Beranda > pemerintah, tips > Prosedur Pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)

Prosedur Pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)


Sudah tiga buah passport yang saya urusi pembuatannya. Dua yang pertama adalah milik saya sendiri dan istri saya, yang diapprove bulan Maret tahun ini. Dan yang ketiga baru selesai  beberapa minggu yang lalu milik Farouq, putraku yang lucu yang baru berumur 3 bulan ketika itu.

Pada dasarnya, pembuatan SPLP atau passport sangat mudah. Anda hanya perlu datang ke kantor imigrasi, minta formulir (gratis, tapi biasanya dikutip 15000 untuk map dan sampul passport). Kemudian lengkapi persyaratannya dan serahkan kembali ke kantor imigrasi. Anda akan diberikan tanda terima berkas dan diminta datang kembali dua hari berikutnya untuk pembayaran (270.000 untuk SPLP 48 halaman), dan sehari setelahnya untuk foto, wawancara singkat, dan aplikasi biometrik (finger print).

Kurang dari seminggu setelah foto dan wawancara anda diminta kembali lagi untuk mengambil Passport yang sudah selesai disahkan. Kemudian anda diminta untuk memfotokopinya dan menyerahkan kopiannya ke loket tempat anda mengambil passport tadi. Anda hanya membutuhkan uang sebesar 15.000 (untuk map) + 270.000 (SPLP 48 hlm dan aplikasi biometrik) + 6000 (materai) + 2000 (foto kopi macam-macam). Total hanya sekitar Rp 293.000 saja. Jika anda menggunakan jasa calo, mungkin bisa mencapai 1 jutaan, tergantung negonya (dan saya tidak menyarankan opsi ini).

Prosedur yang mudah ini menjadi seolah tidak mudah karena masih banyak calo yang berkeliaran. Tetapi dari pengamatan saya, wilayah gerak mereka sudah sangat dibatasi oleh pihak keimigrasian, sehingga kita bisa sama leluasanya dengan para calo tersebut dalam mengurus passport (tentunya dengan prosedur standar. kalau mau kilat, ceritanya lain lagi).

Selain itu, seperti halnya kantor pemerintah yang lain, kemudahan pelayanan masih menjadi prioritas kesekian dalam pelayanan mereka. Jika kita sering keluar masuk bank, kantor-kantor customer support swasta seperti GraPARI atau galeri Indosat, maka kita akan terhambat jika kita menyangka peralatan-peralatan yang sama akan digunakan sebagaimana mestinya di kantor-kantor pemerintahan tersebut.

Sistem antrian elektronik yang terpadu nyaris dibiarkan teronggok tak termanfaatkan, kalaupun digunakan, terkesan hanya sekedarnya saja. Jadi untuk antrian, proaktiflah. Jangan menunggu nomor kita dipanggil, karena biasanya petugas di loket yang bersangkutan tidak menekan counter antrian.

Tapi anda jangan membayangkan proses pembuatan passport ini seperti membuat KTP atau Kartu Keluarga yang prosedur dari RT sampai Keluarahan masih manual (baca: tulis tangan). Data yang dimasukkan di loket A akan otomatis bisa diakses dari loket lainnya. Karenanya anda tidak akan dipusingkan seperti ketika membuat KTP, KK, atau bahkan N-A (entah singkatan dari apa. tak ada seorang petugas pun yang tahu) ketika mengurus administrasi pernikahan anda.

Mudah-mudahan tips ini bermanfaat bagi yang akan mengurus passportnya.

Have a nice trip😉

Kategori:pemerintah, tips
  1. Desember 30, 2008 pukul 3:21 pm

    Mau kuliah lagi ya? Atau naik haji? Atau kerja di LN?🙂
    Moga2 barakah😀

  2. Desember 31, 2008 pukul 8:44 am

    kuliah lagi😀

    btw, kok jarang banget ngeliat onlen di ym, kemana aja?
    mo ngebicarain yang kemaren nih🙂

  3. mahfud
    Desember 10, 2009 pukul 3:59 pm

    siiip…
    gampang geuning..

  4. Juni 26, 2011 pukul 7:34 pm

    Baru sadar saya bahwa SPLP dan paspor itu dua jenis dokumen yang berbeda. SPLP lebih simpel dari paspor, tapi perbedaan pastinya saya belum mendapatkan informasinya.

  5. November 11, 2016 pukul 6:41 pm

    Apakah Anda situs memiliki halaman kontak? Saaya mengalami sulit waktu menemukan itu tapi,
    saya ingin mengirim Anda sebuah e-mail .
    Aku punya beberapa ide-ide kreatif untuk blog Anda, Anda mungkin tertarik
    pada pendengaran. Either way, besar situs dan saya brharap untuk melihat ituu tumbuh dari
    waktu ke waktu.
    http://gpa-calculator.blogspot.com/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: