Fathi Nashrullah's Weblog

Just fly. Let the experts busy studying how you do the impossible… [azrl]

Archive for the ‘politik’ Category

Mari kita doakan mereka…

without comments

Alhamdulillah, barisan pemimpin negeri ini telah lengkap dan akan segera dilantik untuk kemudian memulai kembali kerja kerasnya.

Ya Allah berilah kemampuan kepada mereka untuk melihat kebenaran dan memilih kebenaran tersebut, untuk mengangankan keadilan dan merealisasikannya dalam semua kebijakannya, untuk bervisi besar dan mendapatkan kekuatan besar untuk mewujudkan visi tersebut.

Ya Allah, bimbinglah mereka, kuatkanlah mereka, kokohkanlah mereka di atas kebenaran yang Engkau ridhai. Jangan Engkau biarkan mereka lalai dan terpuruk dalam kelalaiannya itu. Jangan Engkau biarkan mereka tidak tahu dan hancur karena ketidaktahuan mereka.

Ya Allah, jauhkanlah mereka dari kekuatan yang senantiasa merongrong hati nurani dan keadilan. Berikanlah hidayahMu tentang kebenaran untuk mereka ikuti dan berikanlah hidayahMu tentang kebathilan untuk mereka jauhi.

Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami sebagai pemimpin yang mencintai rakyatnya. Dan jadikan pula kami sebagai rakyat yang mencintai pemimpinnya.

Amiiin…

Para Pemimpin kami: Read the rest of this entry »

Written by fathiiiii

October 22, 2009 at 4:19 pm

Secuil kontemplasi dari hasil pemilu legislatif 2009

with 6 comments

Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.

Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick count dan tabulasi KPU) atau sekitar 12% (versi tabulasi internal). Banyak hal yang menjadi catatan mengenai penyebab ketidaksuksesan ini. Kita bisa meninjaunya dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari ketercapaian target, kedua adalah dari sudut pandang rival sesama peserta pemilu.

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama, maka kita akan melihat bahwa ini adalah kegagalan yang cukup besar. Bagaimana tidak, langkah-langkah sudah dipersiapkan sejak 4 tahun sebelumnya. Semua struktur sudah bekerja keras, bahkan parameter kenaikan yang signifikan sudah sangat terukur dari beberapa pilkada yang dimenangkan. Tetapi ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan. Tak sampai 50% dari target, bahkan nyaris tidak ada peningkatan dari hasil pemilu 5 tahun sebelumnya.

Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang rivalitas sesama peserta pemilu, maka kita akan mendapatkan gambaran yang mencengangkan: Selain PKS dan PD, semua peserta pemilu tahun 2004 mengalami kejatuhan suara yang signifikan. Praktis PKS hanya kalah dari Partai Demokrat. Jika kita melihat bagaimana cara PD berkampanye, maka kita akan memahami bahwa memang inilah sunnatullah. Siapa yang lebih “luar biasa” kerjanya, maka hasilnya pun akan lebih “luar biasa” pula. Di sini saya tidak berbicara tentang keikhlasan ataupun tentang kapasitas kader, tetapi lebih ke arah strategi memenangkan pemilu. Read the rest of this entry »

Written by fathiiiii

April 14, 2009 at 12:01 am

Dua Pendeta Caleg PKS?

with 2 comments

Disclaimer: Ini bukan kampanye, tapi hanya sekedar klarifikasi. Jika tetap dinilai terbukti sebagai kampanye, saya bersedia menghapusnya.

Berikut kutipan dari My Note Facebooknya DR.Mardani Ali Sera (Wasekjen PKS)

Ikhwah wa akhwati fillah, pg ini saya dpt sms yg mengabarkan kutipan Majalah Tempo tentang adanya dua pendeta sbg caleg PKS dari saya. Sayapun terkejut. Maka dg ini saya akan menceritakan informasi yg utuh: awalnya wartawan tempo bertanya adakah caleg non muslim dr PKS? Saya jawab: Tidak ada utk Pusat dan Prov. Tapi utk Kab ada, khususnya mereka yg ada di Indonesia Timur. Itupun di daerah yg 80% lbh pemilihnya bukan Islam. Dan mereka rata2 melamar ingin jadi caleg PKS. Walau sudah kita jelaskan bahwa PKS adalah partai Islam mereka tetap ingin bergabung. Kata mereka, kita suka dg PKS. Jadi, mereka yg ingin jadi caleg PKS! Saya jg tambahkan di Halmahera Selatan ada dua pendeta jadi caleg PKS karena mereka suka dg perilaku kader PKS. Utk jadi caleg PKS itu mereka dikucilkan dan akhirnya pindah jemaah. Jadi, sekali lagi, info yg saya berikan itu utk menunjukkan bahwa PKS itu rahmatan lil alamin. Wallahu a’lam bish shawab.

Mardani.

source

Written by fathiiiii

April 6, 2009 at 2:47 pm

PKS paling pas dengan kriteria HTI

without comments

Sebenarnya notes ini melanjutkan beberapa diskusi maya yang saya terlibat di dalamnya mengenai ‘konflik’ HTI-PKS. Konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena jika kita telaah baik-baik maka sebenarnya tidak ada pertentangan sama sekali antara keduanya.

Sebelumnya silakan baca link berikut. Di link tersebut dijelaskan tentang hakikat pemilu serta tuntunan bagi muslim dalam mengikuti pemilu. Bagaimana menentukan partai dan caleg yang seharusnya dipilih.

Pada akhirnya jelas sekali kan?

Sama sekali tidak ada himbauan golput. Saya yakin sejak jauh-jauh hari bahwa keputusan ini akan keluar. Soalnya saya tahu banyak ustadz dan ulama dengan ilmu luas di HTI, sehingga proses istinbath hukum tidak akan serampangan dan sembarangan.

PKS jelas partai Islam yang berjuang untuk tegaknya Islam, yang faham seyakin-yakinnya bahwa hukum berasal dari Allah. PKS secara terbuka menyatakan bahwa tujuan masuk ke parlemen dalam rangka berdakwah.

PKS jelas partai Islam yang mengharamkan isme-isme terlarang dan jelas keharamannya, seperti sekularisme, liberalisme, pluralisme, atau ahmadisme (ahmadiyah). PKS berusaha menapaki jalan dakwah Rasulullah yang dipelajari lewat sirahnya. Proses pengambilan hukum dan langkah politik serta kemasyarakatan PKS dilakukan lewat metode fiqh syariah, fiqh dakwah, fiqh awlawiyah, fiqh waqi’, fiqh muwazanah, yang kesemuanya diistinbath dari sirah dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam.

Mekanisme kontrolling kita agar senantiasa berada dalam jalan dakwah juga sudah jelas. Kita punya agenda tarbawi mingguan yang mengevaluasi langkah dakwah kita per pekan. Kita punya lembaga syuro dari wajihah terkecil (skala RT-RW) hingga skala nasional (majelis syuro). Bahkan kita juga punya lembaga Dewan Syariah yang diisi oleh pakar hukum Islam lulusan dari universitas-universitas Islam ternama di dunia. Insya Allah mereka tak akan pernah menggunakan hawa nafsu dalam mengeluarkan fatwa dan kebijakan.

Jadi percayalah, sebenarnya Takmim HTI tersebut secara tersirat menyatakan dukungannya pada PKS.
Percayalah, bahwa kita sama, kita satu jalan, kita memiliki tujuan dan impian yang sama.

Untuk kemenangan dakwah!!!
Allaaahu Akbarr!!!

ps: sebelumnya judul notes ini adalah “Secara tersirat HTI dukung PKS”. Thanks to Hanief :)

Written by fathiiiii

April 4, 2009 at 8:50 pm

Perdebatan Seputar Pemilu

with 5 comments

Akhir-akhir ini saya mengamati ada sedikit kenaikan ekskalasi kampanye golput dan anti demokrasi. Tapi sejujurnya saya sudah bosan dengan wacana-wacana seperti ini, perdebatan demokrasi, khilafah, pemilu, dsb. Bagi saya semua sudah jelas, tak perlu diperdebatkan lagi. Hanya buang-buang tenaga dan waktu. Seharusnya sekarang sudah semakin intensif kampanye, bukan duduk berdebat tentang hal-hal yang tidak perlu.

Tapi terkadang saya merasa seperti ditikam oleh saudara sendiri. Yah, namanya juga manusia, ada kalanya merasa sakit hati. Saya pribadi enggan mengangkat topik seperti itu di blog ini. Lebih baik saya komentari diblog mereka saja, ketimbang menduplikasikan masalah tersebut ke sini.

Ya Allah, berilah keluasan hati pada kami. Amiin.

Written by fathiiiii

March 16, 2009 at 8:19 am

Posted in dunia islam, pks, politik

Jalan Nasional Mulus di 2009 [kenapa nggak dari dulu??]

with 6 comments

Wahyu Daniel – detikFinance


Tol Cipularang (Foto: dok detikcom)

Jakarta – Pemerintah melalui departemen pekerjaan umum (PU) menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 dalam kondisi mulus. Panjang jalan nasional juga akan ditambah.

“Departemen PU menargetkan seluruh jalan nasional tahun 2009 tidak ada dalam kondisi rusak berat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hal itu diungkapkan Menkeu yang juga merangkap Menko Perekonomian ini dalam sidang paripurna atas jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPR mengenai RAPBN 2009 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (26/8/2008).

Menkeu memaparkan data panjang jalan nasional dalam kurun waktu 14 tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 17.800 kilometer pada tahun 1994 menjadi 34.628 kilometer pada tahun 2008.

Departemen PU, menurut Menkeu, menargetkan pada akhir 2009 panjang jalan nasional mencapai 86.510 kilometer atau bertambah 12.000 kilometer dibandingkan 2005.

Departemen PU juga terus berupaya agar kondisi jalan nasional sepanjang 34.628 kilometer itu dapat seluruhnya fungsional melalui kebijakan preservasi jalan.

“Persentase kondisi jalan nasional yang rusak berat makin berkurang yakni dari 11% dari panjang nasional tahun 2005 menjadi 8,54% pada tahun 2007,” ungkap Menkeu.

Menkeu juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya dukung infrastruktur jalan antara lain menangani kerusakan jalan akibat pemanfaatan dan bencana alam.

“Karena itu pada tahun 2009 departemen PU tetap memberikan alokasi yang terbesar untuk memperkuat daya dukung infrastruktur jalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.(ir/qom)

source: http://www.detikfinance.com/read/2008/08/26/150834/994899/4/jalan-nasional-mulus-di-2009

Ternyata semua incumbent sama saja ya. Nggak bupati, nggak walikota, nggak gubernur, nggak presiden, baru ngebenerin semuanya di akhir jabatan.

Prosedur basi buat ngawetin jabatan.

Kemaren pendidikan, sekarang jalan. Kayaknya awal tahun depan bakal nurunin gas sama bbm deh. Kenapa nggak dari dulu???

Written by fathiiiii

August 26, 2008 at 4:22 pm

Tanggapan Pak Endrizal Tentang Kekalahan TRENDI

with 3 comments

Tulisan ini adalah tanggapan Pak Endrizal Nazar, anggota DPRD dari PKS, di milis Kalam Salman terhadap tulisan pak Munawwar Khalil tentang kekalahan TRENDI.

Dikopi dan dilakukan perapihan format seperlunya.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Menanggapi tulisan/analisis saudaraku Munawar Kholil sebelumnya saya mengucapkan terima kasih namun tetap merasa perlu melakukan klarifikasi agar informasi/analisisn ya berimbang. Politik bagi PKS merupakan bagian dari da’wah sehingga yang dikedepankan adalah langkah amar ma’ruf nahi munkar dengan prinsip mengambil kebaikan terbanyak (maksimalnya) atau memilih mudharat terkecil (minimalnya) sesuai dengan semangat masuk ke pemerintahan dalam rangka Ishlahul Hukumah (perbaikan pemerintahan) . “In uridu illa al ishlaha ma ishtatho’tu wa ma taufiqi illa billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib.”

Dalam Pilwalkot Bandung prinsip di atas tetap menjadi rujukan yang dalam implementasinya tentu berrdasarkan analisis dan survey terhadap kondisi yang ada. Sebagai orang yang cukup lama bergaul dengan komunitas partai politik yang ada di DPRD Kota Bandung pilihan untuk tidak jadinya berkoalisasi dengan Poros Tengah atau PAN, bukanlah karena ke’pede’an PKS walaupun tetap diakui pengaruh kemenangan HADE juga menjadi bagian yang mempengaruhi keputusan politik PKS. Tidak etis kalau tidak terjadinya koalisasi itu saya sampaikan disini tetapi dalam konteks analisis dan survey yang telah dilakukan (survey yang sama juga dilakukan dalam rangka pemenangan HADE) menunjukkan koalisasi yang terbentuk malah menurunkan perolehan suara dengan meningkatnya swing voters.

Analisisnya mengarah bahwa pemilih PKS tidak ’sreg’ dengan pasangan tersebut sementara sang pasangan tidak mampu membawa massa partainya untuk memilih pasangan yang diusung bersama dengan PKS. Pilihan untuk bergabung dengan incumbent juga menyebabkan penurunan suara yang cukup tinggi (suara yang diperoleh tidak linier dengan perolehan jumlah suara PKS maju sendiri dengan incumbent maju sendiri). Artinya semakin banyak pemilih PKS yang menjauh.

Hal ini tentu membahayakan kalau sikap ini muncul dari pemilih2 yang selama ini merasa PKS sebagai entitas yang konsisten menghadang kebijakan pemkot yang ‘menyengsarakan’ sebagian warga masyarakat seperti pedagang pasar tradisional dan masyarakat Griya Cempaka Arum. Ditinggalkan oleh masyarakatlah yang lebih dikhawatirkan PKS dibanding hilangnya peluang berkuasa. Apalagi mengingat ungkapan Amirul Mu’minin Umar ibnul Kaththab, “Kalau seandainya ada seekor unta yang mati kelaparan di pinggiran sungai eufrat, maka Umar akan diminta pertanggungjawabann ya di yaumil qiyamah kelak”. Terzhaliminya beberapa kelompok masyarakat dengan kebijakan2 yang selama ini ditentang PKS akan menjadi tanggung jawab PKS kalau kemudian PKS bergabung dengan incumbent tapi tidak ada solusi buat mereka. Solusi yang diminta dan ditawarkan PKS ternyata tidak mendapat respon yang memadai.

Pilihan PKS juga bukan tanpa ada dasar rasionalitasnya. Tingkat elektabilitas calon PKS Juni 2008 memang berselisih sekitar 15 % ( 29 % : 44 %) dengan incumbent dan berdasarkan pengalaman HADE, PKS optimis bisa mengejar ketertinggalan ini. Tapi rupanya operasi politik yang dilakukan (selebaran gelap/sms gelap, fitnah, adu domba), mobilisasi aparatur dan APBD membuat prediksi PKS jauh dari sasaran. Beredarnya ribuan rim selebaran gelap berkop PKS yang menyerang kelompok2 lain (khususnya ormas Islam), dimana beberapa ustadz menjadikan selebaran gelap (segel) ini sebagai bahan rujukan ceramah dan khutbah Jumat. Isu rasial/etnis (Padang-Cina) yang dikembangkan secara sistemik/terstruktu r sehingga sampai keluar dari mulut aparatur padahal mereka berdua asli sunda.

Bantuan2 APBD yang dicairkan saat kampanye dan minggu tenang dan selalu dinyatakan sebagai jasa incumbent (saya pernah hadir dalam pengucuran bantuan koperasi masjid melalui MUI yang saya perjuangkan anggarannya di Panitia Anggaran, tetapi oleh pembawa acara (pengurus MUI) dianggap sebagai jasa incumbent dan meminta yang hadir untuk tahu berterima kasih sehingga spontan ada yang nyeletuk coblos incumbent- saya kemudian berusaha meluruskan, tetapi bagaimana dg acara2 yang tdk dihadiri kader pks yang mengerti masalah).

Terhadap beberapa ustadz yang menjadikan segel sebagai rujukan ceramah/khutbah sudah dilakukan klarifikasi tetapi dengan enteng mereka menjawab, “Saya tidak salah hanya menyampaikan, yang salah yang buat selebaran, begitu juga masyarakat yang terpengaruh juga tidak salah”. Terakhir ada buletin gelap yang menyerang bapak Miftah Faridl juga dikesankan dari PKS/Trendi. Muncul kemudian penangkapan 2 orang akhwat (oleh pendukung salah satu calon) yang terlalu semangat masih iseng nempel 1 stiker di masa tenang. Penangkapan ini kemudian dikesankan/dipaksa seolah-olah buletin gelap diatas dari mereka dan langsung diumumkan ke jejaring radio (PRSSNI) dan jadi berita.

Terlalu banyak kalau semua saya tulis di sini. Saya tidak menuduh operasi politik ini dilakukan incumbent atau tim suksesnya, tetapi operasi politik ini menjadi demarketing Trendi dan sangat menguntungkan incumbent. Akibatnya taqdir menentukan Trendi harus kalah dengan cara-cara kotor dalam berdemokrasi. Sebagai bahan informasi betapa jahatnya black campaign yang dilakukan, saya masukkan sms2 gelap saya terima ke attach files.

Wassalam
Endrizal Nazar

sms-sms gelap terkait saya post di tulisan berikutnya.

Written by fathiiiii

August 16, 2008 at 9:16 am

Posted in bandung, indonesia, pks, politik

Taufikurahman: Selamat Buat Pasangan Dada-Ayi

with 2 comments

Alhamdulillah, tanpa perlu ada gesekan sama sekali, pemilihan walikota Bandung sudah selesai. Pasangan Trendi sudah mengakui secara resmi kemenangan kang Dada. Ucapan selamat juga sudah disampaikan. Tinggal proses administrasi saja yang memisahkan warga Bandung dengan wakil walikota barunya (walikotanya kan lama :D ).

Sikap ini (ucapan selamat) sudah saya perkirakan akan segera keluar, walaupun saya tidak menyangka akan secepat ini. Tapi itu bagus, karena mencegah potensi terjadinya gesekan di masyarakat. Mudah-mudahan saja sampai akhir proses pemilihan ini, segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Mari sekali lagi kita doakan, mudah-mudahan kang Dada diberi kemampuan optimal oleh Allah dalam memimpin kota Bandung. Mudah-mudahan dikuatkan pendiriannya dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan. Mudah-mudahan diberi kemampuan untuk meninggalkan kebijakan buruknya di masa lalu, dan menggantinya dengan kebijakan yang memihak warganya.

Amiiin…

sumber berita: http://bandung.detik.com/read/2008/08/11/152136/986569/486/taufikurahman-selamat-buat-pasangan-dada-ayi

Written by fathiiiii

August 11, 2008 at 4:02 pm

Posted in bandung, indonesia, politik

Menyikapi Hasil Pemilihan Walikota Bandung

with 6 comments

Alhamdulillah… ‘Alaa kulli haal

Itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika melihat hasil hitung cepat LSI untuk hasil pemilihan walikota Bandung kemarin. 26persen, Alhamdulillah.

Sungguh tidak mengira bahwa hasilnya akan sangat jauh dari perkiraan. Pada awalnya saya memprediksikan bahwa jika bukan “menang”, maka “kalah tipis” akan menjadi hasilnya. Tetapi ternyata kenyataan memberi tahu kita bahwa “kalah telak”lah yang terjadi. Berbagai survey internal sebenarnya sudah mulai menunjukkan keunggulan. Tapi keunggulan itu tidak memasukkan faktor swing voter yang mengikuti pilwako hanya untuk meramaikan saja, bukan benar-benar memberikan dukungan. Karenanya kita terkejut ketika mengetahui bahwa swing voters tersebut (yang katanya mencapai 40-an persen pemilih dari setiap pilkada di Indonesia) memberikan suaranya kepada kang Dada. Read the rest of this entry »

Written by fathiiiii

August 11, 2008 at 9:23 am

Keberhasilan Kang Dada

with 2 comments

Tulisan kali ini tidak akan membahas kegagalan kang Dada. Saya ingin mencoba secara fair mengakui beberapa program beliau yang sudah bisa dinilai berhasil. Saya tidak mengingkari bahwa memang ada program baik yang sudah berjalan, karenanya dalam tulisan ini saya tidak akan menimpali dengan ‘tapi’ dan ‘padahal’ yang menafikan program-program tersebut.

Ada setidaknya 5 program yang saya nilai sudah berhasil. Di antaranya adalah penutupan tempat pelacuran Saritem, penambahan ruang terbuka hijau, penataan pedagang kaki lima, pengadaan sekolah gratis tingkat dasar hingga menengah, dan peningkatan kelestarian lingkungan kota. Saya akan mencoba untuk menjabarkannya satu persatu.

Penutupan pusat pelacuran legal Saritem merupakan keberhasilan yang luar biasa yang tercapai pada masa kepemimpinan kang Dada. Saritem merupakan noktah hitam terburuk yang membuat masyarakat Bandung malu mengakui identitasnya. Berumur sudah sangat tua dan terletak di pusat kota menjadikan Saritem sangat mudah diakses oleh siapapun, sehingga masyarakat kota Bandung tak bisa menafikan keberadaannya.

Penutupan secara resmi pusat pelacuran legal ini memungkinkan setiap anggota masyarakat melakukan usaha-usaha yang mungkin dilakukan untuk mencegah hidupnya kembali pusat kemaksiatan itu, tentunya dengan cara yang sesuai dengan koridor hukum dan norma yang ada. Masyarakat juga memiliki hak yang legal di mata hukum untuk menolak keberadaan tempat-tempat maksiat di mana pun di seluruh penjuru kota Bandung. Read the rest of this entry »

Written by fathiiiii

August 7, 2008 at 9:01 am

Posted in bandung, indonesia, politik