Beranda > lama > Pelajaran berharga untuk Himafi

Pelajaran berharga untuk Himafi


Tertanggal 10 Mei 2005 (walaupun tertulis tanggal 10 April 2005) telah keluar surat keputusan pelarangan bagi semua mahasiswa angkatan 2004 untuk mengikuti segala kegiatan yang berhubungan dengan PPAM Himafi. Surat ini secara langsung menohok pihak pelaksana acara PPAM, dalam hal ini Himafi, karena telah melakukan suatu kegiatan yang mendapatkan sorotan sangat negatif dari departemen.

Obyek larangan dalam surat ini adalah peserta, dan bukan panitia PPAM. Dalam hal ini saya melihat bahwa pihak departemen memang tidak ingin menjalin hubungan diplomasi dengan pihak himpunan. Barangkali ini disebabkan oleh berita tentang malam swasta yang masih senantiasa jahiliah seperti telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir ini.

Bagaimana cerita ini bisa sampai ke telinga dosen, mungkin bukan suatu hal yang menarik untuk dibicarakan. Tetapi berbicara tentang bagaimana kaderisasi di Himafi hingga saat ini dan bagaimana seharusnya Himafi, lebih mendatangkan hasil dibandingkan dengan menyesali apa yang telah terjadi.

Kaderisasi Himafi merupakan pintu masuk untuk beraktivitas di Himafi. Proses kaderisasi ini dinamakan dengan PPAM, Program Pembinaan Anggota Muda. Seluruh proses ini diawali dengan disusunnya materi kaderisasi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan metode. Setelah materi dan metode selesai disusun, kemudian dibentuklah susunan kepanitiaan PPAM. Dalam keadaan normal, ketua PPAM dipilih oleh Badan Pengurus/BP Himafi. Kemudian dengan proses rekrutmen dan musyawarah, ketua PPAM menyusun kepanitaan, mulai dari tim danlap, tim medis, hingga tim humas. Semua pertemuan pembinaan telah direncanakan di awal PPAM, walaupun tidak jarang kemudian mengalami penyesuaian di tengah jalan.

Setiap pertemuan PPAM diawali dengan briefing panitia kurang lebih satu jam sebelumnya. Kemudian ditutup setelah diadakan evaluasi akhir. Setiap pertemuan berjalan seperti itu.

Dalam materi PPAM, terdapat materi kebersamaan dan pemberian slogan Himafi (kurang lebih seperti itu). Materi ini disampaikan dengan metode yang biasa kami sebut dengan “malam swasta”. Pematerinya adalah para swasta Himafi. Tidak sedikit dari mereka yang sudah lulus dari ITB, sengaja datang hanya untuk ikut acara ini. Acara ini dilakukan semalam suntuk, dari sore hari hingga menjelang adzan Shubuh. Dalam metode penyampaian materi para swasta memang diberi wewenang oleh panitia untuk menyuruh melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan fisik, seperti push-up, sit-up, merayap, buka baju semalaman, bahkan tamparan.

Inilah kegiatan yang menurut saya menjatuhkan citra Himafi di mata para dosen Fisika. Maka tidak heran jika pihak departemen mengeluarkan surat larangan seperti itu. Setidaknya saya berhusnudzon bahwa mereka sangat memperhatikan mahasiswanya. Mudah-mudahan hal ini dapat disikapi secara bijak oleh teman-teman di himpunan.

Kategori:lama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: