Beranda > lama > Multitasking Person

Multitasking Person


Multitasking atau melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan, merupakan fitur yang lazim kita temukan pada komputer era sekarang. Berbeda dengan komputer dahulu, saat ini kita bisa membuka beberapa aplikasi secara bersamaan dalam desktop yang sama. Misalnya kita sedang membuat suatu tulisan sambil mendengarkan “Hit The Floor”nya Linkin Park. Di tengah-tengah itu juga sedang menyelesaikan program assembler yang ditulis dengan program Reads51 dari Rigel, serta merancang desain casing alat dengan Corel 12. Hal ini sangat lumrah dilakukan, mengingat komputer saat ini memiliki memori yang sangat besar. Dengan memori 512 Mb saja hal tadi sudah bisa dilakukan tanpa membuat komputer hang.Tetapi pada tulisan ini saya tidak sedang ingin membahas komputer modern dengan segala kecanggihan di dalamnya. Saya sedang berusaha mengeluarkan gagasan yang selama ini sering terpendam tentang orang-orang yang sering melakukan aktivitas multitasking. Melakukan banyak pekerjaan berbeda dalam waktu yang sama. Banyak orang yang melakukan hal ini. Multitasking dapat melatih orang untuk berpikir lateral, tidak hanya linear, apalagi parsial, karena dia akan terlatih untuk melakukan segala sesuatu dengan baik sambil merencanakan melakukan yang lainnya, dengan baik pula. Ketika sudah terbiasa, dia tidak akan mudah panik jika ada beberapa hal yang kurang sempurna atau berjalan kurang optimal.Seseorang yang multitasking menjadikan dirinya dimiliki tidak hanya oleh dirinya sendiri. Tetapi juga dimiliki oleh orang-orang lain yang berasal dari tempat yang berbeda-beda. Biasanya orang tipe ini akan cenderung aktif dan terlihat mampu melakukan segala hal. Mereka asertif dalam mengemukakan pendapat dan cenderung memaksakan kehendak mereka. Hal ini karena mereka sudah terlatih untuk berpikir selangkah lebih di depan dan karenanya cnderung merasa lebih sempurna dari lainnya. Suatu efek yang positif dan tentunya negatif. Baik bagi dia sendiri maupun orang lain.

Karena aktivitasnya yang berada di beberapa tempat sekaligus, dia dituntut untuk dapat membagi waktu, perhatian, dan fokus dengan seadil-adilnya. Karena sebab itu, setiap task yang dimiliki akan terbatasi oleh hal-hal tersebut. Ini menjadikannya terbatas dalam mengoptimalkan setiap task tersebut. Dengan ketidakoptimalan ini, bisa terjadi ketidakseimbangan antara visi, mimpi, dan rencana dia dengan waktu yang dia miliki serta perhatian yang dia berikan. Akibat terburuk adalah ia bisa menjadi sumber dari segala kegagalan di setiap tempat yang dia memiliki task di dalamnya.

Pengalaman saya bekerja dengan orang yang multitasking memang menunjukkan indikasi demikian. Saya sebut “indikasi” karena dalam umur saya (dan dia tentunya) yang masih terbilang muda (di bawah 25 tahun) kami masih berada dalam proses tahap belajar menuju pematangan diri. Pada masa-masa itu, saya merasakan suatu ketidakfokusan yang luar biasa yang dialami oleh rekan saya tersebut. Akibatnya jelas, segala tasknya tidak berjalan dengan semestinya. Bahkan yang menjadi mimpi buruk adalah semua ketidakoptimalan itu harus saya tanggung karena saya menjadi bagian penyukses task secara keseluruhan. Jelas ini mimpi buruk, karena task yang seharusnya ringan karena dibagi ke pundak beberapa orang menjadi hanya ditimpakan pada saya seorang.

Multitasking memang bagus untuk pengembangan diri. Sangat bagus, apalagi bagi orang yang melakukannya. Proses pematangan kedewasaannya akan semakin cepat. Tetapi di sisi lain justru dapat mendzalimi orang lain yang bekerja bersama-sama dengannya. Jika hal tersebut dibiarkan, maka tidak mustahil muncul penyakit hati yang tidak diinginkan, seperti rasa tidak suka, benci, bahkan dendam. Karena itu, jika anda ingin melakukan multitasking, perhatikan partner anda. Apakah dia keberatan atau tidak? Apakah dengan multitaskingnya anda, dapat berpotensi melukai dia atau tidak? Karena membina dan menjaga ukhuwah jelas lebih penting daripada menjadi sempurna sendirian.

Kategori:lama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: