Beranda > lama > Palestina dan Israel: Fragmen Sejarah Yang Tak Berujung

Palestina dan Israel: Fragmen Sejarah Yang Tak Berujung


Anda harus mengerti bahwa tulisan ini ditulis pada tahun 2006. Awalnya ditulis untuk mereply sebuah diskusi di satu milis, jadi tata bahasa dan etika penulisan belum cukup baik. Mungkin suatu saat tulisan ini akan saya tulis ulang seluruhnya.

Tapi jika anda tetap ingin membaca artikel ini, saya sangat menyarankan anda untuk juga membaca artikel terbaru saya. Juga tentang Palestina dan Israel.

Episode Palestina, dari Balfour Hingga Flotilla

Saya ingin menuliskan beberapa potong dari fragmen sejarah yang pernah saya dapatkan. Saya mencoba menceritakan sedikit dari sejarah Palestina. Kemudian di akhir saya ingin mengutip pendapat pak Mahmud, presiden favorit saya.

Acuan kisah ini diambil dari kisah-kisah para nabi dan rasul, Al Qur’an, buku-buku sejarah, film Kingdom of Heaven, film kisah para nabi dan rasul yang pernah saya tonton waktu SD dahulu di RCTI bulan Ramadhan, wikipedia, dll. [kelihatan banyak banget yah, padahal gak serumit itu kok prosesnya]

Kisah ini dimulai dari nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam, atau yang dikenal juga sebagai Abraham. Beliau memiliki dua orang putra yang keduanya juga diangkat Allah menjadi nabi. Pertama adalah nabi Ismail, dan yang kedua adalah nabi Ishaq. Ismail lahir dari istri kedua Ibrahim yaitu Hajar, sedangkan Ishaq lahir dari istri pertama yaitu Sarah. Atas perintah Allah, Hajar bersama putranya yang baru lahir, Ismail, ditinggal di sebuah padang tandus nan panas, terik, tak beroase. Hanya ada sebatang kurma saja di sana.

Daerah tempat Hajar dan Ismail ditinggal tersebut saat ini sudah berkembang menjadi kota metropolitan, Mekkah.

Dari putra keduanya, Ishaq, lahir keturunan yang sangat mulia. Para nabi dan rasul setelah Ishaq hingga sebelum Muhammad dilahirkan dari keturunan ini. Mulai dari Ya’qub, Yusuf, Ayyub, dll hingga Isa. Belum lagi nabi yang bukan rasul. Oleh karenanya keturunan Ishaq sangat bangga dengan kaumnya.

Salah satu putra Ya’qub ada yang bernama Israil (atau Yahudza??). Dari sinilah kemudian muncul penyebutan kaum Yahudi, atau Israel. Sebelumnya disebut sebagai ‘keturunan Israil’ atau dalam bahasa Arab ‘Bani Israil’ yang nama ini diabadikan sebagai nama salah satu surat dalam Al Qur’an.

Sejak masa nabi Ibrahim, telah dikabarkan melalui Taurat bahwa pada akhir zaman akan datang seorang nabi yang sangat mulia. Kemudian oleh setiap nabi setelahnya juga diberitakan tentang kedatangan nabi ini.

Pada masa nabi Musa, raja Ramses II memerintah sangat kejam. Dia menjuluki dirinya sendiri sebagai Fir’aun atau Pharaoh yang kurang lebih maknanya bisa disejajarkan dengan kata ‘Tuhan’. Kata ‘Fir’aun’ sendiri sudah digunakan untuk menggelari raja-raja mesir selama sekitar 3 milenium alias 3000 tahun. Itu kata Wiki.

Kemudian ketika itu nabi Musa membawa bani Israil (keluarga para nabi yang ketika itu sangat dinistakan oleh rezim Ramses II) menuju ke tanah impian dan kemerdekaan (Kana’an). Proses hijrah inipun sangat susah. Bahkan harus menunggu selama 40 tahun hingga bani Israil ini siap untuk hijrah.

Proses hijrah ini adalah ujian yang sangat berat bagi bani Israil ketika itu. Bayangkan, di tengah kondisi tertekan, penuh dengan siksaan dari rezim Ramses II, ditambah lagi segala kekurangan harta benda yang mereka miliki, mereka harus menempuh perjalanan padang pasir nan tandus ratusan kilometer. Belum lagi harus menyeberangi laut merah. Untung saja nabi Musa diberikan banyak sekali mukjizat untuk membantu mereka. Mulai dari awan yang teduh sepanjang perjalanan, makanan siap saji yang diturunkan dari langit, hingga yang terbesar: Laut merah dibelah untuk dapat mereka lewati. Dengan segala kemudahan yang Allah berikan ini, mereka berhasil hijrah ke tanah impian dan musuh mereka, Ramses II beserta tentaranya, musnah di laut merah.

Hingga saat itu, bani Israil masih berpredikat Muslim karena masih mengikuti ajaran nabi Musa. Tetapi kemudian Nabi yang telah memimpin mereka menuju ke tanah impian mereka khianati. Begitu juga nabi-nabi yang lahir setelah mereka. Banyak dari nabi-nabi tersebut mereka bunuhi. Ada yang dipotong tubuhnya, ada yang dipenggal kepalanya, bahkan ada yang mau disalib. Untung saja yang terakhir ini digagalkan oleh Allah. Selanjutnya, mereka tidak lagi berpredikat Muslim, karena ajaran para rasul telah mereka ubah sedemikian rupa. Pada akhirnya mereka hanya disebut sebagai Yahudi saja.

Hingga masa nabi Isa, kaum Yahudi ini masih percaya tentang kelahiran nabi akhir zaman yang diberitakan bernama Ahmad. Mereka terkejut bukan kepalang ketika mengetahui orang yang memiliki tanda-tanda kenabian yang tercantum pada kitab suci mereka (Taurat) justru lahir tidak dari keturunan mereka (seperti nabi-nabi sebelumnya). Tetapi justru dari bangsa Arab yang notabene keturunan Ismail yang mereka anggap keturunan yang hina.

Dengan kesombongannya, mereka tidak mau mengimani nabi tersebut (Muhammad). Lantas sejak saat itu mereka memusuhi segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam. Mereka selalu berusaha menghancurkan Islam. Mulai dari masa-masa awal Islam berkembang di Mekkah, kemudian di Madinah, perang Ahzab, hingga peristiwa Al Hasyr. Mereka senantiasa mengkhianati semua perjanjian yang mereka buat dengan kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah. Bahkan bukan hanya saat itu saja. Perjanjian camp David abad 20 pun mereka langgar. Susah memang kalo sudah jadi “Natural Born Betrayer” (memodifikasi judul filmnya Oliver Stone dan Quentin Tarantino).

Dari sejarahnya, seharusnya Tanah Kanaan adalah milik kaum Muslimin. Kenapa? Karena yang dibawa oleh nabi Musa dahulu adalah umat yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bukan kaum yang mendustakan nabinya. Oleh karenanya umat Islam berhak atas tanah tersebut. Maka ketika tanah ini dikuasai oleh imperium Romawi, oleh kekhalifahan Islam direbut kembali. Tetapi kemudian pada perang salib pertama, tentara Crusader menginvasi bumi Al Aqsha dengan membunuhi semua penduduknya. Dalam satu literatur disebutkan bahwa ketika itu tanah di depan Masjidil Aqsha digenangi darah umat Muslim yang dibantai.

Kemudian dua ratus tahun kemudian seorang keturunan kurdi yang bernama Shalahuddin Al Ayyubi memimpin sebuah pasukan besar untuk mengambil kembali tanah Kana’an ini. Ketika itu tentara crusader yang ada di bumi Al Aqsha keluar untuk menyambut pasukan Shalahuddin. Mereka semua musnah. Kemudian raja Al Aqsha ketika itu menyerahkan kunci Baytul Maqdis kepada Shalahuddin Al Ayyubi, tanpa terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap penduduk kota tersebut seperti yang terjadi dua ratus tahun sebelumnya.

Kemudian tanah ini menjadi bagian dari Imperium Utsmani, di mana ketika itu Palestina merupakan bagian dari kerajaan Mamluk yang kemudian bergabung dengan Imperium Utsmani. Palestina berada di bawah kekuasaan Islam hingga abad ke dua puluh.

Pada perang dunia pertama, Imperium Utsmani ikut ambil bagian bersama Jerman. Pihak ini berseberangan dengan Inggris Raya. Seperti kita ketahui, Jerman dan sekutunya kalah pada perang dunia ini. Tanah Palestina pun berhasil dicaplok oleh Inggris dan sekutunya. Alhasil, sejak saat itu Palestina berpindah tangan.

Pada perang dunia kedua, terjadi sebuah peristiwa yang memilukan. Pembunuhan besar-besaran terhadap kaum Yahudi di Jerman oleh pasukan NAZI. Peristiwa ini sering disebut dengan istilah holocaust. Menurut data ketika itu, ada sekitar 6 juta orang yahudi yang dibunuh oleh pasukan NAZI.

Seperti kita ketahui pula, Jerman kembali kalah pada perang dunia ini. Jerman kalah total sehingga negaranya diduduki oleh kubu sekutu. Kemudian negara ini dibagi dua untuk dua kekuatan besar yang ada di dalam pasukan sekutu ketika itu: Barat dan Komunis. Terbagilah jerman menjadi barat dan timur. Kemudian keduanya bersatu, dan pada tahun 2006 sukses besar di piala dunia. (halah, kok ga nyambung sih. Padahal sayakan pendukung berat Perancis- makin gak nyambung!!!!)

Kembali ke kisah Palestina.

Ketika itu, kaum sekutu sepakat untuk menyelamatkan kaum Yahudi ke sebuah negara yang jaraknya 3000 kilometer lebih dari Jerman, yaitu ke Palestina. Sebuah tanah jajahan Inggris ketika itu.

Sejak itulah, kisah perseteruan Israel (Yahudi) – Palestina (Islam) tak pernah usai. Di satu sisi umat Islam mengakui Palestina sebagai tanahnya karena adanya Al Aqsha dan peristiwa hijrahnya nabi Musa. Di sisi lain, Yahudi mengklaim sebagai tanahnya karena yang di bawa oleh Musa dahulu adalah nenek moyangnya.

Tapi yang pasti adalah: Palestina adalah tanah yang merdeka selama berabad-abad yang kemudian dikuasai oleh Inggris. Kemudian Inggris membuat negara di tanah itu dan menempatkan orang-orang Yahudi di sana. Negara itu mereka beri nama Israel. Negara kaum penjilat dunia.

Di awal pendiriannya, mereka dekat sekali dengan Sovyet. Semua peralatan perang mereka dapat dari sana. Kemudian setelah keadaan tidak menguntungkan, mereka beralih ke barat. Sekarang mereka jadi anak emas AS. Makanya ga aneh kalo legenda Armageddon meramalkan kelak dunia akan bersatu melawan kaum Yahudi.

Kalau kata Pak Mahmud, ada satu hal yang aneh. Pada perang dunia kedua, korban sipil mencapai 22 juta orang. 6 juta di antaranya adalah Yahudi. Lantas, kenapa sekutu ketika itu sangat perhatian dengan jumlah korban yang hanya 27%nya saja. Lantas mana perhatiannya terhadap korban perang yang 16 juta lainnya. Sudah gitu, korban yahudi ini malah ditempatkan di negara merdeka yang sangat jauh dari tempat asalnya di Jerman. Harusnya, kalau mau logis, yang dihukum adalah Jerman. Bagi saja wilayah Jerman. Sebagian tetap menjadi Jerman, sebagian yang lain menjadi Israel. Tapi, kenyataannya, kenapa sekutu justru menghukum rakyat Palestina yang tidak ikut perang dengan menempatkan para penjilat di negaranya? Bahkan sampai mendirikan negara pula?

Dunia memang gila!!! (Barat yang gila, maksudnya)

Udah dulu ah, capek!!

Kategori:lama
  1. dian
    Desember 30, 2008 pukul 3:32 pm

    Ass, mas bagus artikelnya terimaksh ya pengetahaun sy bertambah..
    jd hanya karena hal sepele, karena kesalapahaman mengakibatkan jutaan nyawa melayang..
    jd mungkin sebaiknya orang2 israel dan haman kembali membaca sejarah…….
    Wass

  2. Januari 3, 2009 pukul 9:25 pm

    KERENNNNNN ARTIKELNYA……………………

    YAHUDI EMANG JUANCUKK……NEGARA PENJILAT ALIAS BENALU

  3. Hunter Speed
    Januari 4, 2009 pukul 11:14 am

    Setelah beberapa lama ini saya membaca, mendengar dan melihat rekaman dari konflik Israel-Palestina..
    SEMAKIN PARAH..
    Yang tadinya ga akan ngasih komentar, tetapi akhirnya tersentuh juga!!
    Meskipun saya orang awam, tapi kalo disuguhi hal seperti ini saya pun ingin ikut andil. Artikel anda adalah artikel yang terakhir saya baca sekarang ini, sangat bagus..
    Banyak saya membaca artikel, komentar yang mereka berikan malah saling menjatuhkan..
    Oke lah kalo tiap agama punya pendapat yang berbeda, tapi apakah harus saling menjatuhkan!
    Ga ngerti, apakah orang2 yang memberikan komentar seperti itu punya pola pikir sehat? Padahal kalo dibahas, komentar mereka itu seperti komentar orang2 berpengetahuan.
    Terima kasih, Posting anda sangat bermanfaat buat pengetahuan saya…
    Meskipun kebenaran itu mutlaknya hanya untuk Allah SWT (Tuhan)!

  4. mamad
    Januari 5, 2009 pukul 11:51 am

    Hahaha Anda pinter kalo bikin yang nggak nyambung-nyambung
    Haloo.. Agus-agus..! Telmi
    Hmmmmmmmm…….. Bagus juga sich

  5. LESTE
    Januari 5, 2009 pukul 4:50 pm

    salah itu mas….

  6. LESTE
    Januari 5, 2009 pukul 4:51 pm

    kedua negara itu semuannya adalah umat Allah…………….

  7. Januari 7, 2009 pukul 3:59 pm

    Makasih mas artikelnya…

  8. farrel
    Januari 8, 2009 pukul 10:52 am

    anehnya kok Amerika itu mo belain Israel padahal Tuhannya (Nabi Isa A.S.) kan mo disalip sama orang-orang Israel.

  9. mier
    Januari 8, 2009 pukul 4:14 pm

    artikel buagoossss…
    boleh ngopy gak tuk di sebarin ke milist??

  10. Januari 10, 2009 pukul 4:37 pm

    @mier
    boleh saja. tapi selain diberi link sumbernya, kasih juga keterangan kalau tulisan ini juga masih perlu dilengkapi di sana-sini. maklum, ketika ditulis belum menggunakan kaidah penulisan dan penelitian yang cukup baik. rencananya mau ditulis ulang dengan lebih baik, hanya saja belum sempat

  11. indria
    Januari 13, 2009 pukul 12:01 am

    thank u bro, loe dah kasih pencerahan sejarah buat gue…salut.

  12. Muhammad Teddy Indriauan
    Januari 14, 2009 pukul 5:09 pm

    buat Leste..
    “kedua negara itu semuannya adalah umat Allah”

    mas, banyak persepsi yang akan timbul dari pernyataan anda.. jadi mohon klasifikasi secara spesifik agar tidak terjadi miss understanding & konflik pada akhirnya…

    -terima kasih-

    Buat mas Fathi, succes!!

    Idealisme muslim adalah mempertahankan yang Hak dan membunuh yang Bathil.. sekalipun kita termasuk muslim yang lemah hatinya, setidaknya kita memberikan kontribusi untuk nyala api yang lebih besar. WALLAHU A’LAMU BISSAWAB…

    -MMT angk. II-

  13. hamba allah
    Januari 18, 2009 pukul 8:25 pm

    bagus sekali,tapi saya ingin tahu apa asal mula pertikaian ke dua negara itu…

  14. Januari 19, 2009 pukul 9:49 am

    buat hamba Allah, artikel di wikipedia cukup holistik menjelaskannya. silakan copy-paste alamat berikut:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Israeli%E2%80%93Palestinian_conflict

  15. Iqiq
    Januari 21, 2009 pukul 11:07 pm

    Pengetahuanmu masih rendahan!!! Masih memandang dari satu sudut pandang!!!! Cemen lu……………

  16. Januari 22, 2009 pukul 6:30 am

    @Iqiq

    Maklum, ditulis pada jaman masih cemen dulu🙂
    Bayangkan saja, artikelnya ditulis tanggal 4 juli 2006, tapi komen pertama baru tanggal 30 des 2008. 2,5 tahun lebih.
    Sekarang saya sedang mengumpulkan bahan untuk tulisan yang lebih berbobot. Mudah-mudahan bisa kelar.

  17. Iqiq
    Januari 28, 2009 pukul 8:40 pm

    Sebenarnya banyak sekali yang mau aku tanya!!! Tapi ini dulu dah!!!
    Aku mau tanya apa buktinya kalau yahudi itu dulu adalah islam!!!!
    Menurut anda mana yang lebih dulu islam atau yahudi!!!?????
    Atas jawaban aku ucapankan trimakasih!!! Tapi semua jawaban harus logis , jangan dari hati!! tapi secara pembuktian!!! makasih!!!!!!

  18. Januari 31, 2009 pukul 5:58 pm

    @Iqiq
    Pertanyaan yang bisa menimbulkan polemik, unless anda seorang muslim. Soalnya, every muslims knows it (kecuali yang hanya muslim ktp).

  19. Iqiq
    Februari 9, 2009 pukul 8:58 pm

    Bung-bung ….
    Makanya aku bilang anda itu hanya menulis dari satu sudut pandang saja!!!
    Aku islam!!!tapi aku juga ahli sejarah!!!!
    Makanya aku ga mau sejarah dipermainkan!!!

  20. Februari 10, 2009 pukul 7:44 am

    wah, gawat. ada orang yang mengaku islam…

  21. Maret 22, 2009 pukul 8:01 pm

    keren artikelnya, sedikit mencerahkan atas kebingungan saya….kayanya emank perlu penelitian yg khusus untuk ngetahuin asal usul mereka..thx

  22. Abdullah As-Syakur
    Januari 12, 2010 pukul 8:52 pm

    Bagus fathii…., teruskan perjuanganmu. Saya mendukung anda.

    Yang tidak membela artikel ini, berarti dia orang islam yang meragukan.., atau bahkan bukan orang islam, cuma orang yang tidak senang dengan kemajuan pesat orang islam.
    Spt Iqiq, kl km memang orang islam…, bela artikel ini, kl tdk berarti km bkn org islam…

    yahudi emang du..aa…ncok…

    dulu org indonesia juga di bodohi – di jajah org yahudi belanda….

    org inggris juga menjajah…..

    org portugis juga menjajah…..

    Bahkan bukan org yahudi – nasrani pun juga menjajah.., spt jepang…

    Tp org islam tdk pernah punya sejarah menjajah negara lain tp mengajak islam menetapi agama Allah…
    Allahu akbar…..
    Islam berjaya…, islam menang…..
    Bismillah…..

  23. Juni 1, 2010 pukul 3:31 pm

    Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan dan momen untuk menulis kembali tentang Palestina.

    https://fathiiiii.wordpress.com/2010/06/01/episode-palestina-dari-balfour-hingga-flotilla/

  24. fumam
    Juni 8, 2010 pukul 9:41 am

    Fat. Israil itu nama lain dari Nabi Ya’kub.
    Coba cek surat Ali Imran 93

  25. Rizza
    Februari 24, 2011 pukul 11:03 am

    ya saya slalu berjuang tuk islam sampai akhir hayat nanti demi islam saya berani mati allahu akbar
    mengapa orang islam mau di bodohi padahal tanggal 14 februari hari valentine mengapa di raya kan padahal itu hari orang nasrani dan juga hari tahun baru nasehi malah di rayain seharus nya kita ngerayain tahun baru islam ,maulid nabi muhammad saw dan isra miraj

  26. Rizza
    Februari 24, 2011 pukul 11:04 am

    ya saya slalu berjuang tuk islam sampai akhir hayat nanti demi islam saya berani mati allahu akbar
    mengapa orang islam mau di bodohi padahal tanggal 14 februari hari valentine mengapa di raya kan padahal itu hari orang nasrani dan juga hari tahun baru masehi malah di rayain seharus nya kita ngerayain tahun baru islam ,maulid nabi muhammad saw dan isra miraj

  27. Juli 9, 2012 pukul 8:39 pm

    Reblogged this on Hafiz Ansari and commented:
    Bagus banget

  28. Januari 22, 2015 pukul 4:59 am

    A quality juicer that works well at lower speeds is
    the ideal type to look for. It comes with several features such as the
    following:. When compared to a centrifugal juicer, you will see that the juices from
    this masticating juicer are much darker because of the way it extracts all parts of
    the vegetable instead of just the juice.

  1. Januari 17, 2011 pukul 1:45 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: