Beranda > indonesia > Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada

Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada


Tentunya anda sudah sering mendengar bait judul tersebut. Itu adalah salah satu nasyid yang dinyanyikan oleh Shoutul Harokah, yang belakangan ini sering diputar di mana-mana. Mulai dari mp3 komputer di kantor, radio MQ FM (walaupun sekarang sedang hiatus, cmiiw), acara-acara partai, dan lain sebagainya.

Yang saya tangkap dari lagu tersebut, sebenarnya harapan yang dimaksud adalah PKS atau kader PKS. Tapi saya pribadi mencoba untuk bersikap lebih fair dalam menyimpulkan harapan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini.

Melihat tren pemberitaan semua media massa beberapa bulan terakhir, kita akan senantiasa dibuat miris dengan keadaan bangsa ini. Mulai dari pemberitaan semakin susahnya hidup rakyat, gagalnya atlet-atlet kita dalam event-event internasional, sampai korupsi lembaga tinggi yang terungkap tiada henti. Singkat kata, sepertinya sudah tidak ada lagi harapan bagi negeri ini.

Tetapi kalau kita mencoba jujur memperhatikan setiap lapis komponen bangsa, sebenarnya kita tidak perlu sampai pada kesimpulan seperti itu. Terlalu banyak potensi bangsa yang belum muncul, yang sebenarnya bisa menjadi harapan bagi kebangkitan kembali negeri ini. Terlalu banyak alasan yang bisa menyanggah kesimpulan kebangkrutan negeri ini.

Sebut saja kekayaan alam. Negeri ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan tak habis-habis. Meskipun sudah dieksploitasi tak terkontrol selama puluhan tahun, tapi lihat, ternyata masih banyak juga yang belum dieksploitasi. Jadi jangan khawatir kita kehabisan kekayaan alam. Karena ketika kejujuran sudah menguasai negeri ini, sebenarnya modal sumber daya alam yang bisa menjadi amunisi masih tersedia dalam jumlah yang sangat melimpah.

Kemudian kekayaan intelektual, termasuk juga didalamnya kekayaan manusia. Walaupun koruptor benar-benar sudah merajalela di negeri ini, tetapi sebenarnya kekuatan anti-korupsi juga bekerja dengan sangat hebatnya membangun kekuatan. Inilah yang membuat kami meyakini bahwa harapan itu ada. Bahkan tidak sekadar ada, tapi luas membentang.

Di lembaga pemerintahan, banyak idealis yang menunggu lahirnya pemimpin yang juga idealis, untuk menggunakan tenaga mereka. Di dunia bisnis dan ekonomi, banyak idealis yang menunggu munculnya kesempatan ideal (atau semi ideal) untuk kebangkitan usaha mereka. Di dunia parlemen, juga banyak para idealis yang suaranya masih terbenam di belantara para koruptor dan yang mementingkan perut sendiri. Di dunia eksekutif juga sama. Di dunia pendidikan apalagi. Singkat kata, harapan untuk kebangkitan negeri kita masih ada.

Tidak! Tidak sekadar masih ada, tapi masih luas terbentang. Tinggal, apakah kita akan menjadi bagian dari harapan itu, ataukah sekadar bagian dari beban bangsa yang menyebabkan harapan seolah tidak ada lagi. Itu semua pilihan kita.

Wallahu a’lam.

Kategori:indonesia
  1. imam alkarami
    Juli 11, 2008 pukul 1:50 pm

    dan media adalah senjata ampuh yang membuat mimpi2 menjadi suram..
    bagaimana tidak, setiap harinya kita dicekoki masalah2 yang bertambah hari bertambah berat…dari mulai sarapan hingga mau tidur..

    berita negatif ini sedikit demi sedikit menggerogoti otak kreativitas dan rasa bersalah yang sangat besar..

    padahal ada banyak penemuan yang telah dibuat oleh mahasiswa2 di labnya, padahal banyak ukm2 yang telah berhasil, padahal banyak prestasi yang ditorehkan di luar negeri sana..

    jika berita positif ini terus diblow up oleh media, maka energi positif akan terus menular dan terus menyemangati masyarakat kita secara sehat…

  2. Juli 15, 2008 pukul 10:26 am

    sepakat dengan mas imam.

    mari kita sebarkan berita-berita positif, setidaknya dari blog kita dahulu.

  3. cantigi
    Juli 15, 2008 pukul 8:57 pm

    iya, saya juga setuju. mulai dari hal kecil dan sederhana, saling berbagi kebaikan pada sesama, mulai dari blog masing2🙂 walaupun hanya sepenggal kalimat sederhana, semoga bermanfaat.
    salam kenal ya..😉

  4. Juli 16, 2008 pukul 8:31 am

    setujuuuu🙂 kok malah nyepam🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: