Beranda > forum-2002 > Keiretsu, Kita Memang Bukan Teknokrat Lugu Bung!

Keiretsu, Kita Memang Bukan Teknokrat Lugu Bung!


Kembali tergoda untuk menulis setelah membaca tulisan yang diforward oleh bung Galih.

Dari cerita yang diforward tersebut, saya menerjemahkan keiretsu sebagai metode mempertahankan bisnis. Metode agar seluruh perputaran uang tetap berada di dalam, aliran uang hanya bersifat masuk, tidak keluar. Kemudian teknologi yang dikembangkan juga hanya berputar di dalam saja. Tidak kemana-mana. Strategi yang wajar, mengingat teknologi macam mobil dan kendaraan pribadi lainnya adalah teknologi yang relatif mudah dikopi dan di-reverse engineering.

Tentang alih teknologi, sepertinya memang ada pandangan yang terlalu membesar-besarkan dan terlalu memandang dengan kaca mata pesimis. Memang sulit untuk dilakukan, tetapi bukan tidak mungkin dan tidak pernah dilakukan. Ada dua contoh yang perlu diperhatikan. Contoh pertama adalah kasus industri dirgantara kita, IPTN/PTDI. Pengembangan industri ini sepenuhnya dari alih teknologi. Bagaimana prosesnya hingga kita bisa membuat sebuah kendaraan berukuran dua kali bis besar yang mampu terbang dan dibeli oleh orang-orang dari seluruh dunia, sangatlah mencengangkan banyak pihak, terutama pihak asing. Logikanya, tanpa alih teknologi, maka paling cepat kita bisa membuat pesawat terbang tahun 2030, atau kalau mau dipercepat, setidaknya tahun 2020. (Ingat sejarah Kitty Hawk hingga penerbangan komersial pertama?) Tetapi pesawat pertama buatan mandiri IPTN telah terbang tahun 1995 lalu.

Kasus kedua masih berhubungan dengan dirgantara, satelit. Awal bulan ini kita disuguhkan dengan berita peluncuran satelit pertama buatan sendiri. Jelas memang bukan dari pengembangan sendiri. Tetapi bekerja sama dengan Technical University of Berlin. Tetapi langkah berikutnya sudah sangat jelas. Bahkan roadmap peluncuran sendiri satelit pun sudah dibuat. Proses ini akan semakin cepat karena di Biak saat ini sedang dibangun lokasi peluncuran wahana ruang angkasa. Proses pembuatan satelit ini mirip dengan saat ketika IPTN bekerja sama dengan CASA Spanyol membuat CN235, yang terbang perdana tahun 80an.

Dari dua contoh tersebut, kita sebenarnya tidak perlu takut dengan apa yang disebut keiretsu. Kita terlalu tangguh untuk dicegah kemajuannya hanya dengan keiretsu. Bikin pesawat saja bisa, masak bikin mobil tidak? Terbukti banyak kendaraan darat yang sudah didesain oleh banyak putra bangsa, misalnya IPTN (prototipnya sudah jadi sejak 90an), LIPI (waktu pameran produk dalam negeri sudah dipamerkan prototipnya), Texmaco (kalau ini malah sudah banyak digunakan untuk produk truk dan bisnya, bahkan sasis produksinya jadi base untuk APC terbaru PINDAD). Untuk kendaraan laut lebih banyak lagi. Mulai dari yang berteknologi tinggi seperti PT PAL, hingga produsen kapal-kapal tradisional untuk nelayan. Belum lagi ditambah PT KA yang produksinya sudah digunakan di luar negeri (Malaysia, Thailand, dan Australia).

Intinya, sebenarnya kita tidak tertinggal terlalu jauh. Kita hanya tertinggal beberapa langkah di belakang. Kita saat ini bukanlah bangsa terbelakang. Kita hanya belum sampai di depan saja. Kalau kondisi stabil seperti sekarang dipertahankan, saya meramalkan setidaknya 30 tahun lagi kita sudah menjadi bangsa yang kuat. Tetapi jika 2009 besok kita menang, saya yakin 10 tahun terlalu lama bagi kita untuk menjadi bangsa yang benar-benar besar.

Wallahu a’lam bish shawab.

Fathi Nashrullah

Kategori:forum-2002
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: