Risalah Usbu’iyyah (2)


Weekly Notes

Ikhwah fillah, pengurus DPC yang saya hormati.

Saat ini kita sedang menjalankan proses Musran. Mohon maaf kalau di grup ini sedang tidak banyak aktivitas, karena aktivitasnya masih di grup lama yang berisi ketua2 DPRa yang sedang menjabat. Semua ketua DPRa ditunjuk menjadi ketua panitia (OC/Organizing Committee) dan BPH DPC (plus kabid kesra) ditugaskan menjadi panitia pengarah (SC/Steering Committee).

Saat ini proses penjaringan calon ketua DPC sudah berjalan, dan sudah dipilih 3 nama calon ketua untuk setiap DPRa. Nama-nama tersebut sedang dimintai data lengkapnya oleh panitia SC dan OC di masing-masing DPRa.

Rencana kita tanggal 20 Oktober 2019 akan ada pemilihan di masing2 ranting. Meski judulnya pemilihan, agenda utamanya sebetulnya adalah konsolidasi. Semua kader di DPRa beserta koordinator RW dan saksi diundang ke acara ini. Seminggu setelahnya yaitu 27 Oktober 2019 akan ada acara puncak Musran yang insya Allah akan diselenggarakan di Melong Green.

Mari kita bersiap menyambut kepengurusan baru DPRa. Baru karena kita berusaha untuk menghadirkan ketua yang belum pernah menjabat sebelumnya. Selain itu kita juga perlu bersiap untuk menyambut ketua-ketua DPRa yang akan segera mengakhiri jabatannya. Mereka akan mengisi berbagai pos di DPC (dan mungkin juga di DPD) bersama-sama pengurus yang sudah ada sekarang.

Tidak lama setelah proses Musran berakhir, kita sudah memiliki setumpuk agenda yang sudah harus digarap. Paling dekat adalah TOP atau Training Orientasi Partai. Kita tidak ingin koordinator-koordinator RW dan saksi yang sudah kita undang pada Musran terputus interaksinya dengan kita. Kita perlu segera tindak lanjuti dengan program-program pengenalan partai seperti TOP ini. Karenanya Bidang Kaderisasi juga sudah harus sprint untuk menyiapkan TOP awal November.

Semoga Allah memudahkan langkah kita. Aamiin.

Ketua DPC Cimsel

Fathi Nashrullah

note: gambar dari sini

Kategori:artikel, pks, taushiyah

Risalah Usbu’iyyah


Weekly Notes

Ikhwati fillah.

Minggu-minggu ini kita sedang menjalani proses Musyawarah Ranting. Dari timeline yang sudah disusun, pada akhir Oktober 2019 kita akan mendapatkan 5 kepengurusan baru di setiap DPRa. Kepengurusan baru tentunya akan membawa ruh dan semangat baru, meskipun mungkin yang akan mengisinya adalah orang-orang yang selama ini juga sudah aktif di DPRa tersebut.

Musran adalah sarana kita untuk merencanakan kaderisasi secara struktural. Dengan adanya Musran (begitu juga Muscab, Musda, Muswil, dan Munas) kita bisa menggerakkan kaderisasi vertikal organisasi. Rotasi amanah bisa berjalan sehingga kapasitas dan pengalaman setiap kader, utamanya mereka yang mendapatkan amanah-amanah tersebut, semakin bertambah. Kapasitas dan pengalaman ini penting bagi kita untuk mengemban tugas dakwah yang tidak ringan.

Alhamdulillah seminggu yang lalu kita berhasil menyelenggarakan acara Muscab secara gemilang. Kehadiran peserta sidang melebihi ekspektasi panitia sebesar dua kali lipat, Allahu Akbar. Ini membuktikan bahwa kita di Cimahi Selatan meski tidak ada agenda pemilu, tetap siap dan sigap menyukseskan agenda jamaah.

Kita perlu mengubah mindset kita tentang jabatan, khususnya ketua DPRa. Ketua DPRa tidak harus orang yang memiliki keluasan rizki yang lebih besar (untuk membackup anggaran-anggaran DPRa). Tidak harus yang rumahnya lebih besar (agar cukup untuk rapat-rapat). Tidak juga harus yang cukup senior. Mari kita cukupkan saja dengan syarat mustawa yang tertulis dalam AD/ART. Tidak kurang dan tidak lebih.

Dengan berjamaah, insya Allah kita mampu mengemban amanah yang jauh lebih besar dari apa yang dapat masing-masing kita pikul jika sendirian. Berbagai masalah dapat kita cari jalan keluarnya bersama-sama. Semoga ketua-ketua DPRa baru yang Allah pilihkan nanti beserta jajarannya dapat menjadi wasilah untuk prestasi-prestasi baru yang semakin gemilang. Aamin.

Ketua DPC Cimsel

Fathi Nashrullah

note: gambar dari sini

Kategori:artikel, cimahi, pks

Struktur DPC Cimsel 2019


Muscab Se-Kota Cimahi, 29 September 2019

Assalamu’alaykum wr wb

Ikhwati fillah, insya Allah minggu ini penyusunan kepengurusan baru DPC akan selesai. Meskipun telah lengkap, bukan berarti tidak bisa berubah. Tetap ada kemungkinan bertambah dan juga berkurang, mengikuti dinamika yang ada.


Pada periode sekarang, titik berat aktivitas ada di dua hal:
1. Kaderisasi
Kaderisasi akan menjadi aktivitas yang padat, karena kita ingin merangkul semua stakeholder PKS. Mulai dari simpatisan, anggota terdaftar, anggota kehormatan, anggota pendukung, hingga anggota inti. Karena itulah Bidang Kaderisasi akan menjadi bidang yang paling gemuk strukturnya.
2. Pelayanan
Kita akan mengembalikan aktivitas-aktivitas pelayanan yang selama ini belum dikelola dengan baik. Kita akan kembali ke masyarakat, kembali dekat dengan semua simpatisan kita. Mendengarkan keluhan-keluhan mereka, berusaha mencarikan jalan keluar terhadap kendala yang mereka hadapi. Pelayanan ini akan digawangi oleh dua bidang sekaligus: Bidang Kesejahteraan Rakyat (KESRA) dan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga.

Berikut ini Struktur Kepengurusan DPC PKS Cimsel 2019-2022
Ketua: Fathi Nashrullah
Sekretaris: Riyanto
Bendahara: Nur Muhammad

Bidang Kaderisasi
Ketua: Juhana
Ka Biro Anggota Terdaftar dan Anggota Kehormatan: Subroto
Ka Biro Anggota Terbina: Hendra Gunawan
Pembinaan Anak Kader: Dodi Hidayatullah
Ka Biro Anggota Inti: Suwandi

Bidang Kesejahteraan Rakyat
Ketua: Suparman
Anggota:
– Sri Seskya Situmorang
– Auliya Rahmi Fadlilah
– Alif Aulia

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga
Ketua: Desy Muzfida
Anggota:
– Cucu Sumiati
– Eli Amilia Afiantini
– Kiki Purnamasari

Kategori:lama

Edubox – Lite

Kategori:lama

Raspberry Pi dan Penyelamatan Jutaan Pohon


Raspberry Pi di atas adalah single board computer yang spesifikasinya setara dengan umumnya smartphone yang kita miliki. Mungkin sekarang smartphone kita rata-rata sudah lebih canggih lagi, karena persaingan antar brand semakin ketat.

Raspberry Pi 3 Model B yang ada di atas menggunakan CPU Broadcom BCM2837 dengan clock 1,2 GHz 64-bit quad-core ARM Cortex-A53 dan RAM 1GB. Nampak minim jika dibandingkan dengan handphone berharga sejutaan saat ini. Tapi melihat harganya yang hanya sekitar setengah juta rupiah saja, sepertinya setara dengan handphone yang harganya di kisaran tersebut.

Setelah diinstal Edubox, pengujian kami menunjukkan bahwa Raspberry Pi ini dapat menjadi server yang melayani ujian bersamaan untuk (setidaknya) dua kelas reguler. Dalam beberapa skenario bahkan bisa untuk 3 kelas secara simultan. Jika satu kelas reguler maksimal berisi 40 siswa, jika diambil nilai rata-ratanya maka 3 kelas tersebut setara dengan 100 siswa.

Anda tahu berapa kali ujian massal yang diikuti oleh setiap siswa? Jika dalam satu semester ada UTS dan UAS, maka dalam satu tahun ada 4 kali ujian massal. Anda pasti terkejut jika saya beri tahu bahwa setiap siswa membutuhkan setidaknya 340 lembar kertas untuk penggandaan soal dan lembar jawaban pada ke-empat ujian tersebut. Itu artinya 34.000 lembar kertas yang dibutuhkan oleh 100 siswa tadi, atau sama dengan 68 rim. Menurut referensi, 68 rim tadi kira-kira setara dengan 4 batang pohon!

Padahal tahun 2012 Antara menyatakan ada 58 juta siswa di Indonesia. Jika 58 juta siswa tadi menggunakan kertas dalam jumlah yang sama dalam setahunnya (anggap saja tidak hanya ujian, tapi juga catatan, menggambar, dsb), maka dalam setahun setidaknya 2.380.000 pohon ditebang!

Inilah misi kami di Edubox. Menghindari penebangan 2.380.000 pohon setahun, yang ditebang untuk pendidikan.

 

Tulisan ini pertama kali dipost di sini.

Kembali ke WordPress.com


Lebih dari setahun yang lalu, saya pernah memindahkan blog ke hosting sendiri. Waktu itu berniat untuk lebih sering menulis dan kebetulan ingin mencoba hosting di idhostinger. Rupanya selama setahun lebih ini kesibukan datang bertubi-tubi sehingga melupakan niat untuk menulis.

Begitu lamanya tidak menulis, bahkan hosting di idhostinger pun tidak terrawat, dan saat ini sudah expired. Nampaknya memang tidak butuh-butuh amat untuk memiliki sendiri hostingan kalau hanya untuk blog pribadi. WordPress.com sudah lebih dari cukup.

Beberapa tulisan yang sempat diupload di fathinashrullah.com mungkin akan direpost di sini, kalau saya berhasil mendapatkan recovery-nya. Tapi seingat saya hanya satu tulisan saja. Jadi tidak terlalu banyak memori yang hilang.

Kategori:lama

Tahun baru, rumah baru… fathinashrullah.net

Januari 5, 2015 4 komentar

Ini adalah post terakhir di fathiiiii.wordpress.com. Sejak tulisan ini, tidak akan ada lagi tulisan baru di sini. Seluruh history yang ada di blog ini sudah dimigrasikan ke http://fathinashrullah.net. Tulisan-tulisan baru akan muncul di sana.

Terima kasih wordpress.com, selamat datang wordpress.org

*gambar dari sini.

Kategori:pribadi

Akhirnya BPJS Juga

Desember 10, 2014 1 komentar

Logo BPJS Kesehatan

Logo BPJS Kesehatan

Akhir tahun ini di berbagai dunia kerja di Indonesia terjadi berbagai kehebohan terkait BPJS. Penyebabnya adalah pemerintah memajukan dateline kewajiban kepesertaan BUMN dan perusahaan swasta dalam program BPJS menjadi 1 Januari 2015. Peraturan ini ditetapkan oleh Presiden SBY pada tahun lalu (2013) melalui Peraturan Presiden No. 111/2013. Perpres ini adalah mengubah Perpres yang keluar sebelumnya, yaitu No. 12/2013. Sebelumnya perusahaan swasta, usaha mikro, dan orang pribadi paling lambat mendaftar pada 1 Januari 2019.

Pro dan kontra di internal perusahaan pasti akan terjadi, terutama di perusahaan-perusahaan yang fasilitas kesehatannya selama ini sudah dirasa sangat baik. Sebab kita sering sekali mendengar keluhan seputar pelayanan BPJS. Dengan beralih dari fasilitas kesehatan internal perusahaan kepada sistem BPJS Kesehatan, maka peralihan ini terasa mendowngrade kualitas pelayanan yang akan didapatkan oleh karyawan.

Dalam pengamatan saya, ada beberapa kekecewaan yang mengemuka terkait BPJS ini:

Pertama, Diskriminasi pelayanan. Bukan rahasia lagi jika berbagai rumah sakit membedakan tempat pendaftaran antara peserta BPJS dan pasien umum (yang membayar sendiri). Peserta BPJS menjadi kelas rendahan ketimbang pasien umum. Ini lucu, padahal peserta BPJS sudah membayar lebih awal ketimbang pasien umum yang baru membayar setelah selesai pelayanan.

Kedua, Antrian panjang. Hal yang aneh adalah, kita harus antri untuk mendapatkan nomor antrian. Untuk mendapatkan nomor antrian saja kita harus mengantri, padahal setelah itu masih harus antri lagi untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Total waktu antrian (dalam beberapa testimoni) bisa mencapai lebih dari sehari semalam.

Ketiga, Kualitas pelayanan. Dari beberapa testimoni yang teramati, kualitas pelayanan di Rumah Sakit berbeda antara peserta BPJS dan pasien umum. Misalnya pemilihan jenis obatnya, kelas kamar rawat inapnya, atau yang sebetulnya sepele seperti perhatian para suster kepada pasien.

Setidaknya tiga kekecewaan itulah yang mendominasi pembicaraan seputar BPJS di lingkaran perkawanan saya. Meski demikian, saya punya tanggapan sendiri terkait tiga kekecewaan tersebut. Bukan sanggahan ya, tapi tanggapan atas kekecewaan tersebut.

Diskriminasi pelayanan.

Bagaimana pun program BPJS adalah satu hal yang harus dipisah administrasinya dari program-program lain. Jangankan dengan pasien umum, dengan peserta jaminan kesehatan lain pun juga harus dipisahkan. Sebab entitas pengelolanya berbeda. Tidak mungkin peserta BPJS dicatat dalam jurnal yang sama dengan peserta jaminan dari Inhealth atau Prudential misalnya. Bakal repot sekali dalam proses akuntingnya.

Well, sebetulnya ini persoalan yang sangat teknis sekali. Tinggal pasang saja sistem yang dapat memilah secara otomatis dalam pembukuan, antara peserta program jaminan kesehatan yang berbeda. Apa susahnya? Bahkan menggunakan spreadsheet macam Microsoft Excel saja bisa terpecahkan. Kecuali kalau memang harus diotorisasi oleh petugas khusus dari lembaga terkait, mungkin butuh proses sedikit lebih panjang.

Tapi keribetan yang tidak perlu seperti ini tidak akan bertahan lama. Sebab mulai 1 Januari 2019 seluruh rakyat Indonesia harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJS. Saat itu, yang masuk ke rumah sakit kemungkinannya adalah peserta BPJS atau warga negara asing. Jadi tidak perlu lagi adanya pemisahan antara peserta BPJS dengan pasien umum.

Antrian panjang.

Satu kekeliruan yang saya amati terkait BPJS ini adalah, orang baru daftar ketika butuh pelayanan rumah sakit. Di satu sisi ini adalah kelebihan BPJS (mana ada orang sakit yang boleh didaftarkan dalam program asuransi apa pun). Di sisi lain ini adalah potret awamnya masyarakat kita tentang program BPJS Kesehatan. Harusnya kita mendaftar BPJS (Kesehatan) bukan hanya ketika sakit, tapi sejak sekarang. Ya, sejak sekarang, seperti halnya kita mengurus KTP dan KK. Kita tidak mengurus KTP dan KK hanya ketika mau pemilu bukan?

Keawaman lainnya adalah bahwa kita bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. Kita bisa mendaftar lewat internet, mendapatkan rekening virtual, kemudian membayar premi via ATM atau Bank. Sama sekali tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan dan mengantri secara fisik untuk kemudian dilayani oleh petugas.

Mengenai antrian untuk mendapatkan pelayanan, saya rasa ini memang pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah kita (kementerian kesehatan, BPJS, pemerintah daerah, dan semua yang terlibat) untuk menyiapkan infrastruktur dan staf yang memadai. Rasio antara fasilitas dan yang membutuhkan fasilitas masih sangat jomplang. Maka kita masih akan bertemu dengan antrian klinik yang sangat lama, atau berjumpa dengan dokter yang harus melayani 200 pasien dalam sehari. Sehingga standar pelayanan optimal mungkin belum akan terpenuhi selama beberapa tahun ke depan. Bersabarlah.

Kualitas pelayanan.

Bagaimanapun BPJS Kesehatan saat ini memiliki standar pelayanan minimal yang belum bisa dibanggakan. Peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran, jumlahnya sekitar 86 juta orang untuk tahun 2014, adalah peserta BPJS Kesehatan yang preminya dibayari oleh negara, belakangan di-rebrand oleh Presiden Jokowi sebagai KIS) nilai preminya hanya sekitar Rp 19.000 saja per bulannya. Sedangkan peserta perorangan untuk kelas 3 hingga 1 masing-masing hanya Rp 25.500, Rp 42.500, dan Rp 59.500 saja per bulannya. Dengan premi sebesar itu rasanya kita belum bisa mengharapkan standar kualitas pelayanan yang cukup tinggi untuk tahun pertama implementasi BPJS Kesehatan ini. Mudah-mudahan ke depannya dapat ditingkatkan.

Eksperimen Jaminan Kesehatan Terbesar 

Dalam pandangan saya, BPJS Kesehatan ini adalah spektakuler. Dalam tahun pertama keberjalanannya saja sudah meng-cover sedikitnya 86 juta peserta miskin yang preminya dibayari oleh negara. Memang bukan mulai dari nol. Tetapi Askes sebagai cikal bakal BPJS Kesehatan adalah entitas bisnis, sedangkan BPJS adalah entitas nirlaba, otomatis orientasinya sangat berbeda. Jika eksperimen ini berhasil, maka ini akan menjadi contoh bagi dunia dalam menjalankan jaminan kesehatan massal yang berlaku untuk seluruh warga negara dan tidak membebani keuangan negara. Kita baru dapat menilai BPJS Kesehatan ini secara utuh ketika sudah berjalan 100%. Nanti, 1 Januari 2019.

Hosting Murah dan Hosting Gratis

Desember 2, 2014 3 komentar

Bagi kita yang baru belajar hosting website, menggunakan server hosting berbayar mungkin akan terasa sebuah pemborosan. Sebab kita belum tahu bagaimana cara menggunakan serta mengoptimasikan fitur di server hosting. Banyak perusahaan yang menyediakan server hosting murah di Indonesia. Pertama kali belajar hosting, saya menggunakan servernya Qwords, perusahaan yang didirikan oleh Rendy Maulana, alumni SBM ITB angkatan pertama (2004). Qwords melayani pelanggannya dengan sangat baik. Support ticket mereka selalu cepat direspon dan cepat pula mendapatkan solusi.

Tetapi karena saya masih pemula dalam urusan hosting, saya belum bisa spend cukup banyak untuk paket hosting yang mumpuni. Sejauh ini service yang pernah saya gunakan di Qwords hanyalah paket hosting termurah, Rp 60.000 saja per tahun, tentunya selain pembelian beberapa domain ya. Tetapi hosting murah ini rupanya memiliki beberapa keterbatasan terkait fitur servernya. Waktu saya hendak mencoba sebuah plugin wordpress (sudah lupa plugin apa) ternyata butuh fasilitas tambahan yang tidak disediakan di paket termurah. Solusinya adalah harus upgrade ke paket yang lebih tinggi.

Tarif Personal Hosting - Qwords

Tarif Personal Hosting – Qwords

Suatu saat saya mendapatkan email iklan dari IDHostinger. IDHostinger ini sependek pantauan saya adalah anak perusahaan Hostinger Group yang berbasis di Cyprus. Mereka develop software hostingnya sendiri, sehingga tidak ada biaya tambahan untuk lisensi software seperti cpanel. Mungkin itu sebabnya mereka bisa memberi harga yang cukup signifikan murahnya.

Oh saya keliru, mereka bukan saja memberi fasilitas hosting murah, tapi bahkan hosting gratis dengan fitur lumayan mumpuni. Coba lihat fitur yang mereka tawarkan untuk hosting gratis berikut:

Paket Gratis IDHostinger

Paket Gratis IDHostinger

Itu belum termasuk (sub) domain gratis yang bisa kita dapatkan cuma-cuma lho. Tapi namanya juga (sub) domain, apa sih yang bisa dibanggakan.. hahaha… Lumayan lah, untuk menjajal ilmu server hosting yang baru kita pelajari. Saya pribadi menggunakan IDHostinger sebagai sandsack. Maksudnya memang memposisikannya sebagai tempat belajar. Hingga saat ini saya belum berencana ambil service yang berbayar dari sana. Ketimbang di IDHostinger (yang berpusat di Cyprus, Eropa), bukankah lebih baik pakai server lokal punya perusahaan lokal (yang sudah mendunia) saja? Qwords contohnya.

Disclaimer: Postingan ini berisi link afiliasi saya di IDHostinger dan Qwords. Kalau mau daftar ke sana, pakai link afiliasi saya ya 😉

SAMSAT Jabar Mantap!

November 26, 2014 2 komentar

Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Seorang penceramah sedang memberikan pengajian di SAMSAT Cibabat

Pengurusan perpanjangan STNK 5 tahunan sekarang ini simple banget ya.. Praktis 1 jam (lebih sedikit) selesai. Itu sudah sekalian dengan cetak pelat nomer baru.

Untuk perpanjangan 5 tahunan memang harus di kantor SAMSAT (Dispenda Jabar), saya mengurusnya di SAMSAT Cibabat (Dispenda Jabar). Datang sekitar jam setengah delapan pagi, rupanya setiap hari Rabu ada pengajian di sana. Pendengarnya adalah karyawan Dispenda Jabar (Kantor Cibabat) dan pengunjung yang hendak mengurus pembayaran pajak kendaraan. Jam 8 tepat pengajian selesai, pelayanan pajak kendaraan langsung dibuka.

Suasana SAMSAT Cibabat

Suasana SAMSAT Cibabat

Saya betul-betul sudah tidak melihat SAMSAT yang dulu. Terakhir saya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan adalah sekitar 5 tahun yang lalu untuk motor yang lain. Hampir setiap step kita harus mengeluarkan uang. Untuk gesek nomor rangka dan mesin harus bayar. Legalisasi hasil gesekan nomor tadi harus bayar lagi. Sekadar mendapatkan formulir pendaftaran saja harus bayar. Kayaknya di semua loket kita harus mengeluarkan uang. Ini masih belum ditambah banyaknya calo yang berkeliaran, dari yang orang biasa sampai pak polisi berseragam lengkap.

Tadi yang saya lihat adalah SAMSAT yang baru. Saya hanya mengeluarkan uang sebesar apa yang diminta di kasir (kasirnya adalah Bank BJB) dan dilengkapi dengan tanda terima standar Bank. Tidak ada pungutan lain di luar itu. Ya, saya memang mengeluarkan cost untuk fotokopi dan map biru (Rp 3.600), cost bensin untuk perjalanan ke kantor SAMSAT (hanya sekitar 2 km dari rumah), dan biaya Rp 10.000 untuk pemasangat pelat baru (well, kalau ke bengkel juga harus bayar segitu kan?). Tapi itu sangat masuk akal, bukan?

Hingga pelat nomor baru sampai di tangan, total waktu pelayanan hanya satu jam dua puluh menit. Tadinya ekspektasi saya adalah selesai menjelang dzuhur, dan kemudian harus datang satu minggu lagi untuk mengambil pelat nomor yang baru… Betapa kudetnya saya ya… hahaha…

Sambil menunggu dipanggil oleh petugas kasir, saya berkeliling melihat banner-banner, poster-poster, dan papan-papan informasi yang disediakan. Mas-mas di pintu depan yang menyambut pengunjung sangat ramah dan informatif terhadap pertanyaan-pertanyaan saya. Rupanya SAMSAT Cibabat ini tidak sekedar buka di hari Sabtu (yang memang sudah lama), tapi juga buka di malam hari hingga pukul tujuh!! Katanya malah pelayanan malam hari relatif lebih cepat, karena pada waktu tersebut SAMSAT tidak banyak pengunjungnya. Untuk malam hari ini pelayananannya adalah hari Senin hingga Rabu di minggu pertama hingga ketiga setiap bulannya.

Informasi Pajak Kendaraan On Line

Informasi Pajak Kendaraan Online

Selain itu Dispenda Jabar sudah menyediakan fasilitas online untuk pengecekan nominal pajak kendaraan kita. Jadi kita bisa menyiapkan budget yang tepat sebelum datang ke kantor SAMSAT. Caranya adalah dengan dua alternatif di atas: melalui SMS (pulsa normal) atau melalui internet.

Oh iya, satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa ini layanan dari Dispenda Jabar yang bekerja sama dengan Polda Jabar. Artinya semua SAMSAT yang berada di bawah Dispenda Jabar dan Polda Jabar terkoneksi satu dan lain. Mungkin jam kerja bisa berbeda, tetapi standar pelayanan tidak. Jika kendaraan anda berpelat Bogor atau Sukabumi misalnya, perpanjangan STNK tahunan bisa dilakukan di SAMSAT Cibabat. Begitu juga untuk kendaraan yang dibeli di Bekasi (Wow, Jabar besar sekali ya 😀 ). Tapi saya tidak tahu seperti apa standar layanan di luar Jawa Barat. Beda gubernur dan provinsi, biasanya beda juga kebijakannya. Untuk Jawa Barat bahkan pelayanannya sudah diperluas dengan memanfaatkan jaringan Bank BJB. Kita bisa bayar pajak kendaraan via atm, bahkan internet banking sambil tidur-tiduran di rumah. hehe…

Pada dasarnya SAMSAT itu adalah pintu uang bagi provinsi. Dengan semakin mudah melakukan pembayaran di SAMSAT, maka semakin cepat juga uang mengalir dari pintu ini. Sangat tidak logis kalau orang yang datang, bawa uang, siap dibayarkan, tapi pelayanan amburadul seolah tidak butuh duit. Maka tidak aneh kalau Kang Aher berhasil menaikkan pendapatan daerah secara signifikan dari sektor ini.

Begitulah provinsiku. Bagaimana provinsimu?

%d blogger menyukai ini: