Beranda > lama > Kecelakaan Lagi (Tragis!..2)

Kecelakaan Lagi (Tragis!..2)


Innalillahi wainna ilaihi raaji’uun

Kecelakaan motor kembali menimpa saya, hari ini, Sabtu, 28 Januari 2006, pukul 20.30.
Kali ini porsi kesalahan saya dalam kecelakaan sangat kecil. Bahkan nyaris tidak bisa dipersalahkan.

Malam ini saya hendak berangkat ke masjid Al Ukhuwwah di jalan Wastukancana dekat balai kota untuk mengikuti acara Laylatul Katibahnya DPD PKS kota Bandung. Jadwal keberangatan sudah cukup rapi saya susun.

Hari ini saya memiliki kesibukan yang padat dari pagi hingga sore. Pagi hari sampai dengan siang hari pergi ke Ujungberung untuk survey lokasi yang rencananya akan digunakan untuk PMS II-12 yang insya Allah diselenggarakan tanggal 30 Januari – 2 Februari 2006 besok. Tepatnya di komplek pesantren Nuruz Zaman. Lumayan jauh tempatnya. Jaraknya kira-kira 36 km bolak balik. Menempuh perjalanan selama sekitar 3 jam. Lelah tentunya. Sesampainya di Salman bukan untuk beristirahat, tetapi untuk segera hunting untuk segala macam. Mulai dari memastikan pengajuan dana, kepastian pembicara, alternatif tempat, dan lain-lain.

Kemudian ba’da dzuhur ada pelatihan, tepatnya Training For Trainer, bagi para panitia PMS II-12. baru selesai pukul 18.00. karena pada malam harinya ada laylatul katiah di al ukhuwwah, maka saya berusaha untuk menyempatkan diri dulu untuk pulang sebentar ke rumah. Setidaknya menyempatkan untuk mandi dan makan, agar bisa mengikuti acara dengan lancar. Baru kemudian ba’da isya saya berangkat ke al ukhuwwah.

Sampai sini semuanya berjalan lancar. Mengingat kondisi badan saya yang cukup lelah maka saya merencanakan untuk pulang ketika acara telah selesai. Saya tidak merencanakan untuk mengikuti mabit dan qiyamullayl di sana.

Sekitar pukul 20.30 saya keluar dari rumah dengan mengendarai Jialing. Karena bensin yang hampir habis, maka saya berniat untuk membeli bensin terlebih dahulu di pombensin Cibeureum.

Di sinilah kecelakaan tersebut terjadi. Kala itu lalu lintas memang tidak sepi, tapi juga tidak begitu ramai. Keluar dari jalan kebon kopi saya berusaha ke tengah jalan agar mudah membelok ke pombensin. Ketika pombensin sudah dekat saya nyalakan lampu sen saya. Saya sudah mulai membelok dan yang saya ingat sudah cukup jauh dari garis putih pembatas jalan ketika sebuah motor secara tiba-tiba menyerempet bagian kanan saya dari belakang dengan kecepatan yang sangat kencang. Jelas saja saya kaget, panik, bingung, gak tahu apa-apa, dan oleng kemudian jatuh berguling-guling di aspal. Yang saya ingat saya masih sempat berusaha mempertahankan keseimbangan saya selama beberapa mikrodetik. Kemudian tahu-tahu saya sudah berada di aspal dalam keadaan terguling dan motor saya jatuh terkapar.

Kemudian saya lihat ke arah depan, motor yang menabrak saya oleng dan jatuh serta terseret cukup jauh, mengingat kecepatannya cukup tinggi. Pengendaranya saya lihat terseret cukup jauh dan berguling-guling beberapa kali. Sepertinya cukup parah.

Untuk beberapa saat saya merasa sangat kesakitan dan shock. Saya mencoba berdiri walaupun tubuh sakit sekali. Kemudian saya hampiri motor saya dan saya masih melihat lampu sen kirinya masih menyala. Dan saya tahu bahwa kecelakaan ini sepenuhnya bukan kesalahan saya. Saya menjadi korban pada kecelakaan ini.

Setelah menguasai diri saya, saya berusaha untuk menepikan motor saya. Ketika itu motor saya tepat berada di tengah jalan. Banyak juga orang yang membantu saya. Cukup parah kerusakannya, walaupun tidak fundamental. Tapi yang jelas tidak memungkinkan dipakai secara normal kecuali setelah diperbaiki cukup berat.

Saya coba memeriksa orang yang menabrak saya. Saya lihat ada seorang wanita yang didudukkan di atas kursi di tempat photo copy yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Ternyata pengendara motor tersebut ada dua orang. Yang membawa motor adalah seorang laki-laki dan wanita tersebut adalah istrinya. Setelah saya lihat memang luka mereka cukup parah. Kira-kira sepuluh kali lebih banyak dari luka yang saya dapatkan.

Si istri sepertinya sangat shock, mungkin pingsan. Sang suami tidak bisa berbuat apa-apa. Terlihat berekspresi tertekan, kaget, bingung, panik, kesakitan, komplit deh pokoknya. Kasihan melihatnya.

Awalnya dia tidak tahu siapa yang dia tabrak. Kemudian saya coba berbicara padanya, dan saya menyatakan bahwa pada prinsipnya saya memaafkan tindakannya tersebut. Tetapi yang aneh justru kemudian keluar kata-kata yang bagi saya sangat lucu, setidaknya untuk saat itu. Dia minta uang bensin! Apa maksudnya? Apa dia menganggap saya yang salah dan dia adalah korbannya, sehingga dia berhak meminta ganti rugi? Jelas saya tolak, walaupun tidak saya ucapkan secara langsung. Barangkali memang dia masih dalam keadaan panik dan belum bisa berpikir jernih. Ini kupikirkan belakangan setelah mengetahui kondisi dia.

Di sela-sela kebingungannya itu akhirnya si suami berinisiatif untuk membawa istrinya pulang. Tapi dengan apa? Dengan motor? Sedangkan istrinya tidak sadarkan diri. Akhirnya disarankan untuk mencegat angkot. Kemudian dengan angkot itu dibawalah istrinya ke Cimahi, rumahnya.

Tapi kemudian justru dia minta bantuan saya untuk menolongnya. Saya pikir orang ini kok aneh sekali sih. Sudah membuat saya celaka dan motor saya rusak masih minta bantuan lagi. Dia minta diantar ke rumahnya!! Saya diminta menemani istrinya di mobil sedangkan dia mengendarai motor. Kemudian motor saya diminta untuk dititipkan di pombensin (padahal laylatul katibah sudah dimulai).

Saya berpikir bahwa kondisi orang ini cukup payah. Setelah saya pertimbangkan sejenak saya terima permintaannya. Saya pikir ini salah satu cara untuk beramal shaleh. Kemudian saya naik mobil dan si suami naik motornya. Cukup aneh memang, karena ternyata justru si suami dengan motornya yang mengikuti angkot, bukan sebaliknya. Padahal yang tahu jalannya kan dia. Sebuah keanehan yang lain.

Di tengah perjalanan dia berpikir untuk memasukkan motor ke dalam angkot. Saya pikir ini adalah keanehan berikutnya. Agak kurang normal memang untuk berpikir memasukkan motor ke dalam angkot. Akhirnya saya berinisiatif untuk mengendarai motor sementara dia berada di dalam angkot.

Saya pikir rumahnya di Cimahi. Ternyata jauh sekali! Setelah melewati padalarang masih menempuh perjalan yang jauh. Pada akhirnya setelah berjalan sekitar setengah jam lebih, sampai juga di rumahnya. Kalau tidak salah di daerah Purabaya. Saya di minta untuk memasukkan motor ke jalan yang sangat super sempit. Pertama kalinya saya melewatkan motor di jalan super sangat sempit seperti itu. Akhirnya berhasil juga dan sampai juga di rumahnya.

Ternyata itu bukan rumahnya, sodara-sodara. Itu rumah orang setengah baya yang sangat cuek. Jelas-jelas datang dengan dipapah dan dalam keadaan luka berdarah yang cukup parah, kedua penghuni bersikap seolah tidak ada apa-apa. Ternyata itu adalah rumah orang tua si istri. Astaghfirullah, mengerikan sekali punya orang tua seperti itu. Bersyukur sekali saya memiliki orang tua yang sangat perhatian pada anak-anaknya.

Setelah si suami membuka jaketnya, barulah terlihat parahnya luka yang dideritanya. Sang tuan rumah hampir tidak melakukan apa-apa. Hanya diam mengamati tanpa sepatah kata pun. Sopan sekali!! Baru kemudian setelah diminta, nyonya rumah menyediakan air panas dan kapas untuk membersihkan luka.

Setelah beberapa menit duduk di dalam rumah dan menceritakan peristiwa yang terjadi, si suami berkata pada saya bahwa sopir angkot belum dibayar dan dia mengatakan tidak punya uang. Ini adalah keanehan berikutnya. Begitu banyak keanehan pada peristiwa ini.

Kategori:lama
  1. walterprehiem5632494255
    Maret 28, 2006 pukul 6:25 am

    Do you want free porn? Contact my AIM SN ‘p1nkn3ss’ just say ‘give me some pics now!’.

    No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name “p1nkn3ss”.

    Any message you send is fine!

    AIM abuse can be reported here.

  2. markerickson4340520119
    Mei 13, 2006 pukul 10:13 pm

    Get any Desired College Degree, In less then 2 weeks.

    Call this number now 24 hours a day 7 days a week (413) 208-3069

    Get these Degrees NOW!!!

    “BA”, “BSc”, “MA”, “MSc”, “MBA”, “PHD”,

    Get everything within 2 weeks.
    100% verifiable, this is a real deal

    Act now you owe it to your future.

    (413) 208-3069 call now 24 hours a day, 7 days a week.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: