Beranda > lama > Mendung di Kampus ITB

Mendung di Kampus ITB


Suatu saat ketika Ibrahim putra Muhammad meninggal dunia, terjadi gerhana matahari. Ketika itu orang-orang berkata, “Terjadinya gerhana matahari ini adalah karena meninggalnya Ibrahim”.

Kemudian Rasulullah berkata, “Matahari dan bulan adalah dua tanda dari berbagai tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak akan tertutupi (terjadi gerhana) disebabkan oleh kematian atau kelahiran seseorang. Bila kalian melihat gerhana tersebut, maka besarkanlah nama Allah, dan perbanyaklah tasbih.”

——————-

Seharian kemarin, mendung menggelayuti kota Bandung. Bahkan hujan turun setitik demi setitik. Namun di tengah mendungnya kota Bandung ini, kampus ITB dirundung mendung yang berbeda.

Mendung, seperti gerhana pada hadits nabi di atas, memang bukan pertanda atas kematian atau kelahiran seseorang. Akan tetapi mendung yang terjadi di kampus ITB ini merupakan mendung yang muncul pada hati penghuni kampus gajah ini. Mendung yang disebabkan oleh panggilan Allah yang begitu mendadak atas saudara kami tercinta. Saudara kami, adik kami, kakak kami, teman seperjuangan kami.

Begitu cepat Allah memanggil dia hingga rasa tak percaya membuncah ketika mendapat kabar itu :

Innalillahi wa

inna ilaihi

roojiun. telah

pulang ke

hadapan Allah

saudara kita

Sigit F(EL’01) td

mlm. mohon

doakan beliau

dan tolong sebarkan.

jazakallah

Sender:

KD Fauzie

+628121498***

Sent:

6-Nov-2004

08:15:00

Pagi hari itu juga kabar tersebut menyebar ke seluruh ADK ITB. Segera dilaksanakan shalat ghaib di masjid Salman. Semoga beliau tenang di sisi-Nya, semoga amalannya selama ini diterimaNya, dosa-dosanya diampuniNya. Amien.

——————-

Berawal dari kabar gembira bahwa anak bungsu mereka akan pulang untuk liburan menjelang hari raya. Pulang dengan mengendarai kereta sampai stasiun Tegal pukul 02.00. Kemudian dijemput oleh ayahnya dengan mengendarai motor.

Ternyata hingga pukul 03.00 belum juga sampai di rumah. Keluarga yang sedang menunggu merasa khawatir, kemudian menghubungi mereka lewat sms. sms diterima, tetapi tidak dijawab. Akhirnya sang kakak bersama calon suaminya mencari mereka hingga stasiun kereta Tegal.

Sesampainya di sana mereka bertanya kepada petugas, apakah kereta dari Bandung sudah sampai? Ternyata sudah sejak pukul 02.0 kereta tersebut sudah sampai. Firasat buruk muncul. Akhirnya mereka menuju Polresta Brebes untuk menanyakan apakah ada kecelakaan malam itu. Polisi mengatakan bahwa memang ada kecelakaan, tetapi sudah ditangani oleh Polresta Tegal. Segera mereka menuju Polresta Tegal untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Sesampainya mereka di Polresta Tegal, mereka diberitahu bahwa ada kecelakaan yang menimpa dua orang pengendara motor. Sang ayah meninggal di tempat kejadian perkara dan sang anak sedang dalam kondisi kritis. Keduanya sudah di bawa ke rumah sakit Tegal.

Ketika mereka sampai di rumah sakit, Akh Sigit sedang diberi bantuan pernapasan oleh dokter. Sang kakak tidak kuasa melihat adiknya yang terbaring dalam kondisi kritis. Kemudian menuju kamar mayat untuk menemui jenazah sang ayah.

Karena luka-lukanya dan banyaknya darah yang keluar, akhirnya Akh Sigit meninggalkan dunia yang indah dan fana ini pada pukul 06.00.

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu

wawassi’ madkhalahu waghsilhu bil maa’i wats tsalji wal barodi

wabdilhu daaron khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaaban naar.

Amiien.

Kepergian engkau wahai sahabat, tak akan pernah menyurutkan langkah kami.

Sungguh, suatu barisan dakwah tidak akan pernah surut hanya karena kehilangan salah seorang terbaiknya saja.

Barisan dakwah bagaimanapun keadaanya akan senantiasa menjadi gerakan masif

Yang menyapu setiap kedzaliman yang muncul di muka bumi ini.

Sesungguhnya Allah senantiasa bersama hamba-hambaNya yang istiqomah berjuang di jalanNya.

Sesungguhnya Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambaNya yang berjuang sepenuh hati di jalanNya.

ALlahu Akbar !!!

Kategori:lama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: