Fathi Nashrullah's Weblog

Just fly. Let the experts busy studying how you do the impossible… [azrl]

Archive for the ‘tips’ Category

Dakwah Adalah Kemampuan Yang Harus Diasah

with one comment

Sering kita menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dia baik, tapi tidak bisa menebar kebaikan pada lingkungannya. Dia shaleh, tapi dia tidak bisa menshalehkan orang-orang di sekitarnya.

Kita sering menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi perilaku buruk kawannya. Bukan karena dia tidak tahu itu buruk, bukan pula karena dia takut memberi peringatan. Tetapi sering kali alasannya simpel, dia tidak tahu bagaimana melakukannya.

Mungkin di antara kejadian berikut sering terjadi di antara kita.

  1. Di waktu shubuh, kita terbangun dan berangkat menuju Masjid untuk shalat berjamaah. Namun kita tidak membangunkan orang yang kamarnya berada di samping kita. Pun kita juga tidak membangunkan bapak kos kita, misalnya, untuk mengajak bersama-sama ke Masjid.
  2. Di waktu ujian, ada teman kita menyontek. Kita tahu mereka menyontek, bahkan kita tahu sejak sebelum mereka menyontek, karena dia sudah menyatakannya demikian. Kita tidak menegurnya.
  3. Di kelas, ada kawan wanita kita yang mengenakan pakaian tidak wajar karena terlalu banyak membuka auratnya. Kita hanya bisa membuang pandangan, dan tak melakukan apa-apa lagi. Read the rest of this entry »

Written by fathiiiii

February 21, 2009 at 10:33 pm

Prosedur Pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)

with 3 comments

Sudah tiga buah passport yang saya urusi pembuatannya. Dua yang pertama adalah milik saya sendiri dan istri saya, yang diapprove bulan Maret tahun ini. Dan yang ketiga baru selesai  beberapa minggu yang lalu milik Farouq, putraku yang lucu yang baru berumur 3 bulan ketika itu.

Pada dasarnya, pembuatan SPLP atau passport sangat mudah. Anda hanya perlu datang ke kantor imigrasi, minta formulir (gratis, tapi biasanya dikutip 15000 untuk map dan sampul passport). Kemudian lengkapi persyaratannya dan serahkan kembali ke kantor imigrasi. Anda akan diberikan tanda terima berkas dan diminta datang kembali dua hari berikutnya untuk pembayaran (270.000 untuk SPLP 48 halaman), dan sehari setelahnya untuk foto, wawancara singkat, dan aplikasi biometrik (finger print).

Kurang dari seminggu setelah foto dan wawancara anda diminta kembali lagi untuk mengambil Passport yang sudah selesai disahkan. Kemudian anda diminta untuk memfotokopinya dan menyerahkan kopiannya ke loket tempat anda mengambil passport tadi. Anda hanya membutuhkan uang sebesar 15.000 (untuk map) + 270.000 (SPLP 48 hlm dan aplikasi biometrik) + 6000 (materai) + 2000 (foto kopi macam-macam). Total hanya sekitar Rp 293.000 saja. Jika anda menggunakan jasa calo, mungkin bisa mencapai 1 jutaan, tergantung negonya (dan saya tidak menyarankan opsi ini).

Prosedur yang mudah ini menjadi seolah tidak mudah karena masih banyak calo yang berkeliaran. Tetapi dari pengamatan saya, wilayah gerak mereka sudah sangat dibatasi oleh pihak keimigrasian, sehingga kita bisa sama leluasanya dengan para calo tersebut dalam mengurus passport (tentunya dengan prosedur standar. kalau mau kilat, ceritanya lain lagi).

Selain itu, seperti halnya kantor pemerintah yang lain, kemudahan pelayanan masih menjadi prioritas kesekian dalam pelayanan mereka. Jika kita sering keluar masuk bank, kantor-kantor customer support swasta seperti GraPARI atau galeri Indosat, maka kita akan terhambat jika kita menyangka peralatan-peralatan yang sama akan digunakan sebagaimana mestinya di kantor-kantor pemerintahan tersebut.

Sistem antrian elektronik yang terpadu nyaris dibiarkan teronggok tak termanfaatkan, kalaupun digunakan, terkesan hanya sekedarnya saja. Jadi untuk antrian, proaktiflah. Jangan menunggu nomor kita dipanggil, karena biasanya petugas di loket yang bersangkutan tidak menekan counter antrian.

Tapi anda jangan membayangkan proses pembuatan passport ini seperti membuat KTP atau Kartu Keluarga yang prosedur dari RT sampai Keluarahan masih manual (baca: tulis tangan). Data yang dimasukkan di loket A akan otomatis bisa diakses dari loket lainnya. Karenanya anda tidak akan dipusingkan seperti ketika membuat KTP, KK, atau bahkan N-A (entah singkatan dari apa. tak ada seorang petugas pun yang tahu) ketika mengurus administrasi pernikahan anda.

Mudah-mudahan tips ini bermanfaat bagi yang akan mengurus passportnya.

Have a nice trip ;)

Written by fathiiiii

December 30, 2008 at 2:10 pm

Posted in pemerintah, tips