Beranda > artikel, dunia islam, kliping > Perang opini (lagi) di Republika (lagi) tentang Syiah (lagi)

Perang opini (lagi) di Republika (lagi) tentang Syiah (lagi)


Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendokumentasikan “perang opini” (maksudnya debat melalui rubrik “Opini” Republika) antara Haidar Bagir, Mohammad Baharun, dan Fahmi Salim (plus beberapa orang lainnya). Temanya tidak lain adalah seputar Syiah. Bagi yang ingin mengikutinya, bisa membuka tautan ini. Ketika itu redaksi Republika lah yang memutuskan untuk meng-cut diskursus yang semakin panjang itu.

Namun setelah isu Syiah di Sampang kembali mencuat, ternyata Republika memutuskan untuk memulai kembali perdebatan ini dengan memuat tulisan Jalaluddin Rakhmat yang berjudul “Menyikapi Fatwa tentang Fatwa”. Tulisan ini dimuat di rubrik “Opini” halaman 4 tanggal 10 Nopember 2012. Tentu saja tulisan kontroversial tersebut tidak melenggang begitu saja. 2 hari setelahnya tulisan tersebut disanggah oleh KH Tengku Zulkarnain dengan judul “Akar Masalah yang Diabaikan”. Mari kita lihat sejauh mana diskusi tertulis ini akan berkembang.

Tulisan yang terkait dengan ini ada di link-link berikut:

  1. Menyikapi Fatwa MUI Jatim, DR (HC) KH Ma’ruf Amin, Republika, 8 Nopember 2012.
  2. Menyikapi Fatwa tentang Fatwa, Jalaluddin Rakhmat, Republika, 11 Nopember 2012.
  3. Akar Masalah yang Diabaikan, KH Tengku Zulkarnain, Republika, 13 Nopember 2012.
  4. Pengalihan Isu Fatwa Syiah Sesat, Kholili Hasib, Hidayatullah.com, 13 Nopember 2012.

[ditulis pada 14 Nopember 2012]

[update 14 Nopember 2012] Setelah ditelusuri, rupanya Jalaluddin Rakhmat mengirim tulisan tersebut sebagai reaksi atas opini DR (HC) KH Ma’ruf Amin pada rubrik dan harian yang sama 3 hari sebelumnya yaitu 8 Nopember 2012. Selain itu telah dipublish pula sanggahan atas tulisan Jalaluddin di situs Hidayatullah.com yang ditulis oleh Kholili Hasib.

[update 22 Nopember 2012] …………………… Ya, anda benar. Banyak sekali artikel yang dipublish untuk membantah tulisan Kang Jalal. Namun saya tidak menemukan satupun tulisan lain yang berada di sisi Kang Jalal. Jadi nampaknya tidak ada perang opini di sini. Hanya pelurusan pemahaman yang keliru saja.

  1. November 14, 2012 pukul 11:54 pm

    Fathii, bukannya Republika itu cenderung mendukung Syiah? Lihat saja berita2 tentang Iran dan aksi presidennnya sangat sering muncul di koran itu (baik daring maupun cetak).

    • November 15, 2012 pukul 11:13 am

      Republika memang punya sejarah persinggungan yang cukup panjang dengan Syiah. Tidak bisa dipungkiri apa yang dikatakan Pak Rin di atas.

      Tapi di samping itu Republika juga mendukung pihak yang menolak Syiah. Salah satu edisi Islamia-Republika (Rubrik yang dikerjasamakan dengan INSISTS) bahkan pernah menurunkan himpunan tulisan yang menjelaskan kesesatan Syiah. Saya jadi tidak habis pikir, apa maunya harian ini.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.924 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: