapi terkadang saya merasa seperti ditikam oleh saudara sendiri. Yah, namanya juga manusia, ada kalanya merasa sakit hati. Saya pribadi enggan mengangkat topik seperti itu di blog ini. Lebih baik saya komentari diblog mereka saja, ketimbang menduplikasikan masalah tersebut ke sini.

Ya Allah, berilah keluasan hati pada kami. Amiin.

Kategori:dunia islam, pks, politik
  1. adi isa
    Maret 16, 2009 pukul 2:10 pm

    koq, jadi pesimis gitu y?

  2. salam revolusi
    Maret 22, 2009 pukul 4:03 pm

    waaa,,,terlalu kejam, ustadz jika di sebut “menikam”. apa tidak berlebihan? saya menyebut antum ustadz karena saya tahu antum orang yang memiliki ilmu jauh di atas saya.

    saya, antum, siapapun itu, pasti tidak akan pernah tahu niat seseorang dalam berbuat. terlalu naif jika men’judge’ saudara-saudara seaqidah yang berusaha untuk memuhasabahi saudara2nya yang lain.

    wajar jika antum merasa “sia-sia” dengan debat yang akhirnya berujung debat kusir saja. yang tidak ada penyelesaian di sana. sekali lagi, kita berusaha untuk menyamakan persepsi.

    oia, pesan aja sih, daripada antum sakit hati sendiri, karena merasa “semua sudah jelas, tidak perlu di perdebatkan lagi”, lebih baik tidak perlu ikut “terjun” dalam perdebatan itu. apalagi hanya membuang tenaga dan waktu. ^+^

  3. Maret 23, 2009 pukul 2:44 pm

    Iya yah, barangkali “ditikam” memang terlalu kasar untuk peristiwa seperti ini.

    Untuk banyak kasus, sejujurnya, saya merasa demikian. Tetapi seringkali saya membuat pembenaran dalam hati, bahwa yang melakukannya memang belum paham terhadap asas-asas gerakan mereka, sehingga jatuhnya pada apa yang biasa disebut orang sebagai “fundamentalis”. [pokoknya saya benar, anda salah]

    Afwan jika terlibat diskusi di blog anti, soalnya saya direfer ke sana oleh akh rezaageung dari notenya di facebook. Jadinya tergoda untuk ikut urun suara.

    Tapi susah untuk tidak terlibat sepenuhnya dalam diskusi seperti ini, soalnya selalu berseliweran di depan mata, baik itu note2 di facebook maupun email-email di milis. Susah untuk tidak berkomentar, apalagi kalau tulisannya provokatif. [ternyata mudah diprovokasi juga ya😀 ]

  4. Maret 28, 2009 pukul 12:36 pm

    assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  5. April 3, 2009 pukul 8:37 am

    @dir88gun
    Afwan, mungkin karena adanya dua link dalam komen anda, jadinya sempat terpending karena dikira spam oleh wordpress.

    Mari kita gugat demokrasi. Bersihkan semua kekufuran didalamnya.

    Jangan lupa, tanggal 9 April 2009 pilih PKS, untuk demokrasi yang bebas dari nilai kekufuran.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: