Beranda > lama > Selamat Jalan Chrisye…

Selamat Jalan Chrisye…


Jumat dini hari, pukul 04.08, sang legendaris tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Chrismansyah Rahardi, dilahirkan pada tahun 1949, sejak melahirkan album pertama pada tahun 1977, telah merilis lebih dari 40 album termasuk album kompilasi yang semuanya laris di pasaran. Tidak hanya laris, tetapi lagu-lagunya menempati tempat tersendiri di hati para penggemarnya, termasuk saya.

Sejak pertama kali mendengar lagunya, saya langsung menyukainya. Mulai dari lirik lagunya termasuk aransemennya, hingga jenis suaranya. Bahkan semua lagunya yang kuputar dari album kompilasi Konser Tur 2001, seolah tidak asing di telingaku. Padahal semula ku lihat lagu-lagunya sangatlah asing. Entah kenapa setelah diputar, ternyata semua familiar terdengarnya. Tak ingat persis di mana saya mendengar sebelumnya.

Seorang sosok yang sangat menyenangkan, terutama bagi para juniornya di dunia musik. Seperti dituturkan oleh Pasya – Ungu dan Armand – Gigi. Bahkan ketika akan membuat rekaman duet dengan mereka, bayangan akan bertemu dengan seorang senior yang legendaris segera berganti dengan kesan terhadap seorang sahabat.

Sejak divonis menderita kanker paru-paru stadium 4 pada Agustus 2005, beliau sudah harus istirahat total dari semua kegiatan menyanyi, baik di studio maupun di panggung. Tetapi beliau tetap berusaha untuk berkarya. Bahkan pada tahun 2006 beliau sempat merilis kembali sebuah album berformat duet dengan artis-artis Indonesia masa kini, mulai dari band anak muda seperti Ungu dan Petepan, hingga Hetty Koes Endang dan Nicky Astria. Pun pada tahun 2006 itu pula beliau masih sempat membuat video klip bersama untuk lagu “Cinta yang lain”, walaupun datang dengan kursi rodanya.

Seminggu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, kesahatannya memang terus menurun. Walaupun keluarganya telah pasrah dengan keadaan yang ada, tetapi bukan berarti putus asa. Tim medis sempat didatangkan ke rumahnya di Jl. Asem II No. 80 Cipete Jakarta Selatan, lengkap dengan semua peralatan rumah sakit.

Akhirnya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap ada kelahiran pasti ada kematian. Takkan ada yang sanggup memajukan maupun memundurkan waktunya. Pelantun lagu “Lilin – lilin kecil” serta “Kidung” tersebut telah berpulang kepada penciptanya. Semoga amal dan ibadahnya di terima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Allahummaghfir lahu warhamhu
wa’afihi wa’fu ‘anhu
waghsilhu bil maai watstsalji wal baradi
wabdilhu daaran khayran min daarihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan kayran min zawjihi
wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaabannaar
amiin.

——————————————————————-
sayup-sayup terdengar dari speaker komputerku…

kala malam tiada berbintang
tampak redup wajah rembulan
hening sunyi sangat mencekam
desir angin pun tanpa suara

ku termenung menatap alam
kepasrahan semakin dalam
jagat raya dan seisinya lukisan segala kuasa

kehidupan di alam semesta
mengagumkan dan luar biasa
semakin kurasa keagungan ini
karya ciptaMu Tuhan

embun pagi dan rerumputan
hijau daun dan warna bunga
kicau burung yang hinggap di dahan
matahari bersinar terang

semua ini semakin kurasa
sebagai nikmat yang tlah Kau berikan
takkan kulangkahkan kakiku lagi
tanpa bimbinganMu Tuhan

Hening
performed by: Chrisye feat Ungu, Peterpan, Sophia, Atiek, Vina, Waljinah, Titi, Project Pop, Nicky, Hetty, Dhani.

Kategori:lama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: