Perang Opini di Republika Antara Haidar Bagir, Mohammad Baharun, dan Fahmi Salim
Minggu ini terjadi perang opini (maksudnya saling berbalas di kolom Opini) di harian Republika antara Haidar Bagir (Dirut dan Pendiri Mizan serta dosen pemikiran Islam di Islamic College), Mohammad Baharun (Ketua Komisi Hukum MUI Pusat dan guru besar Sosiologi Agama), dan Fahmi Salim (Wakil Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia – MIUMI). Tema diskusinya masih seputar bidang yang hangat saat ini, yaitu Syiah. Diskusi ini menarik karena dilakukan oleh tiga orang intelektual dan disajikan melalui perantara tulisan.
Bagi yang tidak sempat membaca harian Republika, saya sudah mendokumentasikan artikel-artikel tersebut. Artikel terakhir dimuat hari ini, Jumat, 27 Januari 2012 ditulis oleh Haidar Bagir dan tidak menutup kemungkinan bahwa diskusi ini masih akan berlanjut.
- Syiah dan Kerukunan Umat, Haidar Bagir, Republika, 20 Januari 2012.
- Kritik Syiah Sudah Proporsional (Tanggapan untuk Haidar Bagir), Mohammad Baharun, Republika, 24 Januari 2012.
- Syiah dan Kerukunan? (Tanggapan untuk Haidar Bagir), Fahmi Salim MA, Republika, 26 Januari 2012.
- Sekali Lagi, Syiah dan Kerukunan Umat (Tanggapan untuk Muhammad Baharun dan Fahmi Salim), Haidar Bagir, Republika, 27 Januari 2012.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Solusi Damai Sunni-Syiah
Minggu lalu Republika di rubrik Islamia menurunkan bahasan bertajuk “Solusi Damai Sunni-Syiah”. Jika anda tidak sempat membacanya, saya sudah mendokumentasikannya. Silakan diunduh dari tautan berikut: http://bit.ly/xTPdda
Antara “Merakit” dan “Memproduksi Massal” Mobil Nasional

Walikota Solo dengan mobil dinas barunya
Hingar bingar media massa tentang Kiat Esemka, mobil buatan anak-anak SMK, hingga hari ini belum mereda. Sebetulnya sudah lama sejak pertama kali diluncurkan, yaitu pada medio tahun 2009. Ketika itu purwarupanya sempat mendapatkan tanda tangan langsung dari presiden di bodi mobilnya. Masyarakat menaruh harapan, namun rupanya pemberitaannya meredup karena tidak terjadi langkah signifikan setelahnya.
Usut punya usut rupanya ketiadaan langkah signifikan tersebut adalah karena izin dari otoritas jalan raya yang tidak kunjung keluar. Ijin ini semacam sertifikasi model untuk pesawat terbang yang boleh beroperasi. Tanpa ijin ini tidak mungkin mendapatkan BPKB dan STNK sehingga ilegal untuk digunakan di jalan raya. Namun jika anda hendak menggunakannya di wilayah off-road maka itu diperbolehkan dengan syarat anda menggunakan alat lain (misalnya mobil derek) untuk memindahkannya dari halaman rumah anda ke lokasi off-road tersebut. Tidak boleh dikendarai selama di jalan raya. Ini terjadi dengan mobil lokal produksi Bandung bermerek FIN-KOMODO.

Tanda tangan SBY pada prototip awal Esemka Digdaya
Mengapa ijin tidak keluar? Kita tidak akan pernah tahu persis alasannya jika kita tidak menyelidikinya langsung ke pihak terkait. Ada dua teori, pertama memang belum lolos spesifikasinya. Kedua, ada ‘permainan’ untuk menjegal produksi mobil Esemka ini sehingga pabrikan-pabrikan besar tidak tersaingi. Teori pertama sangat mungkin terjadi karena metode assembly yang digunakan anak-anak SMK bukanlah cara manufaktur perusahaan besar. Bagaimana memastikan setiap mobil Esemka memiliki kualitas sama dan cara produksi yang sama? Padahal kedua hal ini sangat mempengaruhi proses sertifikasi. Teori kedua tidak usah dipertanyakan lagi alasannya. Kita masih punya PR banyak dalam reformasi birokrasi. Namun tulisan saya tidak akan berfokus pada urusan sertifikasi ini.
Merakit mobil
Kita perlu tahu bahwa skill untuk merakit kendaraan telah dimiliki oleh banyak sekali orang Indonesia. Silakan lihat bengkel-bengkel pinggir jalan di mana saja, mereka bisa memodifikasi sebuah Yamaha Mio menjadi laksana motor besar dengan mesin besar. Mereka bisa mengubah-ubah bentuk mobil, mengganti mesin, dan sebagainya. Jika anda punya cukup uang maka anda bisa merakit mobil dari nol! Tinggal cari mobil-mobil bekas kecelakaan, ambil chassisnya dan perbaiki, buat desain bodinya, pilih mesin yang diinginkan, tambahkan fitur yang sesuai, jadilah kendaraan yang anda inginkan. Tidak perlu pusing dengan part yang dibutuhkan karena part dengan merek apapun bisa disesuaikan dan dimodifikasi sesuai dengan keperluan. Bukan berarti memodifikasi part ini mudah, namun percaya saja dengan kemampuan para mekanik itu. Mereka mampu melakukannya.
*baca lanjutannya di kompasiana
Syiah Rafidhah 101
Beberapa bulan belakangan ini terasa ada eskalasi gerakan Syiah di Indonesia. Eskalasi ini sebagiannya tercover dalam media massa sedangkan sebagian besar justru tidak terungkap di media massa mainstream, seperti geliat mereka di social media atau blog-blog. Yang mengemuka di media massa pada umumnya hanya berita buruk saja, yaitu pecahnya konflik antara penganut Syiah dan Sunni. Sebagai efeknya, kembali mengemuka wacana untuk bertoleransi kepada penganut Syiah. Tidak salah, tapi sebetulnya solusinya masih parsial karena kebanyakan Muslim saat ini masih kurang memahami apa sebetulnya yang terjadi antara Syiah dengan Sunni. Dalam benak banyak kaum muslimin, perbedaan antara Syiah dan Sunni seolah perbedaan kecil seperti yang terjadi antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam urusan ibadah. Topik inilah yang akan menjadi bahasan pada tulisan ini.
Definisi
Secara bahasa “Syiah” artinya adalah pengikut. Istilah “Syiah” yang sering kita gunakan adalah merujuk kepada para pengikut Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sepupu Nabi SAW. Dari tinjauan sejarah kaum Syiah ini sudah ada sejak periode yang sangat awal sekali, yaitu pada masa khulafa’ rasyidun. Tetapi jangan dianggap Syiah pada masa itu serupa dengan Syiah yang ada sekarang. Jika kita kembalikan ke makna asalnya, maka Syiah adalah mereka yang mengikuti Ali. Tetapi kemudian berkembang paham baru yang tidak sekedar mengikuti Ali melainkan juga menempatkan Ali di atas sahabat Abu Bakar dan Umar. Mereka inilah yang kemudian berkembang menjadi sekte Rafidhah di dalam tubuh Syiah.
Jika kita telusuri literatur akademik, pada umumnya ulama membedakan antara istilah Syiah dan Rafidhah. Syiah memiliki banyak varian mulai dari yang paling dekat dengan Sunni hingga yang sangat ekstrim hingga menuhankan Ali. Untuk kalangan ekstrim ini menurut Abu al Hasan al Asy’ari terdapat sebanyak 15 sekte. Yaitu: al Bayâniyyah, al Janâhiyyah, al Harbiyyah, al Mughîriyyah, al Manshuriyah, al Khithâbiyyah, al Ma’mâriyyah, al Buzaighiyyah, al ‘Umairiyyah, al Mufadl-dlaliyyah, asy Syarî ‘iyyah, an Numairiyyah, as Sabaiyyah, dan tiga sekte lainnya yang menuhankan Nabi, ‘Ali dan keturunannya.
Kelompok Zaidiyah adalah kelompok yang paling dekat dengan Sunni. Kelompok ini dinamakan Zaidiyah karena ketika itu dipimpin oleh seorang imam yang bernama Zaid bin Ali, cucu dari Husain bin Ali. Kelompok ini memang mengikuti sahabat Ali, namun tidak mengklaim Ali lebih mulia dari sahabat Abu Bakar dan Umar. Namun di antara keseluruhan Syiah kelompok yang paling besar adalah kelompok Imamiyah atau juga disebut Itsna ‘asyariyah (paham imam yang dua belas). Dalam bahasa Inggris disebut dengan “twelver”. Mereka juga disebut sebagai Rafidhah (penolak) karena mereka menolak dan mengingkari kepemimpinan sahabat Abu Bakar dan Umar. Kelompok ini mengklaim bahwa Nabi SAW sudah menetapkan bahwa pengganti selepas beliau wafat adalah sahabat Ali. Dalam sejarahnya kelompok ini belum muncul pada masa sahabat Ali masih hidup. Di masa itu istilah Syiah hanya mengacu kepada golongan secara politik saja (pendukung sahabat Ali menjadi khalifah), belum berkembang menjadi sekte aqidah.
Dalam perkembangannya sekte Rafidhah ini menjadi bagian yang paling besar di antara sekte Syiah lainnya. Itu sebabnya ketika orang berbicara “Syiah” maka seolah otomatis mengacu pada “Rafidhah”, padahal ini dua terma yang memiliki definisi yang cukup jauh perbedaannya. Jika kita kaji literatur yang ditulis ulama, pada umumnya mereka sangat berhati-hati. Biasanya mereka tidak menggunakan istilah “Syiah” tetapi menggunakan istilah “Rafidhah”. Dengan demikian jika kita menyebutkan “Rafidhah” maka terma ini mengacu kepada sebuah paham yang melebihkan sahabat Ali ketimbang sahabat Abu Bakar dan Umar, menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar, meyakini adanya dua belas imam yang makshum, dan sebagainya. Untuk menghindari diskursus yang tidak perlu mengenai istilah, saya akan menggunakan istilah Rafidhah saja.
Pendapat Kibar Ulama
Para ulama sejak masa lalu hingga saat ini banyak yang memfatwakan sesatnya golongan Rafidhah. Di antara ulama yang menyatakan kesesatannya adalah:
- Imam Malik
- Imam Ahmad
- Al Qurtuby
- Ibn Katsir
- Al Bukhari
- Abu Zur’ah ar Razi
- Ibnu Qutaibah
- Abdul Qadir al Baghdadi
- Al Qadhi Abu Ya’la
- Ibnu Hazm
- Abu Hamid Al Ghazali
- Al Qadhi ‘Iyadh
- Ar Rozi
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Ulama-ulama tersebut menuliskan pendapatnya dalam buku-buku induk mereka, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al Qurtuby, Khalqu af’alil Ibad (Imam Bukhari), Fadhaihul Bathiniyyah (Imam Ghazali), dan Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah.
*selanjutnya dapat dibaca di fimadani
Lets blog more!
Blogging is a wonderful hobby. It’s basically a will to share things. When this will meets writing you will never know how great it is until you experience it your self.
Blogging is a hobby that last. It will last as long as the writings are there. Unlike social media that awkwardly dubbed as microblogging, the writing in a blog will give a bigger impact since it is written (mostly) more carefully and relatively longer than a status in facebook or a tweet in twitter (thus makes it better digested by our brain before they’re published/posted).
The will to share basically is a good thing. We can share our knowledge, experience, even our feeling about something. The excitement comes when we get a feedback from others. Some readers sometimes share back to you about their experience on the same object you share based on their point of view. Some of them agree and maybe some of them disagree, thus discussions are started.
This kind of activity is a natural thing for us as human being. People love to share and they love to be responded. For some extent this behaviour makes the social networking grow rapidly because they can share things and get the response from their friends almost instantly. This makes many people addicted and caused them to pursue popularity, at least in their circle of influence. At this point, “sharing” become embarrassing because people will share everything, ranging from what they feel, what they see at that second, what they eat for breakfast-lunch-dinner, what they think about someone next to them in a public transport, even some very-unimportant-expressions such us “hmm…”, “wow”, “lho”, etc. To make it worse, all of that very-unimportant-expressions are delivered to us as is, everytime all day long. Most people won’t bother to set a proper settings for them. They just embarraassed. This makes social media become unsocial.
On the other hand, a well written writing will raise a better response. It’s a reciprocal, when you give better you will get better in return. If you seriously make a post (even when the content is not intended to be serious) you will get a seriously written response (although the content is not a serious one). This makes regular blogging will give a better advantage than microblogging in terms of response quality. And better response quality will invite a better discussion. Thus challenge us to dig deeper about something we share and make brain circulation more fluid and dynamic. That’s why i previously said that blogging will last.
So, let’s blog more.
Perbandingan spesifikasi antara F-15, F-16, dan F/A-18
Orang awam mungkin akan berpikir bahwa perbedaan dari ketiga jenis pesawat ini (F-15, F-16, dan F/A-18) adalah dalam kehebatannya. Tidak sepenuhnya salah, tetapi “kehebatan” sebuah pesawat perlu didefinisikan terlebih dahulu. Jika “hebat” berarti banyaknya kru, maka hanya versi D dari F/A-18 saja yang menang. Atau jika “hebat” berarti lebih besar, maka pemenangnya adalah F-15.
Untuk perbandingan role insya Allah akan dibahas dalam tulisan yang lain. Tulisan ini hanya akan menampilkan kompilasi spesifikasi ketiga jenis pesawat yang dipublikasikan di dokumen USAF dan US Navy.
|
F-15C/D Eagle |
F-16C Block 30 |
F/A-18C |
|
| Crew |
1 |
1 |
1/2 |
| Length |
19.43 m |
15.06 m |
17.1 m |
| Wingspan |
13.05 m |
9.96 m |
12.3 m |
| Height |
5.63 m |
4.88 m |
4.7 m |
| Wing area |
56.5 m² |
27.87 m² |
38 m² |
| Empty weight |
12,700 kg |
8,570 kg |
10,400 kg |
| Loaded weight |
20,200 kg |
12,000 kg |
16,770 kg |
| Max takeoff weight |
30,845 kg |
19,200 kg |
23,500 kg |
| Powerplant |
2 × Pratt & Whitney F100-100 or -220 |
1 × F110-GE-100 afterburning turbofan |
2 × General Electric F404-GE-402 |
| Dry thrust |
77.62 kN each |
76.3 kN |
48.9 kN each |
| Thrust with afterburner |
111.2 kN |
127 kN |
79.2 kN each |
| Maximum speed |
1,450 km/h (LO) – 2,660 km/h (HI) |
1,470 km/h (LO) - 2,410 km/h (HI) |
1,915 km/h |
| Combat radius |
1,967 km |
550 km |
740 km |
| Ferry range |
5,550 km |
4,220 km |
3,330 km |
| Service ceiling |
20,000 m) |
18,000 m |
15,240 m |
| Rate of climb |
254 m/s |
254 m/s |
254 m/s |
| Wing loading |
358 kg/m² |
431 kg/m² |
454 kg/m² |
| Thrust/weight |
1.12 (-220) |
1.095 |
0.96 |
ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT (via blog Pak T. Djamaluddin)
Berikut ini share ilmu yang sangat bagus dari Pak T. Djamaluddin beserta LAPAN. Mudah-mudahan bermanfaat.
-Fathi
Tempat Berharap
Setiap hari kita disuguhkan berita buruk. Berita buruk tentang korupsi, tentang tertangkapnya koruptor baru, tentang aksi korupsi yang baru saja terbongkar, tentang pertengkaran pemimpin, kemudian berputar lagi tentang korupsi, tentang tertangkapnya koruptor baru, tentang aksi korupsi yang baru saja terbongkar, tentang pertengkaran pemimpin… Begitu seterusnya, seolah berita buruk tidak pernah berhenti mengalir. Berita buruk ini begitu terasa buruknya, karena menimpa para pemimpin kita yang seharusnya mengayomi kita. Yang seharusnya setia kepada amanah yang kita berikan. Yang kita harapkan dapat mengubah sejarah masa lalu kita.
Rupanya berita buruk ini tidak berhenti di situ. Dia mengalir bagaikan air bah, karena setiap orang yang mendengarnya menyampaikan kepada semua orang yang ditemuinya. Di warung kopi, di pasar-pasar, pos-pos ronda, di talkshow-talkshow televisi, bahkan hingga dinding facebook serta lini massa twitter. Semua orang menyebarkan berita ini.
Akhirnya berita buruk ibarat wabah penyakit, semua orang mendengar dan terdominasi olehnya. Semua orang merasa bahwa begitu luar biasanya berita buruk ini, seakan tidak ada lagi harapan bagi kita hanya sekedar untuk menarik nafas segar barang sesaat. Sebagai efeknya, optimisme pudar. Sikap serta ungkapan pesimis begitu mudah keluar.
Ini aneh.. Manusia sudah tertutup pandangannya. Seolah sudut pandang hanya ada satu saja; sudut pandang keburukan. Padahal begitu luar biasanya kebaikan yang ada di sekitar kita. Ada matahari yang tidak pernah terlambat terbit dan tenggelam. Ada air laut yang pasang dan surutnya membuat nelayan mudah memprediksikan waktu berlayarnya. Ada ibu yang berjuang memberikan ASI pada anak-anaknya. Ada para lelaki yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ada anak-anak kecil yang rajin menghafal Al Quran. Ada pedagang-pedagang kecil yang begitu rajin berdagang sejak pagi buta di pasar tradisional. Ada anak-anak muda yang begitu gigihnya mencari donatur untuk menolong biaya operasi orang yang tidak dikenalnya. Ada anak-anak cerdas yang menjuarai berbagai lomba internasional. Bahkan di tubuh pemerintahan sendiri, yang kita sudah terlanjur menganggap sedemikan parah rusaknya, begitu banyak kisah luar biasa yang dapat membuat leleh air mata kita.
Hanya karena kita meletakkan harapan pada pemimpin kita, lantas kita kecewa kalau mereka tidak sesuai dengan harapan kita. Ekspektasi kita terhadap mereka terlalu tinggi seolah mereka dapat menjadi dewa penolong yang akan menghapuskan segala ketidakadilan. Padahal mereka itu manusia juga. Manusia yang sama-sama menjadi target operasinya syaithan. Yang paling parah, kita meletakkan harapan pada mereka hanya karena mereka sudah terpilih. Padahal kita tidak tahu track recordnya, kita tidak mengenal mereka.
Di sinilah kita keliru. Tidak sepatutnya kita berharap pada pemerintah. Lebih dari itu tidak sepatutnya kita berharap kepada sesama manusia. Cukup letakkan amanah di tangan mereka dan biarkan mekanisme selanjutnya berjalan. Harapan? Jangan pernah mengharap kepada selain Allah. Allahushshamad, Allah-lah tempat kita bergantung. Berharap kepada selain Allah bukan hanya akan membuat kita kecewa, tapi juga mengotori keikhlasan kita dalam beribadah kepadaNya.
Astaghfirullah…
Kuliah di UniMAP
(Tulisan ini dicross-posting di blog PPI-UniMAP)
Di waktu awal kuliah di sini saya merasa sangat kesulitan untuk mendapatkan informasi seputar hal-hal kecil yang sebetulnya sangat bermanfaat. Misalnya tentang biaya kuliah, living cost, cara mencapai Kangar, dan lain-lain. Oleh karena itu saya membuat sebuah posting di blog saya untuk berbagi informasi tentang hal-hal kecil ini. Beberapa orang yang akhirnya kuliah di UniMAP berpapasan dengan saya sebelumnya di postingan tersebut.
Hari ini saya mendapatkan pertanyaan baru yang cukup komprehensif. Saya merasa jawabannya akan lebih bermanfaat jika saya jadikan sebagai satu posting tersendiri di blog yang sudah lama hiatus ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun yang memerlukannya. Jika masih ada pertanyaan jangan ragu untuk segera menyampaikannya kepada kami.
Pertanyaan tersebut saya kutipkan di sini:
Ass Wr Wb,
Mas saya mau nyekolahin/masuk kuliah tahun 2011 ini, anak saya no 3 di UNIMAP ini mau tanya soal kehidupan mahasiswanya dan juga living cost dan biaya kuliahnya .berapa kira2 per year, rencana mau ambil manufacturing engineering ato Material engineering.trus kalo kita dr jkt ke Kualalumpur ato ada langsung flight ke kota terdekat.
trus.ato bisa ngasih no hp biar saya bisaa kom unikasi langsung by Phone.
sekalian tanya kalo kota nya namanya apa , Universitas Perlis itu terletak di kesultanan apa . ato negara bagian mana. krn saya denger katanya dekat perbatasan ke Thailand.
trus Mas kalo kita kesana rencana saya mau Visit dulu di bulan juni 2011 ini Insya Allah dimana kira2 hotel tempat menginap yag bagus bersih dan dekat ke campusnya.yang jelas kalo dr Kuala lumpur ke sana hrs lewat drat apa by flight lagi.
please infonya Mas.
terima kasih atas informasinya mudah2 an saya dapat kabar secepatnya
saya bisa di hubungi di email ini ato saya bisa yg telpon ke Mas FAthiiii.
maaf sebelumnya Email saya terlalu panjang, karena saya kuatir sekali dan baru pertama kali menyekolahkan anak jauh dari orang tua.
salam
Deddy Soediana.
+233(0)544714292
Pertama saya ucapkan “Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakaatuh”. Terima kasih sudah bersedia mengunjungi blogsaya yang beberapa bulan ini terabaikan tanpa postingan satu pun.
Tentang UniMAP dan Perlis
Universiti Malaysia Perlis ini terletak di Negeri Perlis. Negeri yang letaknya paling utara (atau lebih tepatnya paling barat-laut) dan paling kecil di Malaysia. Kampusnya saat ini tidak belum terpusat di satu lokasi melainkan tersebar di seluruh negeri. Mulai dari Simpang Empat di bagian selatan hingga Padang Besar di Utara, perbatasan dengan Thailand. Mulai dari Kuala Perlis di pantai barat hingga Ulu Pauh di perbatasan dengan Negeri Kedah di sisi timur. Joke-nya UniMAP ini singkatan dari Universiti Merata Perlis karena ada di seluruh Perlis
Semua kantor yang terkait administrasi terpusat di kota Kangar yang juga ibu kota Negeri Perlis. Di kota yang kecil ini terdapat Canselori (Rektorat), Perpustakaan, kantor pendaftaran, kantor keuangan, dan berbagai kantor administrasi lainnya. Untuk transportasi kita perlu khawatir dengan kota Kangar ini. Di sini nyaris tidak ada sistem transportasi umum selain taksi. Kalaupun ada bus kota, hanya melayani trayek antar kota saja, tidak ada bus yang berputar mengelilingi kota. Tetapi UniMAP punya bus kampus yang akan mengantarkan mahasiswanya dari satu tempat kuliah ke tempat lainnya, dari satu lab ke lab lainnya. Jika ingin lebih mobile sangat disarankan untuk memiliki motor. (note: SIM Indonesia diakui di seluruh Malaysia)
Perkuliahan dan cost
Meskipun tersebar di seluruh Negeri Perlis, tidak semua fasilitas UniMAP perlu didatangi oleh semua mahasiswa. Kebanyakan fasilitas yang lokasinya menyebar adalah pusat-pusat penelitian. Biasanya hanya para pegawai, dosen, peneliti, serta mahasiswa pasca sarjana saja yang berada di sana. Setiap School memiliki basenya sendiri-sendiri. Misalnya School of Material ada di Taman Muhibbah, Arau. School of Mechatronics ada di Ulu Pauh. School of Computer and Communication ada di Kuala Perlis. Asrama memang terletak jauh dari school-school tersebut sehingga memang perlu pakai bus untuk menuju lokasi kuliah.
Untuk biaya perkuliahan, sebaiknya merefer langsung ke situs UniMAP. Informasinya cukup lengkap tersedia di sana. Secara singkatnya di tahun pertama ada kelas IEC atau International English Course. IEC ini dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan dan biayanya bisa dilihat pada tautan ini. Sedangkan untuk perkuliahan regulernya bisa dilihat pada tautanini. Sangat mungkin terjadi perubahan terhadap data yang ada pada tautan-tautan tersebut. Oleh karena itu jika ingin mengetahuinya lebih detail bisa menghubungi kontak yang disediakan di situs UniMAP. Biasanya pada proses pendaftaran pihak UniMAP akan menginformasikan semuanya, lengkap dengan akomodasi yang ditawarkan.
Untuk living cost, secara umum tidak terlalu jauh berbeda Indonesia terutama wilayah Jakarta atau Bandung. Untuk kelas mahasiswa (kantin mahasiswa), RM 5 sekali makan sudah sangat cukup. RM 20 sehari sudah sangat mewah. Untuk asrama sudah disediakan oleh kampus yang biayanya dibayarkan sekaligus dengan biaya studi. Mencari kontrakan sendiri mungkin saja dilakukan. Tetapi mencari rumah kontrakan di Perlis ini sangat susah karena ekosistem per-kost-an belum terbangun. Mencari rumah kontrakan harus dilakukan dengan mengelilingi kota mencari rumah kosong, menanyakan siapa pemiliknya, dan bertanya kepadanya apakah boleh disewa. Jika hanya kuliah S1 saya sangat menyarankan untuk tinggal di asrama karena dapat bersosialisasi dengan teman-teman mahasiswa lainnya.
Visiting Perlis
Jika ingin visit saja dulu, perjalanan ke Kangar bisa ditempuh melalui darat maupun udara. Kalau dari Kuala Lumpur, dari bandara KLIA/LCCT menuju terminal bus Pudu Raya bisa menggunakan shuttle bus atau kereta LRT. Dari terminal Pudu Raya banyak bus menuju Kangar. Perjalanan darat ditempuh rata-rata 7 jam. Tapi bisa juga mengambil penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Alor Star. Dari Alor Star menuju Kangar kurang lebih sekitar 40 km.
Kalau dari Jakarta akan lebih mudah mengambil flight langsung ke Penang. Jarak Penang-Kangar sedikit lebih jauh dari jarak Jakarta-Bandung melalui tol Purbaleunyi. Rutenya adalah Airport – Butterworth – Kangar. Untuk yang baru pertama kali datang, sangat disarankan menggunakan taksi dari Airport ke Butterworth dengan biaya sekitar RM 60. Dari Butterworth ambil bus yang menuju ke Kangar. Perjalanan sekitar 2,5 jam.
Hotel yang ada di Kangar tidaklah banyak. Yang paling besar adalah Hotel Putra Palace yang lokasinya ada tepat di tengah halaman pada tautan ini. Atau bisa juga menginap di Hotel Federal yang lebih dekat ke pusat kota (hanya terpisah 1km saja). Lokasinya ada di tengah halaman pada tautan ini. Namun saya sangat menyarankan agar menghubungi pihak UniMAP terlebih dahulu. Biasanya mereka bisa membantu menyiapkan akomodasi, bahkan menjemput di bandara. Mahasiswa-mahasiswa S1 asal Indonesia selama ini selalu dijemput oleh pihak UniMAP di bandara Alor Star pada awal kedatangan mereka di sini.
Saya sangat terbuka jika ingin berdiskusi lebih lanjut. Dipersilakan membalas email dari saya atau mengisi komentar di bawah atau berdiskusi lewat facebook. Di akun facebook saya ada nomer hp (yang mungkin sebentar lagi akan diganti).
Sekian, semoga bermanfaat.
Wassalam.
Fathi Nashrullah
Putra kedua kami, Yusuf Abdussalam
Alhamdulillah, pada hari Kamis lewat tengah malam tanggal 3 Februari 2011 putra kedua kami menghirup udara dunia dengan selamat. Lahir dengan berat 2.9 kg dan panjang 51 cm di Hospital Tuanku Fauziah Kangar, kemudian kami beri nama Yusuf Abdussalam.







Komentar