Beranda > lama > Alhamdulillah

Alhamdulillah


Setelah sekian lamanya blogger tidak bisa diakses dari kampus itb, akhirnya sekarang bisa juga. Cukup aneh juga, kok ngedownload video dari luar aja bisa cepet banget. Tapi cuma mengakses blogger saja koq ga bisa. Sampai-sampai seorang temen bilang, jangan-jangan admin cache itb sentimen kali sama blogger😉

Btw, yang penting sekarang dah jalan lagi. Walaupun sebenarnya masih lelet juga.

Ujian akhir semster tinggal 7 hari lagi. Penguasaan materi masih sangat kurang. Untungnya selama tujuh hari itu juga itb ga ada kuliah alias libur alias ngasih kesempatan buat mengoptimalkan belajar. Insya Allah mudah-mudahan waktu tujuh hari ini cukup buat meng-upgrade ilmu biar hasil UAS nanti ga ada yang mengecewakan.

AMIIIIEEEN…

Kemarin silaturahmi ke Sukabumi. Secara keseluruhan Hayatan Thayyibah hampir ga ada yang berubah dibanding setengah tahun yang lalu waktu terakhir saya ke sana. Hanya saja, sekarang udah ga ada siswa yang saya kenal. Karena angkatan terakhir yang saya kenal sudah lulus setengah tahun yang lalu.

Alhamdulillah setelah diakreditasi ulang, Hayatan Thayyibah berhasil mendapatkan nilai 98,5 skala 100 dengan indeks A+. Luarr biasa! Jika dibandingkan akreditasi sebelumnya sekitar 5 tahun yang lalu, Hayatan Thayyibah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Tetapi sebenarnya ada hal yang sangat kurang dari Hayatan Thayyibah ini. Sekolah ini selama sejarahnya (7 tahun) memang sudah memiliki seabrek prestasi yang bisa dibilang luar biasa. Tetapi banyak dari prestasi itu tidak didapatkan dari pembinaan yang benar-benar dilakukan oleh internal sekolah. Sebut saja ketika Abdul Ghoni berkali-kali mendapatkan prestasi di bidang khot dan kaligrafi. Keahliannya tidak dia dapat selama menimba ilmu di Hayatan Thayyibah. Akan tetapi telah dia miliki sejak sebelum diterima di sekolah ini. Kemudian ada Ahmad Muhammad Natsir yang hampir tidak pernah terkalahkan dalam rangking kelas selama 3 tahun dia belajar di Hayatan Thayyibah.

Ada satu hal yang sangat dirasa kurang dari Hayatan Thayyibah ini. Keteladanan kakak kelas. Memang ada, akan tetapi rasanya tidak signifikan. Itu saya rasakan ketika saya tidur satu malam di asrama tempat siswa-siswa kelas tiga berada. Memang keadaan ini tidak berbeda dengan ketika saya masih kelas tiga dulu. Akan tetapi harusnya hal tersebut sudah tidak ada. Harusnya sudah dievaluasi oleh pihak sekolah dan diadakan perbaikan-perbaikan.

Akibatnya, yang saya rasakan kualitas Hayatan Thayyibah saat ini tidak lebih baik dari masa saya dulu. Bahkan bisa saya nilai jauh lebih buruk. Prestasi memang seabrek, tetapi kuantitasnya tidak sebanding dengan ketika saya masih di sana.

Ada apa dengan Hayatan Thayyibah ??

Kategori:lama
  1. iLham
    Oktober 8, 2007 pukul 9:36 am

    ass.
    ana murid hatoy, memang hatoy kayanya ga sama dengan apa yang tertera di brosurnya????
    boleh nanya ga, pa guru dulu ma guru sekarang sama?
    trus gmana metode pembelajarannya?
    sukron…wassalam

  2. Robby_hatoy 5
    Desember 25, 2007 pukul 8:27 am

    kayaknya para alumni perlu lebih banyak terjun dalam pembangunan hatoy. ana kebetulan beberapa kali mendengar konflik internal yang terjadi di hatoy. ‘n sumbernya langsung didapat dari guru yang baru saja keluar dari hatoy..
    ada apa dengan hatoy??
    ana rasa ini tentang sistem yang belum terlalu jelas…
    permasalah hatoy sudah begitu kompleks, mulai dari kepala sekolah…karyawan…hingga pembinaan murid-murid yang seadanya.
    dalam akuntansi dikenal sistem input-proses-output…
    analisa ana…kejayaan hatoy selama ini hanya karena inputnya yang sudah berkwalitas..
    dalam prosesnya hatoy hanya memanfaatkan yang sudah adanya..
    menjadi ironi pada saat input bagus tetapi output yang dihasilkan buruk…
    allahhuakbar…
    hatoy perlu reformasi…

  3. Juni 1, 2008 pukul 8:54 am

    hayatan thayyibah memang harus di perbaiki,, isi organisainya.. bahkan,, merupakan kewajiban alumni untuk TERJUN LANGUNG membantu untuk me-recovery hayatan thayyibah menjadi seperti semula… hayatan thayyibah sekarang sudah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional,, namun dari sisi kejiwaan siwa angatlah beda dengan kakak2 kelas kita dulu… sekarang lebih cenderung menuju kebrobrokan mental,,

    saya sich berharap,, hayatan thayyibah bia berubah,,

    sekarang belum terlambat,, dan TOLONG KEPADA PARA ALUMNI UNTUK GIAT membantu dalam rebuilding of hayatan thayyibah ini..

    karena,, masih banyak masalah lo…

    ssemangat terus,, Allahu Akbar

  4. Juli 15, 2008 pukul 9:07 pm

    ass..

    masalah hayatan thayyibah emang sudah ada sejak awal, bahkan dari petinggi2 yayasan yang telah bercokol di hayatan thayyibah sejak awal, contohnya, andai saja laporan pembangunan gedung2 hatoy bersih sehingga pembangunan asrama kedua yang mampu menampung 240 orang tetap dijalankan, maka kapasitas hatoy secara bangunan asrama dan kelas mencapai 480 orang. Jumlah yang besar kan?? pasti dari 480 orang itu banyak bibit2 yang mampu mengukir prestasi seperti angkatanawal atau assabiquunal awwalun.

    input hatoy sedikit? memang pertamanya ada ratusan orang yang mendaftarkan diri ke hayatan thyayyibah. Itu karena mereka bisa belajar dengan fasilitas bagus dgan bayaran yang murah. Tapi setelah subsidi dari yayasan diputus, atau dikurangi dan bayaran naik angka pendaftar langsung turun drastis. Itu pun hanya orang2 yang mampu saja dan banyak dari mereka tidak memuaskan jika dilihat dari akhlaknya.

    namun untuk tahun ini nampaknya ada peningkatan jumlah santri yang mendaftar, dari sekitar 40 orang di tahun kemarin sekarang ada sekitar 64 orang. kita doakan akan terus bertambah bukan hanya dalam kuantitas, namun kualitas, amin.

  5. dyas_hty
    Agustus 9, 2008 pukul 9:37 am

    BETUL !

    saya sependapat sama bapak penulis.
    hathoy belum mampu mencetak kader2 islam dengan baik.
    selama ini hnya mengandalkan kualitas dari anak2 muridnya saja. tanpa diimbangi pengembangan yang berarti.

    tapi saya tidak melupka begitu saja apa yg telah d berikan oleh para ustad yg telah mendidik saya. saya sangat berterima kasih karena mereka saya bnyak mendapatkan ilmu yg tidak d dapat di sekolah2 lainnya.

    thanks dor all teacher in hathoy.

    saya rasa harus ada perubahan………………..menuju kehidupan yg lebih baik!

  6. November 9, 2008 pukul 10:39 pm

    alhamdulilah kmrn kita ankt2003 reunian di hatoy sekitar sebulan yg lalu deh.
    namanya juga reuni pasti ketemu tmn lah rame2an gitu pada asyik deh
    cuma ada yg ga ngasyikin tuh acara……….. Sorry bro bkn jelek-jelekin ni orang
    ga usah di jelekin juga mang dah jelek wkwkkwkkwkww cape deh
    ga usah di kasih tau juga dah pada tau BEDOL tau kan… gile ne org.. kita-kita dah pada mau silaturahmi sambutan bukan baik-baik malah kita pada ga boleh mabit di asrama
    ga tau alsnnya knp. ni pondok makin ari makin mundur ja bukan maju
    kesejahteraan bukan menjadi prioritas tapi minoritas..
    masa gaji satpam yaang kattenye nih pondok bayaran ampe 10 jeti ngatas
    cma bs gaji satpam 600.000 hare gene 600.000 wat paan untuk kepala rumah tangga
    miris brooo ati gw….geleng2 kepala deh gw (jikir bro) hehehe…

  7. andry
    Desember 2, 2008 pukul 11:32 am

    selama ana ngajar 2.5 thn di htoy, ada 1 kesimpulan yg dapat ana tarik “kalo di htoy tidak ada reformasi tinggal tunggu ANCUUUR aja” kalo mau dijelasin satu persatu kebobrokannya repot harus dimulai dari mana! satu bukti saja para pengajar disana pada berusaha “kabur”. Yang penting sekarang apa yg dapat kita perbuat ? sayang lembaga pend. islam yg begitu “ruar biasa” dilihat dari luar ternyata didalamnya…..?

  8. Januari 25, 2009 pukul 11:01 pm

    ya……..
    semoga saja hatoy makin maju…. kita ini kan alumninya….so, berikan yang terbaik buat almamater. Meski… gak tau di dalamnya sekarang gimana? Denger2 sih, cuma materi aja yang diincer, tapi kualitas sudah gak ada……………Kenapa ya? Penyebabnya apa???!!!
    Ah…,kita doakan saja deh….. moga semuanya dapat berpikir jernih!!! KUalitas setiap siswa itu prioritas utama…. apalgi jiwa spiritualnya….
    Eh…iya, salam hangat buat angkatan 2003…………………………………!!! Sukses buat semua alumni hatoy!!!

  9. Januari 27, 2009 pukul 12:57 am

    Wa’alaikum salam…
    Sepakat.
    Memang tidak ada yg lebih dahsyat daripada kekuatan do’a, tpi perlu diingat juga kekuatan do’a akan menjadi lebih nyata jika ikhitar pun dilakukan.
    So? kr yg patut dipikirkan adalah bagmna jika stiap angkatan (khususnya bgi yg sudah lulus) u/ memberi bentuk kontribusi lansung. Mungkin langkah awalnya dri kegiatan2 even reuni, bukan hanya skedar reuni tatap muka saja, tetapi reuni yg bisa menawarkan solusi2 yang manfaatnya dirasakan oleh sluruh komponen HAyatan Thayyibah. Dg cra btmu langsung dg para petinggi hathot, kepsek msalnya, utk mbhas HAthoy akan spt apa k depannya…
    Sya rasa tmn2 sluruh angkatan hathoy tentunya sudah punya pemikiran spt ini, yg jelas smuanya butuh kesepakatan smua pihak dan bergerak dalam 1 visi dan misi. Masalah2 yg m’belenggu HAthoy selama ini jg bs dijdikan bhn pertimbangan, benang merah mengapa HAthoy menjadi spt ini sekarang….
    Kita semua pun sngt berharap, jngn sampai Hathoy menjadi sebuah peradaban masa lalu yang terkubur di abad informasi ini…
    Skali lgi sy ingin mengajak sluruh kwan2, mari kita smua b’kontribusi utk HAthoy, Skolah Islam T’cinta….

  10. Romdhoni Bustama!
    Maret 20, 2009 pukul 2:33 pm

    Assalamualaikum Akhwan Smua.. saya satu angkatan dengan Fathi Nasrullah! mungkin Fathi sudah lupa sama saya krn saya keluar ketika saya kelas 2 B di Hatoy! hehehe.. dr dulu Hatoy memang Bagus! tp memang ga ada yang sempurna di Dunia ini… Saya teringat Ust. Tarmana Abdul Qosim Bilang kalau yang paling sempurna di dunia adalah Rasulullah!, dan yang penting kita sudah punya lembaga pencetak kader Muslim yang hebat! kita jaga! jangan di jelek-jelekin! nanti klo sampe orang non tau tentang keburukannya bisa bisa malah dirusak dr dalam! bukannya dijelek-jelekin tp harus sama-sama kita perbaiki itu aja kalee ya! hehe… akhwan angkatan Ke-2 hatoy pada ada dimana aja ya Fathi? e mail ke ane ye yang ente tau! ke dhonie@absensidikjari.com Assalamualaikum

  11. Maret 20, 2009 pukul 3:47 pm

    wa’alaykumussalam…

    tentu saya masih ingat sama ente akh Romdhoni. gimana kabarnya? ada account fb ngga?

  12. Yoga Kretek
    April 6, 2009 pukul 9:28 pm

    Ass, kaifa khaluk fathi??

    aina anta al’an??

    ana yoga kretek..do u rmmbr me??

  13. yudi
    Februari 17, 2010 pukul 1:56 pm

    Assalamualaikum wr wb.

    Adakah berita positif ttg hatoy??. Sebagai ortu dari santri yg baru 6 bulan di hatoy, kok jadi miris… Padahal niat saya tahun depan adiknya mau masuk hatoy juga…

    Kedua, apakah program ke luar negeri merupakan suatu keharusan?. Demi anak, saya akan berupaya mencari dana kalau memang itu akan membawa lebih banyak manfaatnya…

    Makasih.
    Yudi- Pontianak

  14. Khairul atma
    Maret 12, 2010 pukul 10:31 pm

    Anak hatoy semuanya kalau menurut saya mempunya potensi yang sangat besar untuk lebih maju dari sekarang cuma, masalahnya sekarang anak hatoy pada MALES & KURANG DUKUNGAN DARI PIHAK SEKOLAH makanya potensi untuk lebih baik lagi tidak kelihatan, sebenarnya ada sich…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: