<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fathi Nashrullah&#039;s Weblog &#187; artikel</title>
	<atom:link href="http://fathiiiii.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fathiiiii.wordpress.com</link>
	<description>- Curah hati -</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 09:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fathiiiii.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30b3f152cff5c947cd7784d870be521b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fathi Nashrullah&#039;s Weblog &#187; artikel</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fathiiiii.wordpress.com/osd.xml" title="Fathi Nashrullah&#039;s Weblog" />
		<item>
		<title>Secuil kontemplasi dari hasil pemilu legislatif 2009</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/04/14/secuil-kontemplasi-dari-hasil-pemilu-legislatif-2009/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/04/14/secuil-kontemplasi-dari-hasil-pemilu-legislatif-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 17:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[analisis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pks]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.
Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=327&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, secara umum pemilu legislatif tahun 2009 berjalan dengan cukup lancar. Kendala teknis persiapan memang menjadi catatan tersendiri karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kacau balau. Tetapi situasi nasional secara umum tetap kondusif.</p>
<p>Target PKS untuk meraih suara sebanyak 20% yang ditetapkan sejak munas tahun 2005 ternyata meleset jauh dan hanya mendapatkan sekitar 8% (versi quick count dan tabulasi KPU) atau sekitar 12% (versi tabulasi internal). Banyak hal yang menjadi catatan mengenai penyebab ketidaksuksesan ini. Kita bisa meninjaunya dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari ketercapaian target, kedua adalah dari sudut pandang rival sesama peserta pemilu.</p>
<p>Jika kita melihat dari sudut pandang pertama, maka kita akan melihat bahwa ini adalah kegagalan yang cukup besar. Bagaimana tidak, langkah-langkah sudah dipersiapkan sejak 4 tahun sebelumnya. Semua struktur sudah bekerja keras, bahkan parameter kenaikan yang signifikan sudah sangat terukur dari beberapa pilkada yang dimenangkan. Tetapi ternyata hasilnya sangat jauh dari harapan. Tak sampai 50% dari target, bahkan nyaris tidak ada peningkatan dari hasil pemilu 5 tahun sebelumnya.</p>
<p>Tetapi jika kita melihat dari sudut pandang rivalitas sesama peserta pemilu, maka kita akan mendapatkan gambaran yang mencengangkan: <strong>Selain PKS dan PD, semua peserta pemilu tahun 2004 mengalami kejatuhan suara yang signifikan</strong>. Praktis PKS hanya kalah dari Partai Demokrat. Jika kita melihat bagaimana cara PD berkampanye, maka kita akan memahami bahwa memang inilah sunnatullah. Siapa yang lebih &#8220;luar biasa&#8221; kerjanya, maka hasilnya pun akan lebih &#8220;luar biasa&#8221; pula. Di sini saya tidak berbicara tentang keikhlasan ataupun tentang kapasitas kader, tetapi lebih ke arah strategi memenangkan pemilu.<span id="more-327"></span></p>
<p><strong>Realitas masyarakat Indonesia</strong></p>
<p>Jika kita melihat realitas masyarakat Indonesia saat ini, maka kita akan mendapati bahwa mereka sangat mudah untuk digiring opininya. Lihat pengalaman pemilu presiden tahun 2004 lalu, bagaimana SBY dicitrakan sebagai sosok yang gaul, ganteng, gagah, dsb. Kemudian lihat juga kemenangan HADE di jawa barat, di mana PKS sukses mengopinikan citra muda-ganteng di tengah kedua calon lainnya yang sudah kakek-kakek. Lihat juga bagaimana media menggiring Foke menjadi orang yang sangat gaul pada pilkada Jakarta lalu.</p>
<p>Di mana-mana fenomena ini seragam. Apalagi ditambah dengan budaya sinetron dan film-film chicklit yang semakin menjadi-jadi. Masyarakat Indonesia secara umum tidak memiliki budaya menggali dan mengenali, tetapi hanya puas dengan citra menyenangkan saja. Dan Partai Demokrat melakukan itu. Sejak jauh-jauh hari kita bisa mengamati sikap SBY yang selalu terdesain dan terencana. Tidak pernah ada sikap spontan dari beliau. (cara bersikap di depan publik saja sudah direncanakan) Kemudian program-program populis seperti BLT, penurunan harga BBM (<strong>3 kali!!!</strong>), PNPM, swasembada pangan, dan lain-lain, ditambah dengan iklan layanan masyarakat, maka pencitraan itu dilaksanakan secara sangat sistematis. Belum lagi iklan partai yang sangat sering selama masa kampanye yang 9 bulan itu.</p>
<p>Ini belum ditambah dengan penggunaan artis-artis papan atas, logistik pemilu yang gila-gilaan (kualitas eksklusif dan jumlah yang luar biasa banyanya), akomodasi yang sedemikian mewahnya selama masa kampanye terbuka kemarin (panggung setara konser soundrenalin yang dipasang di 13 kota, yang didrop langsung dari Jakarta). Ini masih belum ditambah dengan dukungan konsultan politik Fox Indonesia yang mengatur standarisasi &#8220;rasa&#8221; dalam setiap kampanye terbuka. Kita tidak bisa membayangkan betapa luar biasa besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kampanye ini, sehingga jika kita tahu, maka sangat keterlaluan kalau kalah (ini kata mas Wisnu Nugroho di <a href="http://wisnunugroho.kompasiana.com/" target="_blank">blognya</a>, wartawan kompas yang ditugaskan untuk meliput SBY dan JK kemanapun mereka pergi, termasuk selama kampanye).</p>
<p>Dari mana semua dana itu? Jelas dari para pengusaha. Susah bagi kita untuk membayangkan, pengusaha macam apa yang mau mendonasikan dananya gila-gilaan seperti itu untuk kampanye sebuah partai yang nyaris tidak memiliki infrastruktur (partainya sangat lemah, kaderisasi nyaris tidak ada, calegnya aneh-aneh). Bisa dibayangkan betapa partai ini tidak independen nantinya dalam menjalankan fungsinya di legislatif maupun eksekutif, karena terikat dengan pengusaha yang sudah &#8220;membantu&#8221; mereka sedemikian besarnya.</p>
<p><strong>Apa yang dilakukan PKS?</strong></p>
<p>Lantas, apa yang dilakukan PKS selama ini? Politik pendidikan!! PKS sama sekali bukan partai massa, tetapi partai kader yang berjuang atas dasar visi. Ketika seseorang akan bergabung dengan partai, maka dia akan diajarkan mengenal Tuhannya terlebih dahulu. Kemudian mengenal rasulnya, mengenal agamanya. Partai urusan kesekian. Apalagi urusan tetek bengek politik, kampanye, pilkada, dan lain sebagainya.</p>
<p>Pola seperti ini senantiasa terbawa pada setiap kampanyenya. Lihat saja semua leaflet dan brosur partai, semua penuh dengan penjelasan tentang visi-misi-program. Lihat saja fondasi partainya, sistem kerja jelas, struktur kepartaiannya jelas, bahkan platformnya pun dibukukan dan dijual bebas di mana-mana. Kemudian juga diseminarkan di berbagai tempat. Bahkan untuk figur jagoan dalam pilkada jabar, HADE, yang sebenarnya tanpa perlu visi-misi-janji jor-joran sudah sangat menjual pun, tetap menyusun konsep pemerintahan dan mengkampanyekannya.</p>
<p>Dengan pola kerja sistem kepartaian yang seperti ini, maka pendapatan suara sebesar 7,8% saja (atau menempati posisi keempat) sudah <strong>luar biasa</strong>. PKS berhasil melakukan pendidikan politik untuk setidaknya 7,8% pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dan itu dilakukan oleh sebuah partai yang baru berumur 11 tahun, dengan pendanaan terbatas, dan dikepung oleh partai-partai dengan pendanaan luar biasa (PDIP dan Golkar) dan sebuah partai dengan pendanaan super luar biasa (Demokrat) yang semuanya justru melakukan pembodohan politik secara terang-terangan. Makanya, hingga saat ini saya menilai hasil PKS pada pemilu kali ini <strong>sangat spektakuler</strong>.</p>
<p><strong>Mari berinstrospeksi</strong></p>
<p>Sekalipun kondisinya demikian, tetaplah kita harus sadar bahwa ketika kita kuat, maka seberapa hebatnya lawan tetap tak akan terkalahkan. Bagaimanapun, tetap ada yang salah urus dalam sistem kita. Mungkin bukan salah urus, hanya saja masih terlalu prematur dan belum cukup dewasa dalam berdakwah. Banyak kader muda sekarang yang pemahamannya tentang dakwah perlu direfresh kembali. Mungkin karena terlalu lelah dengan beban memenangkan pemilihan-pemilihan yang ada, sehingga orientasinya dalam berdakwah agak melenceng. Dikiranya mengajak pada partai adalah berdakwah, padahal dalam manhaj kita, partai urusan kesekian. Yang pertama adalah fikrah.</p>
<p>Kemudian riak-riak di lapangan pun seyogyanya perlu diluruskan kembali. Apa dasar, misalnya, mengizinkan penyanyi wanita tampil dalam kampanye internal partai yang seluruhnya dikelola oleh kader? Mengapa tidak ada lagi pemisahan laki-laki dan perempuan dalam kampanye terbuka mandiri? Kemudian dzan-dzan yang tidak perlu, seperti isu tentang harta kekayaan para qiyadah, isu perpecahan, atau isu akhlak yang kurang baik dari mereka. Dan lain sebagainya. Mari kita senantiasa mengedepankan husnudzan dan tabayyun. Bisa jadi justru hal-hal kecil seperti inilah yang membuat keberkahan hilang dari aktivitas dakwah kita.</p>
<p>Kalau aktivitas tarbawi selama beberapa bulan terakhir agak terganggu, itu bisa dimaklumi. Kita mengenal prioritas dalam aktivitas dakwah kita. Tentunya itu bukan menjadi pembenaran dalam meninggalkannya, tetapi seharusnya melatih kita untuk menyiasatinya dalam memilih jadwal. Kini saatnya menata kembali aktivitas pembinaan kita dan para binaan kita itu. Dengan demikian, kita tetap menjadi jamaah yang berbasis iman dan ilmu, yang kemudian mengkristal menjadi amal yang nyata yang menjadi rahmat bagi orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>Insya Allah amal kita tidak akan sia-sia. Allah mengetahui dengan pasti semua perbuatan kita.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
Posted in analisis, artikel, dunia islam, indonesia, pks, politik, taushiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=327&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/04/14/secuil-kontemplasi-dari-hasil-pemilu-legislatif-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Adalah Kemampuan Yang Harus Diasah</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/02/21/dakwah-adalah-kemampuan-yang-harus-diasah/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/02/21/dakwah-adalah-kemampuan-yang-harus-diasah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 15:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dia baik, tapi tidak bisa menebar kebaikan pada lingkungannya. Dia shaleh, tapi dia tidak bisa menshalehkan orang-orang di sekitarnya.
Kita sering menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi perilaku buruk kawannya. Bukan karena dia tidak tahu itu buruk, bukan pula karena dia takut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=304&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sering kita menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dia baik, tapi tidak bisa menebar kebaikan pada lingkungannya. Dia shaleh, tapi dia tidak bisa menshalehkan orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Kita sering menemukan seorang kader dakwah yang tidak bisa mempengaruhi perilaku buruk kawannya. Bukan karena dia tidak tahu itu buruk, bukan pula karena dia takut memberi peringatan. Tetapi sering kali alasannya simpel, dia tidak tahu bagaimana melakukannya.</p>
<p>Mungkin di antara kejadian berikut sering terjadi di antara kita.</p>
<ol>
<li>Di waktu shubuh, kita terbangun dan berangkat menuju Masjid untuk shalat berjamaah. Namun kita tidak membangunkan orang yang kamarnya berada di samping kita. Pun kita juga tidak membangunkan bapak kos kita, misalnya, untuk mengajak bersama-sama ke Masjid.</li>
<li>Di waktu ujian, ada teman kita menyontek. Kita tahu mereka menyontek, bahkan kita tahu sejak sebelum mereka menyontek, karena dia sudah menyatakannya demikian. Kita tidak menegurnya.</li>
<li>Di kelas, ada kawan wanita kita yang mengenakan pakaian tidak wajar karena terlalu banyak membuka auratnya. Kita hanya bisa membuang pandangan, dan tak melakukan apa-apa lagi.<span id="more-304"></span></li>
</ol>
<p>Pada peristiwa pertama, kita tidak membangunkan serta mengajak orang-orang di sekitar kita untuk pergi ke Masjid, bukan karena tidak mau. Bukan pula karena takut. Apalagi hanya karena kita tidak tahu besarnya pahala mengajak orang lain shalat Shubuh berjamaah di Masjid. Kita hanya tidak tahu bagaimana caranya, bagaimana mengatakannya, bagaimana mengajaknya. Kita tidak tahu bagaimana harus bersikap ketika orang yang kita ajak berkilah dan menolak ajakan kita. Atau mungkin kita bahkan mengkhawatirkan pendapat mereka tentang kita, karena sudah mengganggu waktu tidurnya.</p>
<p>Pada peristiwa kedua, mungkin kita menegurnya khawatir pertemanan yang sudah dijalin selama ini retak karena teguran kita. Atau mungkin kita khawatir disebut sok suci karena melarang dia mencontek. Atau mungkin karena kita khawatir dijauhi olehnya dan oleh teman yang lain karena dianggap sok pinter sendiri. Yang pasti, bukan karena kita tidak tahu bahwa mencontek adalah sebuah kebohongan, cikal bakal perilaku korupsi, dan dalam konteks kampus dianggap kriminal.</p>
<p>Pada peristiwa ketiga, mungkin kita tidak menegurnya hanya karena tidak kenal dekat. Atau karena takut dianggap kuno dan kolot karena tidak mengikuti perkembangan jaman. Atau mungkin karena kita takut dengan pacarnya yang juga sahabat kita. Atau mungkin hanya karena kita tidak bisa berkomunikasi dengan para cewek gaul seperti itu? Yang pasti, bukan karena kita tidak tahu bagaimana Islam menyuruh muslimahnya berbusana, serta norma berpakaian secara umum.</p>
<p>Kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi di antara kita. Saya pribadi menyebut fenomena seperti ini sebagai “kader dakwah tak berdaya”. Dia ada, dia tahu, tapi dia tidak melakukannya. Penyebabnya bisa sangat banyak. Di antara yang sering terjadi adalah karena tidak terbiasa melakukannya. Kita tidak terbiasa mengkritik sebuah kesalahan yang terjadi di sekitar kita. Kita tidak peka pada sesuatu yang salah yang terjadi di hadapan kita.</p>
<p>Padahal, ikhwah sekalian, ketika kita bisa melakukannya, kita semua sudah tahu betapa besar pahalanya. Pahala menolak keburukan, pahala menyuruh pada kebaikan, pahala yang di-clone dari orang yang kita tegur ketika dia menuruti perkataan kita, dan lain sebagainya. Kita semua sudah tahu bahwa pahala dakwah begitu tinggi. Tak ada perkataan yang lebih baik dari pada dakwah.</p>
<p><strong>Lantas bagaimana solusinya? </strong></p>
<p>Solusinya sederhana. <strong>Pertama</strong>, eratkan ikatanmu pada Sang Maha Kuasa yang nikmatnya sangat besar sekaligus azabnya sangat pedih. <strong>Kedua</strong>, latih kepekaan anda pada situasi yang-seharusnya-terjadi dan seharusnya-tidak-terjadi. Pastikan anda benar-benar memahami bahwa suatu kondisi, memang benar harus terjadi, dan juga bahwa kondisi lain memang benar tidak boleh terjadi. Pastikan bahwa anda memahami bahwa shalat Shubuh sebaiknya dilaksanakan berjamaah di Masjid, menyontek harus dijauhi, dan berpakaian haruslah sesuai dengan aturan dan norma.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, jadikan hal-hal tadi pertanyaan dan pernyataan dalam hati anda yang kemudian akan menggelitik anda untuk senantiasa menempatkan semua pada tempatnya. Yang seharusnya dilakukan, harus dilakukan. Begitu juga, yang seharusnya tidak dilakukan, harus tidak dilakukan.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, mulailah realisasikan perasaan tergelitik anda tersebut. Mulailah mengajak orang-orang disekitar anda untuk shalat shubuh berjamaah di Masjid, untuk tidak menyontek, dan tidak berpakaian sembarangan. Jangan bosan untuk mencoba cara lain, jika cara yang pertama tidak pas.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, percayalah bahwa kalian sedang menyatakan kebenaran, dan kalian juga sedang menyatakan cinta dan kasih sayang pada orang yang kita ajak dan tegur. Kita tidak menegur dan melarang mereka karena sikap benci dan marah kita. Kita benar-benar mengajak untuk kebaikan mereka.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, selalu tawakkal pada Allah tentang hasil akhirnya. Karena kita harus yakin bahwa hidayah itu dari Allah. Hanya Dia saja yang berhak memberikannya, pada siapa pun yang Dia kehendaki saja. Dan tetap husnuzhan padaNya, bahwa Dia akan senantiasa adil pada hamba-hambanya.</p>
<p>Selamat berdakwah.</p>
Posted in artikel, dunia islam, taushiyah, tips  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=304&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/02/21/dakwah-adalah-kemampuan-yang-harus-diasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Memang Eksis!</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/01/08/tuhan-memang-eksis/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/01/08/tuhan-memang-eksis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 19:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan (Galih Prasetya Utama) membuat sedikit polemik melalui notenya di facebook dengan judul cukup provokatif “Tuhan Eksis ya?”. Saya sudah memberi sedikit tanggapan bahwa saya pernah berdiskusi dengan bapak saya tentang hal yang serupa dan juga sama menariknya. Kemudian jika sempat, saya berniat berbagi pikiran juga melalui blog saya.
Pada catatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=291&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan (Galih Prasetya Utama) membuat sedikit polemik melalui notenya di facebook dengan judul cukup provokatif “Tuhan Eksis ya?”. Saya sudah memberi sedikit tanggapan bahwa saya pernah berdiskusi dengan bapak saya tentang hal yang serupa dan juga sama menariknya. Kemudian jika sempat, saya berniat berbagi pikiran juga melalui blog saya.<span id="more-291"></span></p>
<p>Pada catatan Galih, ada sedikitnya 9 pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bagi saya cenderung merupakan pertanyaan retoris. Mengapa? Karena bagi saya, jawabannya sudah cukup jelas jika merujuknya pada aqidah Islam yang sudah saya pelajari. Walaupun saya tidak menafikan, jika dengan penjelasan yang ada di kepala saya bisa benar-benar menjawab pertanyaan yang muncul kemudian. Saya memang masih perlu banyak belajar.</p>
<p>Jika anda ingin mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Akh Galih, saya sudah meringkaskannya di bawah ini.<br />
1.    Kenapa Tuhan harus ada ?<br />
2.    Kenapa Tuhan harus didefinisikan ?<br />
3.    Kenapa Manusia mencari Tuhan ?<br />
4.    Kenapa Tuhan menciptakan aturan ?<br />
5.    Kenapa ada Takdir ?<br />
6.    Kenapa kita harus percaya adanya Takdir ?<br />
7.    Kenapa Tuhan menurunkan Agama ?<br />
8.    Kenapa manusia menggagas bahwa Tuhan itu ada ?<br />
9.    Kenapa Tuhan menurunkan pembawa pesan ?</p>
<p>Memang sungguh tak adil jika saya hanya menyajikan kalimat tanya-nya saja, tanpa menyajikan pula penjelasan kalimat tanya tersebut. Tapi jika anda ingin membaca tulisan lengkapnya, anda bisa buka notenya Galih di Facebook.</p>
<p>Bagi saya, pertanyaan- pertanyaan tersebut terdengar serupa dengan pertanyaan-pertanyaan seperti “Mampukah Tuhan menciptakan sesuatu yang Dia sendiri tidak mampu mengangkatnya?”, atau “Mampukah Tuhan menciptakan partner yang setara atau bahkan lebih pandai dariNya?”. Atas pertanyaan yang saya tulis tersebut, saya memohonkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala.</p>
<p><strong>Kenapa Tuhan harus ada?</strong></p>
<p>Dari 20 sifat Allah, di antaranya adalah sifat wujud dan sifat iradah. Dalam penjabarannya, akh Galih menabrakkan kedua sifat ini dengan kalimat “Kalau Dia mau dia ada, dia akan mengadakan, kalau Dia mau Dia tidak ada, itu juga terserah Dia, karena Dia juga punya kehendak”.</p>
<p>Secara logis (dan demikan juga ilmiah) cara seperti ini (menabrakkan dua aksioma) tidak bisa digunakan. Ini persis dengan pembuktian 2=3 hanya karena keduanya adalah nol jika dikalikan dengan nol. Padahal hukum identitas mengatakan bahwa nol tidak bisa digunakan untuk identitas.  Yang ingin saya katakan adalah, jangan menabrakkan dua aksioma, tetapi letakkanlah pada tempat yang setara.</p>
<p><strong>Kenapa Tuhan harus didefinisikan?</strong></p>
<p>Saya masih agak bingung dengan maksud “definisi” di sini. Tapi sepertinya, maksudnya merujuk pada definisi Tuhan menurut Islam, Kristen, Yahudi, yang dengan demikian mengakibatnya terdefinisinya agama-agama yang berbeda.</p>
<p>Sependek yang saya pelajari, dalam Islam “Allah” sudah sangat terdefinisi melalui wahyu-wahyuNya. Tak ada celah bagi kita untuk menambah atau menguranginya, apalagi meragukannya. Ketika itu dilakukan, maka domainnya adalah Aqidah. Memang terdengar agak puritan, tapi menurut saya itu hanya karena orang-orang liberal itulah yang membuatnya demikian. Membuat aktifitas “mempertanyakan Tuhan” menjadi legal.</p>
<p><strong>Kenapa manusia mencari Tuhan?</strong></p>
<p>Saya pikir penjelasan Harun Yahya dalam buku sakunya yang berjudul “Deep Thinking” atau bukunya yang lain “Mengenal Allah lewat akal” sudah sangat komprehensif menjawab pertanyaan ini.</p>
<p><strong>Kenapa Tuhan menciptakan aturan?</strong></p>
<p>Secara fisis hal ini cukup terjelaskan. Ketika ketidakteraturan terjadi, maka segala sesuatu akan cenderung menuju kehancuran (hukum entropi). Lantas, apa yang bisa dilihat dari kehancuran? Tentunya tidak mengabaikan juga bahwa Allah memiliki sifat Iradah, berkehendak.</p>
<p><strong>Kenapa ada takdir? Kenapa kita harus percaya adanya Takdir ?</strong></p>
<p>Saya berpendapat bahwa ‘Takdir” adalah bagian dari “aturan” Allah. Karenanya alasan adanya takdir adalah sama dan sebangun dengan adanya aturan.</p>
<p>Lantas, kenapa kita harus percaya adanya takdir? Bagi saya cukup jelas, karena itu salah satu syarat iman. Tapi jangan pula kita lupa bahwa qadar (takdir) selalu disandingkan dengan qadha’ (takdir yang belum terlaksana). Dan takdir bukanlah sesuatu yang qath’iy, tetapi bisa diubah oleh dua hal: usaha dan doa.</p>
<p><strong>Kenapa manusia menggagas bahwa Tuhan itu ada ?</strong></p>
<p>Wow!! Sebuah pertanyaan yang terlalu berani.</p>
<p>Bagi masyarakat barat, pernyataan seperti ini cukup dimaklumi. Mereka sudah membuang agama dari kehidupan mereka, tetapi jauh di dalam lubuk hati mereka masih ada rasa butuh terhadap sesuatu yang lebih hebat dari mereka. Maka dimunculkanlah hal-hal tersebut yang kemudian diberi label <em>supreme being</em>.</p>
<p><em>Supreme being</em>?? Tuhan dianggap ciptaan (<em>being</em>)??</p>
<p><strong>Kenapa Tuhan menurunkan agama? Kenapa Tuhan menurunkan pembawa pesan ?</strong></p>
<p>Untuk pertanyaan pertama, walaupun dari sudut pandang aqidah Islam jawabannya jelas, tetapi bagi saya ini tetap merupakan another great question. Allah mengatakan dalam salah satu ayatnya bahwa Dia bisa menjadikan semua manusia ini satu umat saja, tapi Dia tidak melakukannya.</p>
<p>Kenapa Allah menurunkan nabi dan rasul? Saya sependapat jika ini menyimpan misteri tersendiri. Mengapa Allah tidak mewahyukan saja secara langsung ajaranNya ke setiap kalbu manusia, atau menciptakan manusia dengan pengetahuan keTuhanan yang sudah embedded sejak kelahirannya. Dengan demikian tidak perlu ada perbedaan penafsiran agama, dan dengan demikian pula setiap manusia mengetahui kebenaran yang hakiki yang karenanya tak akan pernah ada perselisihan dan pertumpahan darah seperti yang dikhawatirkan oleh para malaikat sebelum penciptaan Adam.</p>
<p>Tapi ketika itu Dia lakukan, maka tak perlu lagi akal bagi manusia. Manusia tak perlu memilih kebenaran dan kebathilan, karena mereka tahu persis mana kebenaran dan mana kebathilan menurut Tuhannya. Manusia tak perlu berpihak pada yang benar dan yang salah, karena tak ada pihak yang salah, semuanya sudah diarahkan menjadi benar. Lantas, apa beda manusia dan malaikat?</p>
<p>Subhanallah, pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini ketika berusaha disikapi dengan bijak, obyektif dan analitis ternyata menumbukan kepahaman baru terhadap keimanan yang insya Allah sudah tumbuh selama ini.</p>
<p>Untuk semua pendapat saya, saya tambahkan dengan “Wallahu a’lam bish shawab”.</p>
Posted in artikel, dunia islam, taushiyah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=291&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2009/01/08/tuhan-memang-eksis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih Tentang Pendidikan</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/10/masih-tentang-pendidikan/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/10/masih-tentang-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 02:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ini komentar untuk komentar mas Galih yang ini, tetapi ternyata kepanjangan, dan saya berpikir untuk mempost-nya sebagai tulisan terpisah.
Wah, senang dikomentari sangat panjang oleh mas Galih. Sebelumnya, saya juga mau mengucapkan selamat dulu atas kelulusannya. Kapan-kapan juga ingin mengomentari tulisannya mas Galih. Tapi sayang, semua tulisannya berada di seputaran dunia Farmasi dan dunia bisnisnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=263&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Sebenarnya ini komentar untuk komentar mas Galih yang <a href="http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/07/sistem-pendidikan-kita/#comment-157">ini</a>, tetapi ternyata kepanjangan, dan saya berpikir untuk mempost-nya sebagai tulisan terpisah.</p></blockquote>
<p>Wah, senang dikomentari sangat panjang oleh mas Galih. Sebelumnya, saya juga mau mengucapkan selamat dulu atas kelulusannya. Kapan-kapan juga ingin mengomentari tulisannya mas Galih. Tapi sayang, semua tulisannya berada di seputaran dunia Farmasi dan dunia bisnisnya, jadi saya tidak terlalu nyambung.</p>
<p>Memang postingan saya di atas hanya berupa uneg-uneg yang keluar ketika mendapatkan sebuah email broadcast di milis icmi. Entah kenapa, mungkin karena berhubungan dengan dunia pendidikan, saya jadi terpancing untuk ikut mengomentari.</p>
<p>Saya memang tidak sedang membahas sistem pendidikan secara holistik. Saya hanya menanggapi beberapa pertanyaan yang diajukan mas AZA. Mungkin suatu saat saya bisa menyusun tulisan tentang pendidikan yang lebih lengkap, sehingga bisa menjadi bahasan yang lebih luas.</p>
<p>Kalau mas Galih menyebutkan target pendidikan adalah &#8220;Sikap dewasa&#8221; dan &#8220;Sadar yang kritis&#8221;, maka itulah sebenarnya (kurang lebih) yang saya maksudkan dengan &#8220;standar absolut kesejahteraan&#8221;. Dan itu adalah wajib dipenuhi oleh semua warga masyarakat. Kenapa? Agar mereka dapat memposisikan diri mereka sendiri, mengenali diri mereka sendiri, dan kemudian juga dapat menentukan peran apa yang ingin mereka ambil dalam masyarakat yang dia berada di dalamnya.</p>
<p>Mungkin singkatnya begini: Bukan kewajiban pemerintah saja yang harus menyediakan makanan, pekerjaan, sarana kesehatan, transportasi, dan lain sebagainya bagi seluruh rakyat. Tetapi pemerintah harus bisa mengkoordinasikan rakyatnya bagi penyejahteraan seluruh rakyat. Dan jika mereka tidak memiliki standar absolut kesejahteraan ini, maka sampai kapan pun mereka tidak akan bisa digerakkan untuk menjadi batu bata penguat bangsa, sehingga kewajiban memberi makan, pekerjaan, dsb, kembali jatuh hanya pada pemerintah saja (a.k.a presiden, menteri, gubernur, walikota, dinas-dinas, pns, dan yang semacamnya).</p>
<p>Mengenai apa pekerjaan mereka, berapa penghasilan mereka, dan lain sebagainya, saya menempatkannya sebagai suatu ukuran relatif untuk kesejahteraan. Kenapa? Karena setiap kepala memiliki penilaiannya masing-masing atas segala sesuatu. Ada yang berpendapat bahwa akademis adalah mutlak, sehingga bertekad meneruskan pendidikan sampai rela untuk tidak menikah dan tidak bekerja. Ada yang berpendapat bahwa wirausaha adalah keharusan bagi dirinya, ada pula yang berpendapat bahwa profesional harus menjadi jalan hidupnya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Itu semua bukan masalah utama kesejahteraan. Tetapi ketika mereka tidak mampu memilih sesuatu untuk dirinya, di situlah masalah terjadi. Karenanya, banyak terjadi pengangguran, padahal terlalu banyak pekerjaan rumah yang dimiliki negeri ini bahkan untuk dikerjakan oleh semua penduduk sekalipun. Terjadi juga kelaparan, padahal potensi pangan tersedia terlalu melimpah untuk seluruh rakyat.</p>
<p>Dan tujuan pendidikan ini sebenarnya tidak harus ditempuh melalui jalur pendidikan formal. Hanya saja, bagaimanapun kita harus mengakui bahwa keformalan selalu identik dengan terkoordinasi. Untuk pendidikan dua ratus juta lebih rakyat Indonesia, kita jangan berharap dari sesuatu yang tidak terkoordinasi. Karenanya, &#8220;sekolah&#8221; menjadi hal yang penting. Tetapi, bagi saya pendidikan yang dimaksud di sini adalah &#8220;pendidikan dasar dan menengah&#8221;.</p>
<p>Akan halnya pendidikan tinggi, posisinya jelas-jelas berbeda. Bukan sekedar untuk mendewasakan diri serta membangun kesadaran kritis, tapi lebih jauh dari itu, bahwa pendidikan tinggi adalah institusi penelitian yang dampaknya luas. Bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi skalanya negeri. Karenanya, pendidikan tinggi ini berhubungan dengan usaha negara meningkatkan taraf hidup rakyatnya.</p>
<p>Akan halnya ada mahasiswa yang belum dewasa dan kritis, maka sebenarnya yang bermasalah adalah pendidikan dasar dan menengahnya. Dan memang, untuk saat ini sedang membutuhkan reformulasi yang sangat luar biasa.</p>
Posted in artikel, indonesia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=263&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/10/masih-tentang-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pendidikan Kita (semi dialog)</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/07/sistem-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/07/sistem-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 07:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Ada email dari mas Achmad Zaenal Abidin (AZA) di milis kalam yang mempertanyakan tentang sistem pendidikan di negara kita. Sebenarnya sudah sering sekali mas AZA ini mengirim email-email seperti ini, baik ke milis kalam, icmi, atau indonesia next better. Tapi formatnya seringkali &#8216;agak&#8217; serampangan i.e. format tidak teratur, yang diajak diskusi tidak jelas (karena dikirim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=260&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Ada email dari mas Achmad Zaenal Abidin (AZA) di milis kalam yang mempertanyakan tentang sistem pendidikan di negara kita. Sebenarnya sudah sering sekali mas AZA ini mengirim email-email seperti ini, baik ke milis kalam, icmi, atau indonesia next better. Tapi formatnya seringkali &#8216;agak&#8217; serampangan i.e. format tidak teratur, yang diajak diskusi tidak jelas (karena dikirim ke banyak sekali milis), subjectnya kepanjangan, dsb.</p>
<p>Entah kenapa, kali ini saya ingin mencoba me-reply. Setelah saya tulis, ternyata cukup panjang. Dan setelah dipikir-pikir, cocok juga untuk jadi artikel tersendiri di blog ini.</p>
<p>Silakan dikritisi.</p></blockquote>
<p><strong>Apakah ada yang bisa memberikan pencerahan mengapa SD 6 tahun ? mengapa SMP 3 tahun, mengapa SMA 3 tahun ? dan mengapa perguruan tinggi 9 semester ?</strong></p>
<p>Ada kurikulum yang sudah disusun sebelumnya. Kurikulum tersebut dijabarkan pada tataran teknis sehingga menghasilkan angka-angka seperti itu (6 tahun, 3 tahun, dsb). Apakah harus selalu sama waktunya? Tentu tidak. Makanya ada yang bisa SD kurang dari 6 tahun, ada kelas akselerasi, ada yang S1 3 tahun, dsb.</p>
<p><strong>Mengapa banyak pengulangan dari SD sampai SMA untuk mata pelajaran bahasa Indonesia ? Mengapa terjadi pengulangan untuk SMP dan SMA pelajaran sejarah, matematik, bahasa Inggris, biologi, Fisika, Kewarga negaraan dan sebagainya bahkan sampai kuliah ?</strong></p>
<p>Pernah dengar istilah “spiral” dalam terminologi pengajaran? Kita akan selalu mengulangi pelajaran yang sejenis dalam proses belajar kita, tentunya dengan pendalaman materi. Misalnya begini, di SD kita mengenal angka. Di SMP kita mengenal angka dalam basis berbeda. Di SMA kita mengenal angka dalam koefisien-koefisien dan konstanta-konstanta. Di perkuliahan kita mengenal angka dalam dunia yang berbeda lagi. Tapi semuanya sejenis, mengenal angka.</p>
<p>Dalam dunia perkuliahan juga sebenarnya tidak banyak berbeda. Jika anda kuliah di jurusan fisika di perguruan tinggi manapun, anda akan menemukan pelajaran yang selalu diulang-ulang. Di tingkat satu, kita mempelajari gelombang dalam mata kuliah fisika dasar. Di tingkat dua, kita pelajari kembali gelombang dalam persamaan-persamaan yang lebih kompleks pada mata kuliah Fisika Matematika atau Kalkulus Lanjutan. Di tingkat tiga, lebih dalam lagi dipelajari dalam mata kuliah Gelombang. Bahkan di tingkat empat pun kita masih akan bergelut dengan gelombang, jika tugas akhir anda mengambil topik di sekitar fisika bumi, elektronika, atau bidang-bidang yang lainnya.</p>
<p><strong>Apakah tidak mungkin menjadi sarjana dalam waktu 18 tahun ? </strong></p>
<p><span id="more-260"></span>Mungkin saja. SD (6 tahun), SMP (3 tahun), SMA (3 tahun), dan kuliah (6 tahun –kelamaan). Tapi kalau maksud anda adalah menjadi sarjana pada umur 18 tahun, sepertinya anda harus mereduksi makna <em>sarjana</em> itu sendiri. (maksud saya mendefinisikan ulang kata <em>sarjana</em>)</p>
<p><strong>Apakah ada batasan psychologis untuk menjadi seorang sarjana ?</strong></p>
<p>Batasan psikologis seperti apa yang anda maksud? Kondisi psikologis seseorang bisa berbeda-beda.</p>
<p><strong>Apakah tidak mungkin dengan standard kompetensi yang sama dengan sarjana diselesaikan mulai umur 6 tahun dalam waktu pendidikan 12 tahun ? sehingga umur 18 telah menjadi sarjana dengan mengurangi pengulangan dan menambah detail sesuai jurusan kompetensinya ? sehingga biaya pendidikan untuk menjadi sarjana atau kompetensinya telah mampu bekerja sesuai bidang dengan lebih murah, cepat ? sehingga makin banyak masyarakat yang mampu untuk membiayainya atau pemerintah membiayainya dengan gratis bagi semua warga negara terutama yang tidak mampu ?</strong></p>
<p>Saat ini sudah mungkin dilakukan. Caranya dengan kelas akselerasi. Jika SD diselesaikan hanya dalam waktu 5 tahun, kemudian SMP dan SMA masing-masing hanya 2 tahun plus kuliah 3 tahun, maka jika sang anak mulai masuk SD pada umur 6 tahun, dia sudah menjadi sarjana pada umurnya yang ke-18.</p>
<p>Jika digeneralisasi, maka sebenarnya jika sistem pendidikan kita direformulasi ulang, kita bisa membuat sistem pendidikan yang lebih singkat bagi warga negara kita. Standar tercepatnya adalah 12 tahun pendidikan, tapi ada kemungkinan tinggal kelas atau justru malah percepatan.</p>
<p>Tapi sepertinya ada hal yang terlupakan, bahwa:</p>
<ol>
<li> Ada paradigma penundaan masa kerja dalam sistem pendidikan yang dianut semua negara dewasa ini. Tujuannya adalah menunda kedewasaan, dan dengan demikian menunda perkawinan. Goalnya jelas: mengerem laju pertumbuhan penduduk. Ini perlu dikaji lagi ke depannya, apakah memang perlu atau tidak, soalnya efek sampingnya juga jelas: kenakalan remaja, pergaulan bebas, dsb.</li>
<li> Standar majunya pendidikan tidak selalu dengan seberapa tinggi kuliah warga negaranya. Tetapi seberapa jauhnya mereka mendapatkan fasilitas pendidikan. Ini bisa berupa pendidikan kejuruan, pendidikan luar kelas, pendidikan mandiri via buku-internet, pendidikan intra lembaga (seperti sertifikasi-sertifikasi internal perusahaan terhadap para karyawannya) dsb.</li>
<li> Yang perlu didorong dengan maksimal sebenarnya adalah pendidikan dasar dan menengah. Target utama pendidikan tahap ini sebenarnya adalah agar peserta didik memahami posisinya sebagai diri sendiri, bagian dari masyarakat, aset bangsa di masa depan, merencanakan karir dan cita-cita, serta memutuskan akan mengambil jalan mana untuk kehidupan dia ke depannya.</li>
<li> Standar absolut kesejahteraan seseorang adalah memahami posisi dirinya relatif terhadap keadaan di sekitarnya, dan itulah yang diberikan oleh pendidikan dasar dan menengah. Mengenai berapa penghasilannya sebulan, di rumah seperti apa dia tinggal, bagaimana makannya sehari-hari, dan lain sebagainya, itu adalah hal yang serba relatif.</li>
<li> Tugas pemerintahlah yang menjamin kelangsungan kesejahteraan masyarakat. Ketika dengan hidup sehat kesejahteraan masyarakat akan maju, maka kewajiban pemerintahlah mendorong majunya hidup sehat, misalnya menggratiskan pendidikan dokter dan pendidikan kesehatan masyarakat di perguruan-perguruan tinggi, mensupport penelitian-penelitian yang dilakukan universitas dan pusat-pusat penelitian untuk menghasilkan pangan berkualitas tinggi dan berkuantitas besar serta ekonomis untuk pasar, menurunkan harga bahan makanan, dan sebagainya.Begitu juga ketika dengan ilmu rekayasa kesejahteraan masyarakat akan maju, maka pemerintah wajib mensupport penelitian-penelitian di bidang-bidang ilmu dasar, ilmu engineering (teknik kimia, elektro, mesin, informatika, industri, sipil, penerbangan, dan semua teknik lainnya), dan kemudian mengoperasionalkannya dalam skala industri dan manufaktur.Di sinilah peran pemerintah dalam pendidikan tinggi. Sangat berbeda posisinya dengan perannya dalam pendidikan dasar dan menengah, walaupun sama-sama <em>pendidikan</em>.</li>
</ol>
<p>Wallahu ‘alam.</p>
<p>Fathi Nashrullah</p>
Posted in artikel, indonesia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=260&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/10/07/sistem-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Hasil Pemilihan Walikota Bandung</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/08/11/menyikapi-hasil-pemilihan-walikota-bandung/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/08/11/menyikapi-hasil-pemilihan-walikota-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 02:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah&#8230; &#8216;Alaa kulli haal
Itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika melihat hasil hitung cepat LSI untuk hasil pemilihan walikota Bandung kemarin. 26persen, Alhamdulillah.
Sungguh tidak mengira bahwa hasilnya akan sangat jauh dari perkiraan. Pada awalnya saya memprediksikan bahwa jika bukan &#8220;menang&#8221;, maka &#8220;kalah tipis&#8221; akan menjadi hasilnya. Tetapi ternyata kenyataan memberi tahu kita bahwa &#8220;kalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=221&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah&#8230; &#8216;Alaa kulli haal</p>
<p>Itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika melihat hasil hitung cepat LSI untuk hasil pemilihan walikota Bandung kemarin. 26persen, Alhamdulillah.</p>
<p>Sungguh tidak mengira bahwa hasilnya akan sangat jauh dari perkiraan. Pada awalnya saya memprediksikan bahwa jika bukan &#8220;menang&#8221;, maka &#8220;kalah tipis&#8221; akan menjadi hasilnya. Tetapi ternyata kenyataan memberi tahu kita bahwa &#8220;kalah telak&#8221;lah yang terjadi. Berbagai survey internal sebenarnya sudah mulai menunjukkan keunggulan. Tapi keunggulan itu tidak memasukkan faktor swing voter yang mengikuti pilwako hanya untuk meramaikan saja, bukan benar-benar memberikan dukungan. Karenanya kita terkejut ketika mengetahui bahwa swing voters tersebut (yang katanya mencapai 40-an persen pemilih dari setiap pilkada di Indonesia) memberikan suaranya kepada kang Dada.<span id="more-221"></span></p>
<p>Kekalahan ini seharusnya bukan hal yang aneh, mengingat PKS baru berumur sepuluh tahun. Apalagi partai ini adalah tipe partai kader, bukan tipe partai massa. Karenanya penanganannya pun sama sekali berbeda dengan partai lainnya, apalagi yang sudah tua seperti golkar. Apalagi PKS hanya sendirian, sedangkan kang Dada didukung oleh banyak sekali partai. Jadi sekali lagi ini bukan hal yang aneh.</p>
<p>Hikmah yang bisa diraih dari even demokrasi 5 tahunan ini sangat banyak. Dengan keikutsertaan dalam pilwako ini, maka PKS kota Bandung memiliki peta kekuatan yang sangat jelas dalam menghadapi pemilu tahun depan. Bukan hanya itu, PKS kota Bandung pun sudah memiliki parameter peningkatan yang sangat jelas dalam pertumbuhan partai. Ketika HADE menang bulan April lalu, survey internal menunjukkan bahwa suara yang murni milik PKS hanya sekitar 20 persen saja (dari sekitar 40 persen suara di kota Bandung). Hanya dalam waktu 4 bulan, pertumbuhan yang diraih adalah 6 persen (26 persen suara Trendi). Artinya, PKS kota Bandung memiliki potensi untuk meningkatkan suara hingga 12 persen lagi hingga pemilu tahun depan, yang berarti 38 persen suara atau 17 kursi di DPRD kota. Sebuah potensi yang tidak main-main.</p>
<p>Itu adalah hitung-hitungan politik dan kekuatan. Di sisi lain, kita punya nilai lebih dalam menghadapi bulan mulia yang akan segera datang 20 hari lagi. Dengan keterlibatan kita di pilwako, selain meningkatkan intensitas aktivitas dakwah kita, juga meningkatkan kedekatan diri kita kepada Allah. Sudah tidak berbilang banyaknya anjuran untuk senantiasa memperbanyak qiyamullayl, tilawah, shaum, infaq, doa, dsb. Dengan demikian, itu sudah merupakan persiapan yang luar biasa dalam menyambut Ramadhan. Sejak awal, saya pribadi sudah menempatkan keikutsertaan dalam pilwako ini sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Karenanya, apapun hasilnya, adalah positif bagi kita.</p>
<p>Satu hal yang harus dicatat, kekalahan dalam pemilihan walikota ini <strong>bukanlah</strong> kekalahan dakwah. Dakwah bukan milik kita, dakwah bukan milik PKS. PKS hanya menggunakan politik untuk mengakselerasi dakwah di Indonesia. Dakwah juga milik elemen umat Islam yang lain. Dakwah adalah milik umat Islam. Mudah-mudahan dakwah pula yang mendasarkan semua elemen umat Islam yang mendukung kang Dada. Dakwah pula yang menjadikan ormas-ormas Islam mendukung kang Dada. Dakwah pula yang membuat Ulama besar kota Bandung mendukung kang Dada.</p>
<p>Dengan demikian, hasil pemilihan walikota Bandung ini bukan sekedar kemenangan kang Dada, bukan sekedar kemenangan kota Bandung, tapi kemenangan umat Islam. Jika memang begitu keadaannya, maka kemenangan dakwah itu semakin dekat. Insya Allah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fathiiiii.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fathiiiii.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=221&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/08/11/menyikapi-hasil-pemilihan-walikota-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luruskan niat&#8230;</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/29/luruskan-niat/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/29/luruskan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 09:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Taujih kang Haru pada relawan P2B untuk kebakaran Cikutra
Sesungguhnya jika antum semua melakukan ini semua untuk meraih simpati masyarakat di sana, maka antum akan sakit hati. Jangan lupakan bahwa apapun kondisinya, semua amal tersebut hanyalah bagian dari usaha kita untuk mencari cara tercepat dalam meraih ridho Allah saja. Segala usaha yang antum lakukan telah mengorbankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=201&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Taujih kang Haru pada relawan P2B untuk <a href="http://bandung.detik.com/read/2008/07/10/100613/969777/486/8-rumah-di-asep-berlian-dilalap-si-jago-merah">kebakaran Cikutra</a></p>
<blockquote><p>Sesungguhnya jika antum semua melakukan ini semua untuk meraih simpati masyarakat di sana, maka antum akan sakit hati. Jangan lupakan bahwa apapun kondisinya, semua amal tersebut hanyalah bagian dari usaha kita untuk mencari cara tercepat dalam meraih ridho Allah saja. Segala usaha yang antum lakukan telah mengorbankan dana, waktu, dan tenaga (sebagian relawan telah beranak istri dengan mata pencaharian yang bisa dikatakan minim dalam hitungan materil, tapi satu kelebihan yang saya syukuri, mereka kaya akan kefahaman tarbiyah dan militansi), akan menjadi tidak ada artinya jika yang mendasarinya adalah harapan agar mereka disana memilih PKS.</p>
<p>Jangan antum sekali-kali mengharapkan terimakasih atau simpati apapun dari mereka. Sesungguhnya apa yang kita lakukan sama sekali bukan untuk itu Akh…! Mereka berterimakasih pada kita atau justru sebaliknya… entah mereka memilih kita ataupun tidak, itu bukan urusan kita. Itu semua bergantung pada seberapa ridho Allah terhadap amal-amal dakwah kita. Tugas kita hanya satu, berusaha sebaik-baiknya dilapangan untuk membantu mereka dengan keikhlasan untuk Allah semata. Biar nantinya Allah yang menilai amal tersebut di sisinya. Jika Allah berkehendak dari silaturahmi dan amal-amal dakwah kita tersebut untuk membawa hati-hati mereka (masyarakat Bandung) pada dakwah maka dengan insyaAllah kemenangan dakwah akan datang dengan sendirinya.”</p></blockquote>
<p>dari <a href="http://ardee.cmsku.org/2008/07/mencegah-sentralisasi-figur-dalam-berjama%E2%80%99ah/">bang Ardian</a> yang dikutip oleh <a href="http://bangkamil.wordpress.com/2008/07/22/taujih/">bang kamil</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fathiiiii.wordpress.com/201/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fathiiiii.wordpress.com/201/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=201&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/29/luruskan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Program Unggulan TRENDI</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/28/8-program-unggulan-trendi/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/28/8-program-unggulan-trendi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Dikutip dari rilis Tim Trendi yang dikutip oleh Pikiran Rakyat.
Kedelapan program tersebut adalah:

Memperjuangkan APBD untuk rakyat mulai tahun 2009 meliputi:
bantuan operasional RW sebesar Rp 3 juta/tahun. bantuan operasional RT sebesar Rp 1,5 juta/tahun bantuan kegiatan kemasyarakatan RW sebesar Rp 2,5 juta/tahun.
dana rutin masjid RW sebesar Rp 2, 5 juta  bantuan kegiatan PKK/Posyandu tingkat RW sebesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=196&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dikutip dari rilis Tim Trendi yang dikutip oleh <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=24980">Pikiran Rakyat</a>.</p>
<p>Kedelapan program tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>Memperjuangkan APBD untuk rakyat mulai tahun 2009 meliputi:<br />
bantuan operasional RW sebesar Rp 3 juta/tahun. bantuan operasional RT sebesar Rp 1,5 juta/tahun bantuan kegiatan kemasyarakatan RW sebesar Rp 2,5 juta/tahun.<br />
dana rutin masjid RW sebesar Rp 2, 5 juta  bantuan kegiatan PKK/Posyandu tingkat RW sebesar Rp 1 juta/tahun insentif untuk anggota Linmas Rp 500.000/orang/tahun<br />
santunan kematian warga miskin sebesar Rp 2 juta/orang bantuan operasional Karang Taruna keluraham sebesar Rp 5 juta/tahun bantuan operasional  LPM kelurahan sebesar Rp 5 juta/tahun bantuan operasional PKK keluraham Rp 5 juta/tahun.</li>
<li>Implementasi anggaran pendidikan 20% diluar gaji guru. Dengan anggaran tersebut, maka dapat dilaksanakan pendidikan gratis tingkat dasar dan menengah, peningkatan honor/intensif bagi guru ngaji, TK/TPA dan guru honorer.</li>
<li>Gratis biaya layanan ambulans, bersalin, pemakaman, dan penyediaan air bersih bagi warga tidak mampu.</li>
<li>Gratis pembuatan KTP, KK, Akta kelahian, dan pelayanan puskesmas untuk semua warga.</li>
<li>Menganggarkan Rp 10 miliar/tahun untuk melakukan operasi pasar.</li>
<li>Melindungi buruh dengan kesejahteraan rakyat, melindungi pasar tradisional, dan penumbuhan 100 ribu wirausahawan baru. Pemberdayaan wirausahawan baru itu dilakukan dengan memberikan hibah, modal bergulir, lembaga penjamin kredit dan pembentukan Klinik Konsultasi Bisnis di tiap kecamatan.</li>
<li>Mengembangkan masyarakat yang religius melalui peningkatan sarana prasarana ibadah dan mencegah berbagai bentuk kemaksiatan (gank motor, miras, napza, prostitusi, pornografi dan pornoaksi.</li>
<li>Mengembangkan fungsi konservasi di Kawasan Bandung Utara, meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau, melaksanakan pengelolaan sampah terpadu, ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fathiiiii.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fathiiiii.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=196&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/28/8-program-unggulan-trendi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilkada Bandung (hingga 25 Juli 2008)</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/25/pilkada-bandung-hingga-25-juli-2008/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/25/pilkada-bandung-hingga-25-juli-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 02:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Hmmm&#8230;.
Sedang mencoba membuat analisis tentang setiap calon. [saya usahakan lebih fair]
Calon nomer tiga (Hudaya-Nahadi) benar-benar tidak ketahuan track recordnya. Mereka merupakan calon independen yang maju dengan syarat mendapatkan dukungan 3% rakyat kota Bandung (sesuai aturan KPUD). Kabarnya, Hudaya ini adalah seorang pengusaha kaya di kota Bandung, tetapi belum tersiar cukup luas dalam bidang apa bisnisnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=192&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hmmm&#8230;.<br />
Sedang mencoba membuat analisis tentang setiap calon. [saya usahakan lebih fair]</p>
<p>Calon nomer tiga (Hudaya-Nahadi) benar-benar tidak ketahuan track recordnya. Mereka merupakan calon independen yang maju dengan syarat mendapatkan dukungan 3% rakyat kota Bandung (sesuai aturan KPUD). Kabarnya, Hudaya ini adalah seorang pengusaha kaya di kota Bandung, tetapi belum tersiar cukup luas dalam bidang apa bisnisnya. Hingga saat ini belum ada faktor yang bisa meyakinkan rakyat untuk memilih calon ini, soalnya orangnya tidak terkenal dan basis massanya juga tidak ketahuan. Satu-satunya hal yang berbeda dari mereka dengan calon yang lain adalah &#8216;ke-non-partaian-nya&#8217;. Dengan demikian mereka berusaha menjaring massa yang sudah antipati pada partai politik yang ada.</p>
<p>Sebelum rangkaian pilwalkot digelar, Hudaya ini sempat dekat dengan pks, bahkan diinfokan pernah rutin pengajian dengan ust Abu Syauqi. Namun menjelang pilwalkot, tidak berlanjut lagi.</p>
<p>Dari caranya mensosialisasikan diri, wajar ketika muncul anggapan bahwa calon ini mungkin main mata dengan Dada untuk memecah suara Trendi. Pasalnya, pamflet yang mereka buat didesain sangat mirip dengan pamflet trendi. Tapi saya akui, asumsi ini masih sangat prematur.</p>
<p>Calon nomor dua (Taufikurahman-Abu Syauqi) pada awalnya juga orang yang sama sekali tidak dikenal masyarakat, terutama pak Taufiknya. Ust Abu Syauqi sendiri merupakan seorang ulama yang cukup terkenal di kota Bandung. Tetapi dengan adanya basis massa yang jelas dan sudah mengakar (PKS) popularitas pasangan ini dengan cepat menanjak. Modal ke-pks-an sebenarnya cukup untuk mendulang banyak suara, walaupun belum cukup untuk memenangkannya. Karena itu, dukungan para pakar ITB menjanjikan program-program berkualitas yang akan mendongkrak popularitas serta elektabilitas pasangan ini.</p>
<p>Calon nomor satu (Dada-Ayi) merupakan calon incumbent. Modal mereka yang paling besar adalah popularitas mereka yang sudah hampir 100%. Dengan dukungan yang besar (Golkar+PDIP+PBB+PD+PAN+lupa lagi) maka kemungkinan mereka menang adalah sangat besar. Calon ini juga didukung banyak ormas, seperti Muhammadiyah, NU, dan FPI. Bahkan MUI kota bandung secara tidak resmi juga mendukungnya (ditandai dengan dukungan ketuanya dan beberapa ulama di dalamnya).</p>
<p>Secara keseluruhan, program yang mereka tawarkan memiliki corak yang sama; menaikkan kesejahteraan rakyat kota bandung. Mudah-mudahan mereka mampu dan konsisten untuk melaksanakannya.</p>
<p>Saya pribadi [kali ini pendapat pribadi, walau tetap berusaha obyektif] mendukung Trendi dan mengharapkan kemenangan pasangan ini, tentunya dengan segudang alasan yang pernah saya tuliskan di sini. Tetapi saya cukup khawatir jika calon nomor tiga menang, karena mereka sama sekali tidak ketahuan track recordnya, juga basis massanya.</p>
<p>Untuk calon nomor satu, walaupun dengan berbagai kegagalan yang pernah dia buat, saya berusaha untuk tidak khawatir dan berhusnudzon, bahwa mereka menyadari kesalahannya dan tak akan mengulanginya. kemudian berjuang sekuat tenaga untuk meluruskan kesalahannya di masa lalu. Saya juga berusaha yakin bahwa Dada-Ayi tidak akan &#8216;macam-macam&#8217;, karena di belakangnya ada Muhammadiyah-NU-FPI yang siap menegur dan menghadang jika mereka berani berbuat dzalim lagi kepada rakyat bandung.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fathiiiii.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fathiiiii.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=192&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/07/25/pilkada-bandung-hingga-25-juli-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pluralisme, Kebebasan dan Paham-Paham Paradoks</title>
		<link>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/06/19/pluralisme-kebebasan-dan-paham-paham-paradoks/</link>
		<comments>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/06/19/pluralisme-kebebasan-dan-paham-paham-paradoks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 03:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathiiiii</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fathiiiii.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[By imamsemar
Kalau kita mengamati sebuah karya seni lukis, bunga misalnya, maka untuk menikmatinya harus dilihat dari jarak yang tidak terlalu dekat sehingga detilnya terabaikan. Kalau terlalu dekat maka tidak menarik karena detilnya nampak jelas tidak ada. Untuk menghargai karya seni ini tidak diperlukan intelektual yang tinggi. Berbeda dengan bunga aslinya, semakin detail semakin menarik. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=161&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>By <a title="Posts by imamsemar" href="http://akaldankehendak.com/?author=4">imamsemar</a></p>
<p>Kalau kita mengamati sebuah karya seni lukis, bunga misalnya, maka untuk menikmatinya harus dilihat dari jarak yang tidak terlalu dekat sehingga detilnya terabaikan. Kalau terlalu dekat maka tidak menarik karena detilnya nampak jelas tidak ada. Untuk menghargai karya seni ini tidak diperlukan intelektual yang tinggi. Berbeda dengan bunga aslinya, semakin detail semakin menarik. Dari mulai bentuk makronya, kelopak bunga, benang sari, serbuk sari; kemudian detilnya sampai ke tingkat jaringan, sel, mitokondria, kromosom, gen, <em>ribonucleic acid</em>, DNA, protein, proses metabolisme dan seterusnya; semuanya memerlukan intelektualitas yang tinggi untuk bisa menghargainya. Seorang botanis akan mengalami kesulitan untuk menerangkan bagaimana nutrisi/makanan bisa sampai ke kepala putik pada lukisan bunga, karena si pelukis tidak akan menggambarkan secara mendetil bagian-bagian mikroskopis dari bunga. Itulah perbedaaan antara karya seni dan <em>the real thing</em>.</p>
<p>Hal seperti contoh bunga di atas berlaku untuk segala aspek seperti prinsip hidup atau isme. Suatu isme bisa berupa gagasan bisa juga hasil pengamatan yang diformulasikan. Suatu isme yang masih berupa gagasan, bisa terdengar indah, jika tidak dites, atau tidak diuji secara intelek. Pada tulisan berikut ini kita akan membahas secara cerdas paham-paham yang sedang populer di media massa, yaitu yang berkaitan dengan kebebasan.<span id="more-161"></span></p>
<p>Berapa banyak orang yang mempunyai kecerdasan untuk menyadari bahwa paham kebebasan adalah paham paradoks? Perkiraan saya, tidak banyak. Paling tidak, opini yang berhasil keluar ke media massa mencerminkan demikian. Pada jaman modern ini, ujung tombak penganut prinsip-prinsip yang bersifat paradoks biasanya mempunyai latar belakang pendidikan ilmu politik, sosial dan seni. Mereka ini adalah ampas yang tidak lolos dari saringan masuk untuk jurusan kedokteran atau teknik. Siswa yang pandai akan masuk ke jurusan kedokteran dan teknik. Dan <em>oxymoron</em>, biasanya masuk ke jurusan ilmu politik, sosial dan seni serta menjadi pendukung paham kebebasan, <em>women liberation</em>, <em>feminist</em>, pluralisme dan sejenisnya yang penuh dengan prinsip-prinsip paradoks.</p>
<p>Kata <em>oxymoron</em> saya gunakan dalam artikel ini untuk melengkapi pembahasan mengenai paradoks karena <em>oxymoron</em> adalah paradoks. <em>Oxymoron</em> berasal dari kata Yunani <em>oxy</em> = tajam, cerdas dan <em>moron</em> = tumpul, bebal. Cerdas-bebal, tajam-tumpul, bukan kah itu paradoks. Kata ini menggambarkan orang yang pandai berbicara tetapi bebal. Mungkin lebih tepat kalau disebut <em>pseudooxy-moron</em>. Tampak cerdas tapi bloon. Kita gunakan <em>oxymoron</em> saja yang lebih umum untuk menggantikan kata yang benar &#8211; <em>pseudooxy-moron</em>.</p>
<p>Saya yakin banyak diantara pembaca bukan terlahir untuk menjadi <em>oxymoron</em>, tetapi karena pendidikan dan lingkungan, maka anda menjadi <em>oxymoron</em>. Kalau anda paham mengenai isi tulisan ini, berarti anda telah meningkatkan intelektual anda dan tidak berhak memperoleh gelar <em>oxymoron</em> lagi. Bahkan bisa menggunakan kalimat: “<em>prinsip anda mengandung paradoks</em>” sebagai ungkapan yang halus sarkastik untuk menghina dan mengatakan bahwa “tingkat intelektual anda sangat rendah”. Selamat menikmati, semoga nantinya anda lebih pandai.</p>
<p><strong>Paradoks Orang Kreta dan Pyrrhonisme</strong><strong></strong></p>
<p>Dengan ilmu logika banyak prinsip yang bisa diidentifikasi sabagai paradoks atau self defeating principles. Paradoks ini banyak ditemui dalam kehidupan kita sehari-hari dipakai oleh orang yang katanya terpelajar. Kita akan bahas hal ini. Tetapi untuk membiasakan diri dengan ilmu logika dan sebelum masuk ke menu utama, saya akan perkenalkan dengan dua paradoks klasik yaitu <em>Paradoks Orang Kreta</em> dan <em>Pyrrhonisme</em>, sebagai menu pembuka.</p>
<p>Diceritakan ada seorang Crete (pulau Kreta) bernama Epimenides berkata: “<em>Orang Crete selalu pembohong</em>“. Ucapan ini adalah suatu kontradiksi yang akhirnya membatalkan nilai kebenaran pernyataan itu. Kalau Epimenides benar, maka dia bohong (berkata tidak benar). Oleh sebab itu pernyataannya tidak pernah benar dan tidak pernah mempunyai nilai kebenaran.</p>
<p>Ada lagi <em>Pyrrhonisme</em>. <em>Pyrrhonisme</em> adalah aliran skeptis yang beragukan semua hal. “<em>Di dunia ini tidak ada yang pasti</em>“. Tentunya anda pernah mendengar seseorang mengucapkan kalimat ini. Bahkan juga anda sendiri. Untuk membuktikan bahwa pernyataan ini sebuah paradoks, ajukan pertanyaan ini: “<em>Apa kamu yakin?”.</em></p>
<p>Lucu bukan, kalau ada pernyataan: “<em>Saya </em><strong><em>yakin</em></strong><em> bahwa di dunia ini </em><strong><em>tidak ada yang pasti</em></strong>“. Perhatikan paradoks yang ada pada kata yang ditebalkan. Seseorang yang menjadikan keraguan pada semua hal di dalam hidup ini sebagai prinsip hidupnya, maka ia juga meragukan keraguannya sendiri.</p>
<p>Prinsip atau dalil semacam ini disebut paradoks atau <em>self defeating principle</em>. Dan menurut ilmu logika, prinsip seperti ini tidak punya nilai kebenaran. Dan prinsip seperti ini mempunyai konflik internal. Maksudnya, kalau kita menganut prinsip tersebut maka kita juga menganut paham penghapusan prinsip tersebut.</p>
<p>Sejak lama banyak artikel-artikel di koran, atau komentar di TV yang menggunakan prinsip yang mengandung paradoks di dalam opini nara sumbernya. Untuk membiasakan penggunaan logika, yang saya percaya bahwa pembaca jarang menggunakannya, kita akan bahas beberapa prinsip seperti ini sebelum menginjak pada topik kebebasan seperti judul artikel ini.</p>
<p><strong>Paradoks “</strong><em><strong>Tidak ada yang tahu kebenaran hakiki, kecuali Tuhan”</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em>Tentu anda sering mendengar ucapan: “<em>Tidak ada yang tahu kebenaran hakiki, kecuali Tuhan</em>“. Ada beberapa varian dari dalil paradoks ini, tetapi intinya sama, misalnya: “<em>Di dunia ini tidak ada yang absolut, semuanya relatif</em>.” Dalil ini sering dimunculkan dalam perdebatan tafsir firman Tuhan. Karena namanya tafsir, opini pribadi, maka satu dengan yang lain bisa berbeda. Pihak yang salah (ngawur tafsirnya) bukannya mencari kebenaran, tetapi mencari dan meminta kompromi dengan melontarkan dalil ini.</p>
<p>Prinsip ini masuk dalam kategori paradoks. Kita bisa uji dengan menanyakan: “<em>Apa benar bahwa hanya Tuhan yang tahu kebenaran yang hakiki?</em>“.</p>
<p>Kalau jawabnya “ya” berarti orang tersebut tahu hakiki kebenaran prinsip di atas atau dia adalah Tuhan. Jadi jawab pertanyaan di atas harus “tidak”. Artinya bahwa prinsip itu salah. Dan “bukan hanya Tuhan yang tahu hakiki kebenaran, tetapi juga manusia”.</p>
<p><strong>Paradoks “</strong><em><strong>Agree to disagree</strong></em><strong>“</strong></p>
<p><strong></strong>Prinsip paradoks yang populer akhir-akhir ini: “<em>Agree to disagree”.</em> Prinsip ini juga digunakan pihak yang salah untuk mencari kompromi, bukan mencari kebenaran. Saya sempat mendengar ucapan Adnan Buyung Nasution di Metro TV beberapa waktu dalam rangka wawancara membela Ahmadiyah dua tahun lalu. Pewawancaranya, penyiar TV cantik Sandrina Malakiano. Pada akhir acara, bang Buyung menganjurkan (kepada kelompok yang berseberangan dengan Ahmadiyah) untuk “<em>agree to disagree</em>“. Dan Sandrina mendukungnya.</p>
<p>Prinsip ini juga sifatnya paradoks. Kalau waktu itu mbak Sandrina menanyakan pada bang Buyung: “<em>Anda dan Ahmadiyah seharusnya agree dong dengan disagreement MUI, FPI dan kelompok yang berseberangan dengan Ahmadiyah lainnya. Jangan mereka yang harus mengikuti anda dan Ahmadiyah</em>“; kalau bang Buyung dan Ahmadiyah mengikuti “agree to MUI disagreement” maka MUI dan kelompok yang berseberangan dengan Ahmadiyah tidak perlu bergeming dari posisi mereka. Bingung ya? Problemnya Ahmadiyah dan bang Buyung tidak mau agree dengan disagreement dari MUI dan FPI.</p>
<p><strong>Paradoks “</strong><em><strong>Dilarang melarang</strong></em><strong>” &#8211; berilah orang lain kebebasan</strong></p>
<p><strong></strong>Dalil “<em>jangan melarang</em>” sering digunakan untuk membuka jalan untuk perbuatan yang tidak disukai oleh kelompok yang berseberangan. Dalihnya adalah kebebasan, liberalisme. Pada dasarnya prinsip ini juga paradoks. Kata <strong>JANGAN</strong> dan <strong>TIDAK BOLEH</strong> adalah kata melarang. Jadi kalau anda tanyakan:”<em>Apakah anda tadi melarang?”.</em> Atau: “<em>Lho kok anda melarang saya untuk melarang</em>“. Nah dia akan bingung. “Jangan melarang” adalah larangan juga. Bingung ‘kan? Memang self defeating principles membuat penggunanya bingung seperti orang tersesat.</p>
<p><strong>Paradoks Pluralisme</strong></p>
<p>Paradoks Pluralisme mengatakan bahwa “Semua agama/aliran pada hakekatnya sama”. Ini prinsip yang sering ditonjolkan JIL (Jaringan Islam Liberal), AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) bersama penganut pluralisme lainnya. Ada satu hal yang mereka lupa, yaitu: aliran yang memusuhi dan mau membasmi mereka, seperti FPI (Front Pembela Islam) juga seharusnya diperlakukan sama dan merupakan bagian masyarakat pluralis.</p>
<p>Aliran pluralisme sebenarnya menghendaki tatanan masyarakat yang tidak plural. Saya akan tunjukkan dengan pertanyaan ini. Mana bisa disebut (lebih) plural, lebih banyak keaneka-ragamnya?:</p>
<p>1. masyarakat yang hanya mengakomodasi aliran pluralisme.<br />
2. masyarakat yang mengakomodasi aliral pluralisme, aliran pembasmi pluralisme, aliran membenci pluralisme, aliran yang bertentangan dengan pluralisme.</p>
<p>Kalau anda cukup waras, maka jawabannya adalah masyarakat yang terakhir. Apakah yang mengaku aliran pluralisme sesungguhnya menganut paham ini? Kalau benar maka mereka akan hancur karena mereka mengakomodasi lawannya yang boleh jadi termasuk yang brutal dan kejam. Oleh sebab itu paham pluralisme disebut paham paradoks.</p>
<p><strong>Paradoks Kebebasan</strong></p>
<p><strong></strong>Setelah pembaca terbiasa dengan sebagian ilmu logika, terutama paradoks, kita akan masuk ke menu utamanya. Sengaja saya sajikan menu pembuka karena perdebatan dengan logika biasanya pendek saja. Satu-dua kalimat cukup. Itu yang disebut perdebatan yang elegant, yang tidak perlu argumen berlembar-lembar untuk membuat orang mengerti.</p>
<p>Adakah kebebasan itu? Suatu pertanyaan valid bagi mereka yang mencari prinsip kebebasan. Secara logika, jawabnya ialah: “<em>Tidak ada</em>“. Kebebasan itu adalah gagasan yang pada hakikinya tidak ada. Buktinya:</p>
<p>Mari kita berasumsi bahwa perinsip berikut ini bisa dijadikan sebagai prinsip dalam kehidupan: “<em>Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat menurut kehendaknya</em>“.</p>
<p>Konsekwensi logisnya ialah: “<em>Siapa saja bebas menghapuskan prinsip kebebasan tersebut</em>“.</p>
<p>Lihat, hanya perlu 1 kalimat untuk membuktikan poin utamanya bahwa kebebasan tidak ada dan paham kebebasan adalah paradoks. Sangat elegan. Habis sudah pembicaraan kita.</p>
<p>Untuk memperpanjang cerita ini, saya mau mengakomodasi hal-hal sampingan yang <em>non-issue</em>, supaya pembaca tidak kecewa. Yang <em>non-issue </em>adalah saya harus menyediakan isme alternatif. Secara alamiah, pilihan itu sudah ada, yaitu paham keterbatasan, “siapa saja di dalam masyarakat harus dibatasi perilakunya”. Apakah ruang geraknya cukup luas atau sempit, itu urusan lain.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya ialah: siapa yang berhak menentukan batas-batas, apa yang boleh dan yang tidak boleh? Pemerintah? Saya? Anda?</p>
<p>Kalau orang Betawi akan menjawab: “<em>Emang lu siapa? Sok tahu dan sok ngatur-ngatur</em>“. Intinya bahwa secara alamiah manusia enggan tunduk kepada entitas yang derajadnya sama; sama-sama manusia. Pemerintah tidak lebih pandai dan lebih tahu dari kita, karena elemen mereka juga sama seperti kita, yaitu manusia. Alam mengarahkan kita hanya ke satu pilihan, yaitu kepada sang Pemaksa. Prima kausa (sang Pencipta, <em>the ultimate creator</em>), juga sang Pemaksa mempunyai aturan untuk membatasi ruang gerak manusia. Setiap perbuatan, ada akibatnya. Ada hukuman bagi yang melanggar dan ada imbalan bagi yang tetap pada koridor moral dan prilaku yang ditetapkan oleh alam (baca: Tuhan). Ini adalah premis, asumsi dasar, yang mau-tidak mau harus digunakan oleh manusia dan masyarakat.</p>
<p>Pelanggaran atau invasi, agresi, bisa dari individu ke individu lain, individu ke masyarakat, masyarakat ke individu. Jenisnya bisa agresi/invasi fisik dan agresi/invasi non fisik. Kelompok Ahmadiah telah melakukan agresi non-fisik kepada kelompok Islam tradisionil dengan mengaku bagian dari Islam dan mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Jadi jangan salahkan kalau ada kelompok Islam tradisionil membalasnya secara fisik. Dewi Persik menggunakan baju dengan dada tersembul menantang (agresi non fisik) di tempat publik, jangan salahkan kalau ada yang terangsang dan mencoleknya.</p>
<p>Porno-aksi bukan <em>freedom of expression</em> yang tanpa konsekuensi. Mungkin kata yang lebih tepat adalah: <em>freedom of expression</em> sesungguhnya tidak bebas menerima konsekuensinya. Saya pernah melihat seekor kuda betina yang sedang birahi. Tidak jauh dari situ ada kuda jantan yang di kandangkan. Kuda jantan tersebut mengamuk, menendang-nendang kandangnya, sampai dia dilepaskan. Ketika dilepaskan dia langsung<em> nyosor</em> ke betina yang sedang birahi itu. Tahukah anda bagaimana melewati anjing penjaga jantan yang galak sekali? Dengan kain yang dibasahi oleh kencing anjing betina yang sedang birahi. Lemparkan saja kain itu. Anjing jantan itu akan sibuk dengan kain basah itu sementara anda bisa melewatinya dengan aman. Inti cerita; seksualitas adalah hal yang secara naluri sulit dikontrol ketika rangsangan sudah timbul. Bagi manusia, rangsangan itu bukan bermula dari bau saja tetapi jaga pandangan (juga pendengaran) dan khayalannya. Haruskah kita salahkan orang yang melakukan agresi fisik (dengan mencolek) Dewi Persik karena terangsang oleh cara berpakaian Dewi Persik? Mana yang sebab dan mana yang konsekuensi?</p>
<p>Kebebasan berbicara, <em>freedom of speech</em>, termasuk mempromosikan kebohongan. Orang yang tidak bersalah bisa dihukum mati karena kesaksian palsu. Banyak orang yang mati karena kebohongan George Bush dan Tony B-lair mengenai senjata pemusnah massanya Saddam Hussein. Bagaimana <em>speech</em> yang berisi kebencian dan agitasi untuk menghancurkan penganut aliran <em>freedom of speech </em>itu sendiri. <em>Self defeating principle</em> bukan? Itukah jalan yang benar?</p>
<p>Banyak slogan kebebasan-kebebasan lainnya, kebebasan beragama, kebebasan berusaha, kebebasan berbicara dan lain lain. Manusia tidak mungkin bebas bertindak. Secara fisik manusia tidak bisa melompat sampai ke bulan, bukan? Andaikata yang dimaksud adalah kebebasan sebatas (hmm… paradoks) kemampuan fisiknyapun tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Itulah alam. Jangan lupa, karya seni tidak seindah barang aslinya &#8211; <em>the real thing</em>. Para <em>oxymoron</em> tidak akan bisa memperdayakan anda jika anda cukup jeli waras dan berakal.</p>
<p>(Jakarta, 13 Juni 2008)</p>
<p><em>* <strong>Imam Semar, </strong>pengelola blog </em><a href="http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/">Ekonomi Orang Waras dan Investasi</a><em> dan </em>KlubSaham.com<em>. Artikel ini, yang juga diterbitkan di blog tersebut</em><em>,   telah disunting seperlunya tanpa mengubah kandungan isi maupun sudut pandang pengarangnya. Hak cipta ada pada penulisnya.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fathiiiii.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fathiiiii.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fathiiiii.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fathiiiii.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fathiiiii.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fathiiiii.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fathiiiii.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fathiiiii.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fathiiiii.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fathiiiii.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fathiiiii.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fathiiiii.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fathiiiii.wordpress.com&blog=2047184&post=161&subd=fathiiiii&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fathiiiii.wordpress.com/2008/06/19/pluralisme-kebebasan-dan-paham-paham-paradoks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/380487483b1ca42ea2cd2f93194a03a7?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">fath!</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>