Tahun baru, rumah baru… fathinashrullah.net

Januari 5, 2015 2 komentar

Ini adalah post terakhir di fathiiiii.wordpress.com. Sejak tulisan ini, tidak akan ada lagi tulisan baru di sini. Seluruh history yang ada di blog ini sudah dimigrasikan ke http://fathinashrullah.net. Tulisan-tulisan baru akan muncul di sana.

Terima kasih wordpress.com, selamat datang wordpress.org

*gambar dari sini.

Kategori:pribadi

Akhirnya BPJS Juga


Logo BPJS Kesehatan

Logo BPJS Kesehatan

Akhir tahun ini di berbagai dunia kerja di Indonesia terjadi berbagai kehebohan terkait BPJS. Penyebabnya adalah pemerintah memajukan dateline kewajiban kepesertaan BUMN dan perusahaan swasta dalam program BPJS menjadi 1 Januari 2015. Peraturan ini ditetapkan oleh Presiden SBY pada tahun lalu (2013) melalui Peraturan Presiden No. 111/2013. Perpres ini adalah mengubah Perpres yang keluar sebelumnya, yaitu No. 12/2013. Sebelumnya perusahaan swasta, usaha mikro, dan orang pribadi paling lambat mendaftar pada 1 Januari 2019.

Pro dan kontra di internal perusahaan pasti akan terjadi, terutama di perusahaan-perusahaan yang fasilitas kesehatannya selama ini sudah dirasa sangat baik. Sebab kita sering sekali mendengar keluhan seputar pelayanan BPJS. Dengan beralih dari fasilitas kesehatan internal perusahaan kepada sistem BPJS Kesehatan, maka peralihan ini terasa mendowngrade kualitas pelayanan yang akan didapatkan oleh karyawan.

Dalam pengamatan saya, ada beberapa kekecewaan yang mengemuka terkait BPJS ini:

Pertama, Diskriminasi pelayanan. Bukan rahasia lagi jika berbagai rumah sakit membedakan tempat pendaftaran antara peserta BPJS dan pasien umum (yang membayar sendiri). Peserta BPJS menjadi kelas rendahan ketimbang pasien umum. Ini lucu, padahal peserta BPJS sudah membayar lebih awal ketimbang pasien umum yang baru membayar setelah selesai pelayanan.

Kedua, Antrian panjang. Hal yang aneh adalah, kita harus antri untuk mendapatkan nomor antrian. Untuk mendapatkan nomor antrian saja kita harus mengantri, padahal setelah itu masih harus antri lagi untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Total waktu antrian (dalam beberapa testimoni) bisa mencapai lebih dari sehari semalam.

Ketiga, Kualitas pelayanan. Dari beberapa testimoni yang teramati, kualitas pelayanan di Rumah Sakit berbeda antara peserta BPJS dan pasien umum. Misalnya pemilihan jenis obatnya, kelas kamar rawat inapnya, atau yang sebetulnya sepele seperti perhatian para suster kepada pasien.

Setidaknya tiga kekecewaan itulah yang mendominasi pembicaraan seputar BPJS di lingkaran perkawanan saya. Meski demikian, saya punya tanggapan sendiri terkait tiga kekecewaan tersebut. Bukan sanggahan ya, tapi tanggapan atas kekecewaan tersebut.

Diskriminasi pelayanan.

Bagaimana pun program BPJS adalah satu hal yang harus dipisah administrasinya dari program-program lain. Jangankan dengan pasien umum, dengan peserta jaminan kesehatan lain pun juga harus dipisahkan. Sebab entitas pengelolanya berbeda. Tidak mungkin peserta BPJS dicatat dalam jurnal yang sama dengan peserta jaminan dari Inhealth atau Prudential misalnya. Bakal repot sekali dalam proses akuntingnya.

Well, sebetulnya ini persoalan yang sangat teknis sekali. Tinggal pasang saja sistem yang dapat memilah secara otomatis dalam pembukuan, antara peserta program jaminan kesehatan yang berbeda. Apa susahnya? Bahkan menggunakan spreadsheet macam Microsoft Excel saja bisa terpecahkan. Kecuali kalau memang harus diotorisasi oleh petugas khusus dari lembaga terkait, mungkin butuh proses sedikit lebih panjang.

Tapi keribetan yang tidak perlu seperti ini tidak akan bertahan lama. Sebab mulai 1 Januari 2019 seluruh rakyat Indonesia harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJS. Saat itu, yang masuk ke rumah sakit kemungkinannya adalah peserta BPJS atau warga negara asing. Jadi tidak perlu lagi adanya pemisahan antara peserta BPJS dengan pasien umum.

Antrian panjang.

Satu kekeliruan yang saya amati terkait BPJS ini adalah, orang baru daftar ketika butuh pelayanan rumah sakit. Di satu sisi ini adalah kelebihan BPJS (mana ada orang sakit yang boleh didaftarkan dalam program asuransi apa pun). Di sisi lain ini adalah potret awamnya masyarakat kita tentang program BPJS Kesehatan. Harusnya kita mendaftar BPJS (Kesehatan) bukan hanya ketika sakit, tapi sejak sekarang. Ya, sejak sekarang, seperti halnya kita mengurus KTP dan KK. Kita tidak mengurus KTP dan KK hanya ketika mau pemilu bukan?

Keawaman lainnya adalah bahwa kita bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Kita bisa mendaftar lewat internet, mendapatkan rekening virtual, kemudian membayar premi via ATM atau Bank. Sama sekali tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan dan mengantri secara fisik untuk kemudian dilayani oleh petugas.

Mengenai antrian untuk mendapatkan pelayanan, saya rasa ini memang pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah kita (kementerian kesehatan, BPJS, pemerintah daerah, dan semua yang terlibat) untuk menyiapkan infrastruktur dan staf yang memadai. Rasio antara fasilitas dan yang membutuhkan fasilitas masih sangat jomplang. Maka kita masih akan bertemu dengan antrian klinik yang sangat lama, atau berjumpa dengan dokter yang harus melayani 200 pasien dalam sehari. Sehingga standar pelayanan optimal mungkin belum akan terpenuhi selama beberapa tahun ke depan. Bersabarlah.

Kualitas pelayanan.

Bagaimanapun BPJS Kesehatan saat ini memiliki standar pelayanan minimal yang belum bisa dibanggakan. Peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran, jumlahnya sekitar 86 juta orang untuk tahun 2014, adalah peserta BPJS Kesehatan yang preminya dibayari oleh negara, belakangan di-rebrand oleh Presiden Jokowi sebagai KIS) nilai preminya hanya sekitar Rp 19.000 saja per bulannya. Sedangkan peserta perorangan untuk kelas 3 hingga 1 masing-masing hanya Rp 25.500, Rp 42.500, dan Rp 59.500 saja per bulannya. Dengan premi sebesar itu rasanya kita belum bisa mengharapkan standar kualitas pelayanan yang cukup tinggi untuk tahun pertama implementasi BPJS Kesehatan ini. Mudah-mudahan ke depannya dapat ditingkatkan.

Eksperimen Jaminan Kesehatan Terbesar 

Dalam pandangan saya, BPJS Kesehatan ini adalah spektakuler. Dalam tahun pertama keberjalanannya saja sudah meng-cover sedikitnya 86 juta peserta miskin yang preminya dibayari oleh negara. Memang bukan mulai dari nol. Tetapi Askes sebagai cikal bakal BPJS Kesehatan adalah entitas bisnis, sedangkan BPJS adalah entitas nirlaba, otomatis orientasinya sangat berbeda. Jika eksperimen ini berhasil, maka ini akan menjadi contoh bagi dunia dalam menjalankan jaminan kesehatan massal yang berlaku untuk seluruh warga negara dan tidak membebani keuangan negara. Kita baru dapat menilai BPJS Kesehatan ini secara utuh ketika sudah berjalan 100%. Nanti, 1 Januari 2019.

Hosting Murah dan Hosting Gratis

Desember 2, 2014 3 komentar

Bagi kita yang baru belajar hosting website, menggunakan server hosting berbayar mungkin akan terasa sebuah pemborosan. Sebab kita belum tahu bagaimana cara menggunakan serta mengoptimasikan fitur di server hosting. Banyak perusahaan yang menyediakan server hosting murah di Indonesia. Pertama kali belajar hosting, saya menggunakan servernya Qwords, perusahaan yang didirikan oleh Rendy Maulana, alumni SBM ITB angkatan pertama (2004). Qwords melayani pelanggannya dengan sangat baik. Support ticket mereka selalu cepat direspon dan cepat pula mendapatkan solusi.

Tetapi karena saya masih pemula dalam urusan hosting, saya belum bisa spend cukup banyak untuk paket hosting yang mumpuni. Sejauh ini service yang pernah saya gunakan di Qwords hanyalah paket hosting termurah, Rp 60.000 saja per tahun, tentunya selain pembelian beberapa domain ya. Tetapi hosting murah ini rupanya memiliki beberapa keterbatasan terkait fitur servernya. Waktu saya hendak mencoba sebuah plugin wordpress (sudah lupa plugin apa) ternyata butuh fasilitas tambahan yang tidak disediakan di paket termurah. Solusinya adalah harus upgrade ke paket yang lebih tinggi.

Tarif Personal Hosting - Qwords

Tarif Personal Hosting – Qwords

Suatu saat saya mendapatkan email iklan dari IDHostinger. IDHostinger ini sependek pantauan saya adalah anak perusahaan Hostinger Group yang berbasis di Cyprus. Mereka develop software hostingnya sendiri, sehingga tidak ada biaya tambahan untuk lisensi software seperti cpanel. Mungkin itu sebabnya mereka bisa memberi harga yang cukup signifikan murahnya.

Oh saya keliru, mereka bukan saja memberi fasilitas hosting murah, tapi bahkan hosting gratis dengan fitur lumayan mumpuni. Coba lihat fitur yang mereka tawarkan untuk hosting gratis berikut:

Paket Gratis IDHostinger

Paket Gratis IDHostinger

Itu belum termasuk (sub) domain gratis yang bisa kita dapatkan cuma-cuma lho. Tapi namanya juga (sub) domain, apa sih yang bisa dibanggakan.. hahaha… Lumayan lah, untuk menjajal ilmu server hosting yang baru kita pelajari. Saya pribadi menggunakan IDHostinger sebagai sandsack. Maksudnya memang memposisikannya sebagai tempat belajar. Hingga saat ini saya belum berencana ambil service yang berbayar dari sana. Ketimbang di IDHostinger (yang berpusat di Cyprus, Eropa), bukankah lebih baik pakai server lokal punya perusahaan lokal (yang sudah mendunia) saja? Qwords contohnya.

Disclaimer: Postingan ini berisi link afiliasi saya di IDHostinger dan Qwords. Kalau mau daftar ke sana, pakai link afiliasi saya ya ;)

SAMSAT Jabar Mantap!


Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Pengurusan perpanjangan STNK 5 tahunan sekarang ini simple banget ya.. Praktis 1 jam (lebih sedikit) selesai. Itu sudah sekalian dengan cetak pelat nomer baru.

Untuk perpanjangan 5 tahunan memang harus di kantor SAMSAT (Dispenda Jabar), saya mengurusnya di SAMSAT Cibabat (Dispenda Jabar). Datang sekitar jam setengah delapan pagi, rupanya setiap hari Rabu ada pengajian di sana. Pendengarnya adalah karyawan Dispenda Jabar (Kantor Cibabat) dan pengunjung yang hendak mengurus pembayaran pajak kendaraan. Jam 8 tepat pengajian selesai, pelayanan pajak kendaraan langsung dibuka.

Suasana SAMSAT Cibabat

Suasana SAMSAT Cibabat

Saya betul-betul sudah tidak melihat SAMSAT yang dulu. Terakhir saya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan adalah sekitar 5 tahun yang lalu untuk motor yang lain. Hampir setiap step kita harus mengeluarkan uang. Untuk gesek nomor rangka dan mesin harus bayar. Legalisasi hasil gesekan nomor tadi harus bayar lagi. Sekadar mendapatkan formulir pendaftaran saja harus bayar. Kayaknya di semua loket kita harus mengeluarkan uang. Ini masih belum ditambah banyaknya calo yang berkeliaran, dari yang orang biasa sampai pak polisi berseragam lengkap.

Tadi yang saya lihat adalah SAMSAT yang baru. Saya hanya mengeluarkan uang sebesar apa yang diminta di kasir (kasirnya adalah Bank BJB) dan dilengkapi dengan tanda terima standar Bank. Tidak ada pungutan lain di luar itu. Ya, saya memang mengeluarkan cost untuk fotokopi dan map biru (Rp 3.600), cost bensin untuk perjalanan ke kantor SAMSAT (hanya sekitar 2 km dari rumah), dan biaya Rp 10.000 untuk pemasangat pelat baru (well, kalau ke bengkel juga harus bayar segitu kan?). Tapi itu sangat masuk akal, bukan?

Hingga pelat nomor baru sampai di tangan, total waktu pelayanan hanya satu jam dua puluh menit. Tadinya ekspektasi saya adalah selesai menjelang dzuhur, dan kemudian harus datang satu minggu lagi untuk mengambil pelat nomor yang baru… Betapa kudetnya saya ya… hahaha…

Sambil menunggu dipanggil oleh petugas kasir, saya berkeliling melihat banner-banner, poster-poster, dan papan-papan informasi yang disediakan. Mas-mas di pintu depan yang menyambut pengunjung sangat ramah dan informatif terhadap pertanyaan-pertanyaan saya. Rupanya SAMSAT Cibabat ini tidak sekedar buka di hari Sabtu (yang memang sudah lama), tapi juga buka di malam hari hingga pukul tujuh!! Katanya malah pelayanan malam hari relatif lebih cepat, karena pada waktu tersebut SAMSAT tidak banyak pengunjungnya. Untuk malam hari ini pelayananannya adalah hari Senin hingga Rabu di minggu pertama hingga ketiga setiap bulannya.

Informasi Pajak Kendaraan On Line

Informasi Pajak Kendaraan Online

Selain itu Dispenda Jabar sudah menyediakan fasilitas online untuk pengecekan nominal pajak kendaraan kita. Jadi kita bisa menyiapkan budget yang tepat sebelum datang ke kantor SAMSAT. Caranya adalah dengan dua alternatif di atas: melalui SMS (pulsa normal) atau melalui internet.

Oh iya, satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa ini layanan dari Dispenda Jabar yang bekerja sama dengan Polda Jabar. Artinya semua SAMSAT yang berada di bawah Dispenda Jabar dan Polda Jabar terkoneksi satu dan lain. Mungkin jam kerja bisa berbeda, tetapi standar pelayanan tidak. Jika kendaraan anda berpelat Bogor atau Sukabumi misalnya, perpanjangan STNK tahunan bisa dilakukan di SAMSAT Cibabat. Begitu juga untuk kendaraan yang dibeli di Bekasi (Wow, Jabar besar sekali ya :D ). Tapi saya tidak tahu seperti apa standar layanan di luar Jawa Barat. Beda gubernur dan provinsi, biasanya beda juga kebijakannya. Untuk Jawa Barat bahkan pelayanannya sudah diperluas dengan memanfaatkan jaringan Bank BJB. Kita bisa bayar pajak kendaraan via atm, bahkan internet banking sambil tidur-tiduran di rumah. hehe…

Pada dasarnya SAMSAT itu adalah pintu uang bagi provinsi. Dengan semakin mudah melakukan pembayaran di SAMSAT, maka semakin cepat juga uang mengalir dari pintu ini. Sangat tidak logis kalau orang yang datang, bawa uang, siap dibayarkan, tapi pelayanan amburadul seolah tidak butuh duit. Maka tidak aneh kalau Kang Aher berhasil menaikkan pendapatan daerah secara signifikan dari sektor ini.

Begitulah provinsiku. Bagaimana provinsimu?

[Update] For Sale: Xiaomi Redmi Note

November 24, 2014 2 komentar

Update 27 Nov 2014: Item’s SOLD!!

Kali ini saya mau jualan… hehe…

Siapa cepat dia dapat.

Tersedia 2 unit XIAOMI REDMI NOTE – Brand New in Box

Siap diantar plus COD untuk wilayah Bandung Raya.

Xiaomi Redmi Note – Flash Sale LAZADA

ane pasang harga dasar nih… maklum, lagi BU
tapi itu ngga termasuk ongkir ya… klo mau COD atau dideliver ke sekitaran Bandung Raya, lebihin dikit yah. buat ongkos bensin

sms/wa/line: 082-117-245-972

Fathi Nashrullah
https://fathiiiii.wordpress.com

 

Kategori:biznis Tag:, ,

BBM satu-satunya faktor produksi pada angkot?


Kesepakatan kenaikan tarif angkot Kota Bandung

Sampai hari ini saya tidak mengerti, apakah BBM itu satu-satunya faktor produksi pada layanan angkutan kota (angkot)? Dalam foto di atas terlihat kesepakatan tentang penaikan tarif angkot sebesar 30%. Kita juga tahu bahwa dua hari yang lalu (17 November 2014) Presiden Joko menaikkan harga bensin premium sebesar 30%. Ini artinya BBM adalah satu-satunya faktor produksi pada angkutan kota.

Di artikel sebelumnya saya memprediksi kenaikan harga-harga hanya berkisar di angka 10% sebagai akibat kenaikan 30% premium dan 35% solar. Asumsi saya, BBM bukanlah satu-satunya faktor produksi, dan faktor produksi lainnya harganya tidak otomatis naik. Pun kalau faktor produksi lainnya juga naik, asumsi saya tidak akan sebesar 30%. Jadi saya beranggapan kenaikan 30% seluruh harga barang adalah very unlikely.

Namun ternyata begitulah yang terjadi. Tarif angkutan kota di Kota Bandung sudah dinaikkan 30%. Dalam perhitungan saya, angkot mengambil keuntungan besar dalam kasus ini. Mereka berselancar dalam penderitaan orang lain.

Mari kita coba hitung. Untuk jarak sekira 5 km, seorang penumpang dulu harus membayar Rp 3,000. Sekali jalan, angkot dapat menampung 13 penumpang. Angkot standar di Bandung paling hanya menghabiskan setengah liter per 5 km. Dengan kenaikan 30%, tarif tersebut berubah menjadi Rp 3,900.

Kalkulasi kenaikan tarif angkot Kota Bandung; November 2014.

Kalkulasi kenaikan tarif angkot Kota Bandung; November 2014.

Kita bisa melihat tabel yang saya buat di atas. (Note: jangan lupa untuk membaca asumsi-asumsi yang saya gunakan dalam membuat perhitungan tersebut) Kolom c dan d adalah harga sebelum kenaikan 17 November 2014. Kolom e dan f adalah harga setelah kenaikan. Kolom g adalah selisih antara harga lama dan baru, sedangkan kolom h adalah rasionya.

Baris 2 adalah biaya produksi untuk angkot full dan baris 3 adalah rata-rata produksi untuk setiap penumpangnya. Baris 4 adalah penjualan untuk angkot full dan baris 5 adalah rata-rata penjualan per penumpangnya. Baris 6 adalah margin untuk angkot full dan baris 7 adalah rata-rata per penumpangnya.

Dari tabel di atas, kita bisa melihat bahwa kenaikan 30% tarif angkot ini bukan sekedar penyesuaian harga. Tetapi juga sekaligus penggandaan keuntungan bagi angkot. Jika ini sekadar penyesuaian, seharusnya kan tidak perlu ada peningkatan margin secara signifikan seperti itu. Perhatikan bahwa dalam tabel di atas saya tidak menempatkan BBM sebagai satu-satunya faktor produksi. Tetapi saya juga memasukkan upah/gaji sopir dan sudah saya naikkan sebesar 30%.

Modus seperti ini sudah sering sekali terjadi. Kenaikan tarif yang paling ‘gila’ yang saya ingat adalah pada 2005, ketika Presiden SBY menaikkan harga premium hampir 100%. Dalam perhitungan kasar saya ketika itu, angkot mendulang kenaikan margin lebih dari 100%. Praktik seperti ini selalu terjadi setiap kali pemerintah menaikkan harga bensin premium.

*foto kesepakatan penaikan tarif di-link dari detik.com

Getting people back to work

November 18, 2014 1 komentar


Ada yang ingat dengan mendiang Aaron Swartz? Dia adalah anak muda brilian pendiri beberapa startup sukses yg kemudian terbelit kasus hak cipta hingga akhirnya bunuh diri. Bukan tentang orangnya atau startupnya, tapi dia pernah menulis sesuatu yang menurut saya menarik di blognya. Sayangnya saya baru membaca blognya setelah dia bunuh diri.

Pada satu artikel dia bercerita tentang Batman Begins. Satu ironi yang terjadi adalah ketika Thomas dan Martha Wayne yang hampir bangkrut karena membangun jaringan kereta murah dalam kota untuk penduduk Gotham, kemudian malah dibunuh oleh (salah satu) penduduk Gotham sendiri. Mereka dibunuh oleh orang yang sedang habis-habisan mereka bantu.

Apa sebenarnya yang sedang dilakukan Thomas dan Martha? Swartz bercerita, mereka sebetulnya sedang berusaha mendorong orang untuk bekerja, getting people back to work. Agar mereka mau bergerak ke ujung lain kota untuk bekerja, sehingga tingkat kriminalitas menurun dan masyarakat menjadi sejahtera. Gotham bukanlah kota kecil. Dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa, kita bisa membayangkan ukuran kotanya. Maka kendala transportasi menjadi kendala yang sangat berarti, yang dapat membuat orang enggan bekerja. Entah karena penghasilannya tidak memadai untuk menutup sekaligus biaya hidup + transportasi, atau memang karena tidak ada moda transportasi murah-cepat.

Amerika bukanlah Indonesia. Di negara kita, serbuan pemasaran kendaraan roda dua dari luar negeri sudah luar biasa. Meskipun tidak ada moda transportasi massal yang murah, namun orang bisa beli (well, nyicil maksudnya) motor dengan harga yang sangat murah, dengan cicilan yang juga sangat murah. Dikombinasikan dengan harga BBM yang disubsidi, menjadikan motor sebagai moda transportasi termurah dan paling fleksibel yang ada di negeri ini.

Oke, sebagian kawan berpendapat bahwa KRL atau commuterline lebih murah. Saya tidak membantah. Masalahnya tidak di semua kota ada jaringan commuterline. Di Bandung saja jaringan kereta hanya menghubungkan wilayah paling barat dan paling timur dengan satu line saja. Orang yang tinggal di wilayah lain praktis tidak terlayani. Angkot? Hasil perhitungan saya, angkot (yang menggunakan BBM bersubsidi) lebih mahal setidaknya dua kali lipat dari motor (yang juga menggunakan BBM bersubsidi) untuk kebutuhan komuter harian. Itu belum ditambah dengan ongkos antar-jemput anak ke sekolah, belanja ke pasar, berkunjung ke saudara, dan transportasi lainnya di luar komuter.

Jangan salahkan masyarakat ketika mereka menggunakan motor untuk kebutuhan transportasi hariannya. Ini hanya sekedar bentuk optimasi dalam menyiasati anggaran rumah tangga mereka. Dalam perspektif ini, saya pribadi cukup yakin bahwa kenaikan harga BBM malam tadi tidak memberi pengaruh signifikan untuk pos pengeluaran transportasi harian. Paling hanya bertambah Rp 5.000 per dua atau tiga hari.

Tetapi urusan harga BBM ini sebenarnya bukan di harga BBM-nya sendiri. Melainkan di harga segala macam barang yang dijual di pasar (pasar apa pun ya, mau tradisional, modern, online, apa pun), karena semua barang itu mengandung unsur BBM di dalamnya, minimal untuk distribusinya. Kenaikan 30% harga premium dan 35% solar dalam prediksi saya dapat memicu kenaikan setidaknya 10% biaya produksi.

Kembali ke soal subsidi dan Batman Begins tadi, dalam perspektif saya subsidi BBM bukanlah tentang memurahkan harga BBM yang akan dibakar di jalan-jalan raya. Tapi tentang memurahkan harga segala macam bagi rakyat Indonesia. Subsidi BBM adalah upaya negara menggerakkan rakyatnya untuk bekerja. Subsidi BBM adalah upaya negara dalam memurahkan makanannya, memurahkan transportasinya, memurahkan pendidikannya.

Subsidi BBM adalah upaya negara memacu rakyatnya untuk berkarya.

*gambar di-link dari wikipedia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.007 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: