Beranda > lama > TFT + Sosialisasi Revitalisasi Sistem Kaderisasi

TFT + Sosialisasi Revitalisasi Sistem Kaderisasi


Jumat, 29 September 2006 adalah hari ini. Besok hari sabtu, 30 September 2006. Besok dijadwalkan ada TFT yang digabung dengan workshop tentang revitalisasi sistem kaderisasi YPM Salman. Acara ini mengundang peserta dari para pengurus inti unit-unit aktivitas di lingkungan Salman. Selain itu, acara ini adalah bagian dari TFT bagi panitia SBT angkatan pertama.

Pada awalnya, ada dua hal yang saya butuhkan berkenaan dengan acara besok. Pertama, persiapan bagi para panitia Salman Basic Training angkatan pertama. Karenanya acara ini berisi penjelasan tentang sistem kaderisasi yang baru, revitalisasi dari sistem kaderisasi yang lama. Kemudian ditambahkan tentang penjelasan bangunan keseluruhan serta persiapan akhir dari pelatihan yang kami beri nama Salman Basic Training. Yang terakhir direncanakan ada pelatihan singkat tentang fasilitating skill.

Kedua, kebutuhan saya sebagai ketua unit pelaksana teknis kaderisasi Salman dalam menyosialisasikan revitalisasi sistem kaderisasi di lingkungan masjid Salman. Dibutuhkan, karena kondisi saat ini, sistem kaderisasi yang baru tersebut belum dipahami oleh teman-teman di unit-unit aktivitas, dan UPT Kaderisasi berkepentingan untuk mereka memahaminya. Oleh karenanya, saya memerlukan sebuah momen yang bisa menyosialisasikan sistem ini secara menyuluruh kepada teman-teman di unit terutama mereka yang saat ini menduduki posisi pengurus inti.

Jujur saja, acara ini direncanakan dengan sangat terburu-buru dan sangat tidak tertata dengan baik. Mengapa demikian? Suatu saat ada pertemuan dengan para panitia SBT. Itu terjadi sekitar 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 September 2006. Ketika itu pertemuan berlangsung tidak seperti biasanya karena cukup banyak yang hadir. Biasanya sangat susah untuk menghadirkan cukup banyak orang dari pengurus UPT Kaderisasi dan alumni LMD 161. Saya pikir, sangat baik jika saat itu kami menyepakati jadwal-jadwal pertemuan berikutnya, terutama untuk TFT. Sangat cepat pikiran itu terlintas, dan dengan segera saya mengusulkan dan langsung menetapkan tanggal 30 September 2006 sehari penuh untuk pelaksanaan TFT. Pada pertemuan sebelumnya memang sudah ditetapkan apa saja yang dibutuhkan untuk disampaikan pada TFT bagi kepanitiaan ini.

Selanjutnya saya merasa ada PR yang belum terlaksana oleh divisi kekeluargaan dan humas (kemas). PR tersebut adalah menyosialisasikan revitalisasi sistem kaderisasi yang baru. Dan saya juga menyadari sepenuhnya bahwa divisi ini adalah yang paling parah progres keberjalanan programnya. Padahal kepala divisinya adalah orang yang notabene seharusnya menjadi ketua UPT Kaderisasi saat ini.

Karenanya, saya mencoba menggabungkan PR ini dengan program TFT. Saya berpikir jika kedua acara ini dibuat secara terpisah, maka yang terjadi adalah pekerjaan yang sangat berat mengingat sumber daya manusia yang bisa diberdayakan sangat sedikit. Yang ada di kepala saya adalah bahwa saya harus menyiapkan keduanya sendirian. Karenanya saya mencoba untuk mengefisienkan kedua acara tadi (sosialisasi sistem kaderisasi dan TFT) ke dalam satu acara saja, acara tanggal 30 September tadi.

Pada pertemuan dengan para ketua unit beberapa hari berikutnya, saya mengundang secara lisan untuk hadir pada acara ini. Itu terjadi pada pertemuan Forum Ketua Unit Salman (FOKUS). Ketika itu segera ditentukan waktu pelaksanaan acaranya, terutama untuk sesi sosialisasi revitalisasi sistem kaderisasi. Kemudian untuk lebih mempopulerkan acara ini, saya menyebutnya dengan istilah workshop. Yang saya maksud dengan workshop saat itu adalah sosialisasi.

Akan tetapi, ketetapan ini rupanya tidak terfollow up-i dengan baik. Kesepakatan hanya berhenti di mulut dan buku agenda saya. Rupanya terlupakan oleh saya untuk mendelegasikan penyiapannya ke divisi kaderisasi internal. Akibatnya, seolah acara itu adalah “acaranya Fathi” karena tak ada yang mengetahui detil acara selain saya. Julian tidak tahu seperti apa acaranya, juga Satrio. Bahkan kang Yudha yang sering sekali rapat dan ngobrol dengan saya belakangan ini, dan yang seharusnya memberikan penjelasan pada sosialisasi revitalisasi sistem kaderisasi ini, juga tidak tahu seperti apa acaranya. Buntutnya, mereka baru bertanya pada saya beberapa saat yang lalu di mihrab masjid Salman, ketika penceramah Tarawih menyampaikan petuah-petuahnya. Terang saja saya panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan mereka. Tapi sekuat tenaga kepanikan itu kusimpan dan tak kutunjukkan melalui raut mukaku. Saya mencoba, dalam kepanikan itu, mencari alternatif solusi penyelesaian masalah. Saya coba untuk mengingat kembali apa yang dahulu saya rencanakan. Saya coba susun kembali rencana saya dahulu untuk dicoba untuk direka-laksanakan.

Hari ini praktis tidak ada waktu lagi untuk mempersiapkan dengan lebih baik. Yang bisa saya lakukan adalah mengelola acaranya dengan teratur. Yang jelas, saya yakin tak banyak pengurus unit yang akan hadir. Tak banyak pula alumni LMD 161, yang notabene panitia SBT, yang akan menyempatkan untuk datang. Apalagi pengurus UPT Kaderisasi yang belum pernah muncul sama sekali di pertemuan-pertemuan sebelumnya. Tapi tak apa. Saya mencoba kembali ke perencanaan awal. Tak boleh meleset dari perencanaan sebelumnya, yaitu menyosialisasikan hasil revitalisasi sistem kaderisasi serta penjelasan SBT secara keseluruhan.

Allahu Akbar!!

Bismillahirrahmaanirrahiim!!

Kategori:lama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: